Keluarga Kristen = Keluarga yang Percaya

Keluarga Kristen = Keluarga yang Percaya

Markus 9:14-24

Belum ada komentar 20 Views

“Percaya” atau “beriman” bukanlah sesuatu yang terjadi sekali dan selesai. Iman yang “otentik” adalah pada hakikatnya sebuah proses percaya melalui berbagai pengalaman hidup.

Inilah teladan sang bapak dalam teks kita. Percayanya pada kuasa Yesus dihadapmukakan pada kenyataan yang pahit: anaknya sakit, dan para murid Yesus sama sekali tak mampu menyembuhkannya. Imannya diuji oleh kekuatirannya bahwa anaknya takkan dapat sembuh. Itu semua menjadikannya bimbang. Namun dalam itu semua, ia tetap berharap. Itu sebabnya ketika Yesus mendekatinya bertanya mengapa ia berbantah-bantahan dengan ahli-ahli Taurat dan murid-murid-Nya, ia memberanikan diri meminta tolong kepada Yesus bagi anaknya: “…jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” (Mrk. 9:22)

Menjawab keraguan yang terselip dalam permohonannya itu, Yesus menjawab: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” (Mrk. 9:23). Atas ini si bapak tak dapat berkelit dan berteriak mengakui keadaan dirinya. Indah sekali pengakuannya ini. Pengakuan yang belum tentu secara jujur dan tulus diungkapkan oleh banyak orang percaya, termasuk kita: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” (Mrk. 9:24).

Proses percaya seperti inilah yang mesti terjadi dan dikembangkan dalam keluarga. Khususnya dalam keluarga Kristen, keluarga kita.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan