Keluar Dari Kekelaman

Yesaya 64:1-9; Mazmur 80:1-7, 17-19; 1 Korintus 1:3-9; Markus 13:24-37

Belum ada komentar 80 Views

Apakah Anda mengingat permainan petak umpet? Pada saat saya masih kecil, kami sering memainkan permainan ini. Satu orang menutup mata dan yang lainnya mencari persembunyian yang paling baik untuk tidak diketemukan. Pada saat teman tidak berhasil menemukan kita, maka kita berada di pihak yang menang. Tapi pada saat dia berhasil menemukan ada kekagetan sekaligus kegembiraan.

Pada masa-masa paling kelam dalam hidup, kita merasakan Allah tidak hadir. Allah sedang bersembunyi. Di situasi ini kita merasa begitu sendiri dan tidak berdaya. Inilah yang dirasakan dalam kitab Yesaya. Yes. 64:4 Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian. Alasannya adalah dosa yang melekat dalam hidup mereka. Yes. 64:6 Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin. Yesaya merasakan bahwa dosa-dosa telah membuat Allah jauh dari kehidupan mereka, namun mereka tetap menanti. Dengan segala kerendahan hati mengakui segala kebobrokan hidup dan berharap belas kasih Allah. Yes. 64:8 Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.

Di minggu Adven pertama ini kita diajak untuk melihat ke dalam diri kita sebagai awal keluar dari kekelaman. Segala dosa, kekerasan hati telah membawa kita kepada kekelaman hidup. Terperosok begitu dalam. Namun dalam pengharapan terdalam akan kasih Allah mari kita berseru agar Allah hadir, mengangkat kita dari segala kekelaman hidup kita. Beth Scibienski menuliskan, ”The writer, the prophet is asking us to open our eyes and look around. I can’t help but wonder if when we open our eyes, we will find that God is not hidden at all. In fact, God is beside us saying, “I can see you.” And perhaps that is why we keep our eyes closed.”

Marilah kita membuka mata kita untuk melihat kehidupan kita dengan jernih dan bertobat. Lalu melihat kepada kasih Allah dan menemukan Allah yang sedang mengangkat kita dari kekelaman dimulai dengan kerendahan hati, keberanian untuk melihat kekelaman dalam hidup kita. Pemulihan diawali dengan pertobatan dan pertobatan diawali dengan pengakuan. Hanya orang yang menyadari kehancuran hidupnya, yang akan berseru memohon pertolongan.

DVA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yesus dan Petrus
    Ketika Yesus dan Petrus (dan kita) Saling Menghardik
    Yes. 50:4-9; Mzm. 116:1-9; Yak. 3:1-12; Mark. 8:27-38
    Percakapan dimulai dengan sangat indah. Yesus bertanya kepada para murid-Nya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” Lantas para murid mengajukan...
  • anjing dan ludah
    Antara Anjing dan Ludah
    Bacaan Injil kita minggu ini menyajikan dua kisah penyembuhan; yang satu berisi penyembuhan Yesus atas anak seorang perempuan Siro-Fenisia...
  • Ritualisme atau Hati yang Bersih
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mazmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8, 14-23
    Insiden “penistaan agama” terjadi lagi. Kali ini menimpa para murid Yesus. Pelapor dan penuntutnya adalah “serombongan orang Farisi dan...
  • Bersama Mengukir Narasi Cinta Bagi Bangsa
    Ulangan 10: 12-22; Mazmur 15; Roma 2: 12-29; Markus 12: 28-34
    Merupakan anugerah dari Tuhan saat ini GKI melangkah memasuki usianya yang ke 30. GKI menyebut dirinya sebagai Gereja Kristen...
  • Libatkan dan Alami Tuhan
    Ams. 9:1-6; Mzm. 34:9-14; Ef. 5:15-20; Yoh. 6:51-58
    Melalui dua kata kerja “mengecap dan melihat” menurut pemazmur, seseorang dapat mengenal dan mengalami Tuhan dalam kehidupannya. Namun, pengenalan...
Kegiatan