Kian Dewasa Kian Berhikmat

Kian Dewasa Kian Berhikmat

Belum ada komentar 89 Views

Sesudah “Natal” Yesus bertumbuh. Dan Minggu ini kita baca Ia telah berumur 12 tahun. Ia bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya serta makin dikasihi Allah dan manusia.

Sesudah “Natal” Yusuf dan Maria juga bertumbuh. Keluarga mereka yang biasa disebut sebagai the holy family sama sekali bukanlah keluarga yang ideal, dalam arti tak bercacat dan mesti dijadikan teladan. Sesudah “Natal” Yusuf dan Maria, seperti para orangtua pada umumnya, masih harus belajar untuk menjadi kian dewasa sebagai orangtua. Mereka juga mesti belajar untuk menjadi kian berhikmat dalam mengenal Yesus sebagai Tuhan.

Sesudah “Natal” bertumbuhkah kita? Ataukah “Natal” telah berlalu begitu saja tanpa meninggalkan bekas pada hati dan hidup kita? Ataukah “Natal” ternyata tidak mengubah apapun dan kita kembali ke kehidupan tanpa pohon terang lengkap dengan pernik-perniknya, business as usual?

Sesudah “Natal” kita juga mesti bertumbuh. Barangkali di sinilah letak masalah kita. Kita yang tidak bertumbuh sehingga bagi kita “Natal” tidak membawa perubahan. Kitalah yang pertama-tama mesti berkembang menjadi kian “dewasa dan berhikmat”. Bertumbuh secara spiritual. Dan ukuran pertumbuhannya bukanlah diri kita sendiri, juga bukan penilaian orang lain, bahkan bukan cuma yang kita yakini sebagai kehendak Tuhan. Tolok ukurnya adalah terutama “makin dikasihi Allah dan manusia”.

Sesudah “Natal” kita, kita juga mesti bertumbuh, kian dewasa kian berhikmat.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sekolah kehidupan
    Sekolah Kehidupan: Tuhanlah Gembalaku!
    Mazmur 23:1 Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    Apakah saudara pernah merasa sendirian dan kesepian? Daud pernah mengalaminya. Hal yang paling tidak mudah dilalui oleh seorang adalah...
  • pulihkan
    Sekolah Kehidupan: Tuhan Pulihkanku!
    Mazmur 80:3
    Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat. Bagaimana mungkin wajah Tuhan bersinar kepada kita jika...
  • sekolah kehidupan
    Keluarga: SEKOLAH KEHIDUPAN
    Filipi 2:5
    hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. Bagaimana mungkin kita dapat...
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
Kegiatan