Ketidakjujuran para pejabat telah menggagalkan pembangunan

Ketidakjujuran para pejabat telah menggagalkan pembangunan

Belum ada komentar 44 Views

Penulis terkesan membaca harian Kompas terbitan Selasa 7 Agustus 2012, yang memuat pernyataan Ibu Tri Rismaharini, Walikota Surabaya sekarang ini: “Setiap jabatan harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan dan kepada masyarakat.”

Memang, setiap jabatan harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan dan kepada sesama, yang berarti bahwa setiap tindakan harus sesuai dengan perkataan yang diucapkan, karena hal itu merupakan janji yang disampaikan kepada masyarakat. Bagi umat yang beriman kepada Kristus, hal itu secara tegas dinyatakan dalam surat Yakobus, “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakikatnya adalah mati,” dan “bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong” (Yak. 2:17, 20).

Iman berarti percaya kepada Tuhan, karena itu orang yang beriman harus merespons kepercayaannya dengan sikap dan perbuatan yang sesuai dengan kehendak-Nya. Hal itu juga terkait dengan tingkat integritas seseorang terhadap agama atau keyakinan yang diimaninya, karena “integritas” berarti “kejujuran” atau “keutuhan”, yang dapat dimaknai juga sebagai “kesesuaian kata dengan perbuatan”. Menurut Albiner Siagian, para pejabat kita yang tidak berintegritas itu merupakan “anomali di negeri religius yang merupakan dilema moral” karena banyak kegagalan terjadi dalam pembangunan di masa kepemimpinan mereka.

Para pejabat tersebut ada juga yang beragama Kristen. Mereka tampaknya sangat rohani dan rajin ke gereja, serta pandai mengutip kata-kata yang sesuai dengan firman Tuhan. Namun, ketiadaan integritas membuat perkembangan pembangunan di daerah yang mereka pimpin menjadi gagal, semrawut, banyak persoalan dan rakyatnya tetap saja miskin.

Bandingkanlah dengan para pejabat yang tulus bertindak sesuai iman mereka, sehingga dikasihi dan diberkati Tuhan. Mereka pasti juga mendapat pertolongan-Nya, dan berhasil dalam segala upaya yang mereka lakukan, sesuai jabatan dan tanggung jawab mereka.

Banyak contoh yang dapat kita baca dari keberhasilan beberapa umat Tuhan yang berani berkata benar dan bertindak sesuai dengan kehendak-Nya, seperti kisah Daniel dan kawan-kawannya dalam kitab Daniel. Dengan rahmat Allah, Daniel mendapat kemampuan luar biasa untuk membuka tabir mimpi raja Nebukadnezar. Ia selalu bersikap konsekwen dalam kata dan perbuatannya, apa pun risikonya, sehingga karena kejujurannya itu, maka ia dan kawan-kawannya berhasil menjadi kepala dari semua orang bijaksana dan memerintah wilayah Babel (Dan 2:46-49).

Abraham (Abram) berhasil mengalahkan raja-raja di Timur (Kej. 14). Yakub mempersembahkan korban yang lebih baik kepada Tuhan dibandingkan Esau, dan ia juga selalu mengikuti perintah Allah (Kej. 27-28). Tuhan membuat segala sesuatu yang dilakukan Yusuf berhasil di Mesir, walaupun ia banyak mengalami godaan (Kej. 39). Yosua, yang menggantikan Musa, membawa bangsanya memasuki tanah Kanaan (kitab Ulangan dan Yosua). Para rasul, seperti Paulus dan Yohanes, berhasil mengabarkan berita keselamatan kepada banyak orang, dan Tuhan Yesus sendiri, ketika hadir sebagai manusia di bumi, berhasil melakukan semua tugas yang diberikan kepada-Nya oleh Allah Yang Mahakuasa.

Semua jabatan, kuasa, atau talenta yang diberikan, harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan dan manusia. Kol. 3:17 mengatakan, “Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah Bapa kita.” Siapa pun yang melakukan kebenaran akan dikasihi oleh Tuhan, dan kasih-Nya itu akan tercermin dalam kesuksesan orang yang dikasihi-Nya itu, asalkan perbuatannya sesuai dengan kata atau ucapannya. Firman dalam Kis.10:35 mengatakan,”Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran, berkenan kepada-Nya.” Karena itu, kita harus takut kepada Yesus, yang adalah “sang Firman” atau “sang Kebenaran” agar kita diberkati dan berkenan kepada-Nya.

R. Sihite

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Artikel Lepas
  • toko perabot
    Belajar Dari Toko Perabot
    Pada bulan Oktober 2014, akhirnya toko perabot yang sangat terkenal membuka tokonya di Indonesia, tepatnya di daerah Alam Sutera,...
  • Simpati, Empati atau Peduli
    Baru-baru ini media sosial dihebohkan oleh curhatan di facebook seorang mahasiswi pengguna KRL yang tempat duduknya “direbut” oleh seorang...
  • kejahatan
  • Antara Pak Badu dan Yudas
    “Sungguh lebih baik jika Yudas tidak dilahirkan.” Kalimat ini sering muncul dari mulut orang-orang Kristen ketika dirundung kesedihan Jumat...
Kegiatan