Kisah di Balik Kain Kafan

Yohanes 20:1-18

Belum ada komentar 125 Views

Keegoisan seseorang akan terus berlanjut sampai ia berhadapan langsung dengan kain kafan (kematian).

Kain kafan sesungguhnya adalah bukti keterbatasan manusia, kelemahan dan ketiadaan. Harga diri Yesus habis di depan mata semua orang, mungkin juga para murid yang kecewa, karena ternyata Sang Guru yang diidolakan itu akhirnya mati juga seperti guru-guru lainnya. Bahkan mati tanpa perlawanan. Yesus mati. Demikian pula harapan dan semangat para murid.

Namun demikian ketiadaan mayat Yesus di balik kain kafanlah awal dari sebuah perubahan besar yang terjadi:

Pertama, kebangkitan Yesus membuka pengertian murid-murid akan Kitab Suci tentang makna hurufiah “dia akan bangkit dari antara orang mati” (ayat 9). Maut tak berkuasa, Yesuslah berkuasa atas maut.

Kedua, kebangkitan Yesus membuka mata para murid untuk melihat Tuhan, “Aku telah melihat Tuhan!” (ayat 18).

Ketiga, kebangkitan Yesus mengubah tangisan menjadi ‘tarian’.

Apakah#Kita Siap bangkit juga bersama Yesus saat berada di muka kain kafan? Mari, nantikan pengalaman iman yang menakjubkan di hari-hari mendatang bersama Dia! Dan seperti Maria yang pergi bersaksi, siapkan diri untuk bersaksi tentang Yesus yang saudara dengar, lihat dan alami!

riajos

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • berdosa
    Aku lah yang paling berdosa
    I Timotius 1: 12-17
    Baru-baru ini banyak orang dikejutkan oleh berita media sosial yang mengungkap tentang seorang sarjana S2 dari perguruan tinggi negeri...
  • Madu atau Racun ?
    Ulangan 30: 15-20
    Dalam perjalanan umat Tuhan memasuki “tanah perjanjian” Musa mengingatkan bahwa mereka sedang dihadapkan pada sebuah pilihan kehidupan atau kematian,...
  • Semakin serupa seperti Kristus
    Thomas Kempis dalam bukunya “Imitatio Christi”, memulai dengan mengutip Yoh.8:12 “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan...
  • sambut
    Sambutlah Sesamamu
    Lukas 13:10-17
    Setelah mengalami pembuangan, Bangsa Israel hidup kembali di Palestina dan Yerusalem. Nubuat dalam Kitab Yesaya ini memberi pengharapan akan...
  • lemah
    Sambutlah Yang Lemah
    Ibrani. 11:29-12:2
    Saya pernah dipukul oleh kakak pertama saya pada waktu saya kecil. “Kamu pikir saya sansak?” Dia bukan marah atau...
Kegiatan