Kelicikan Dibalas Dengan Ketulusan

Kelicikan Dibalas Dengan Ketulusan

Kejadian 29:15-28; Mazmur 105:1-11, 45; Roma 8:26-39; Matius 13:31-33, 44-52

Belum ada komentar 103 Views

Ini bagian kisah yang unik dari rangkaian kisah Yakub sebelumnya. Yakub tahu benar mendapatkan apa yang diinginkannya. Ketika ia menginginkan hak kesulungan Esau, ia meraihnya dengan kebohongan dan kelicikan. Kini dalam hidup perantauannya, ia menempatkan diri sebagai sosok yang bekerja keras dan mendapatkan upah dengan cara yang fair. Ia mengadakan kesepakatan dengan Laban, ia setia dengan kesepakatan itu dan mengusahakannya dengan sungguh-sungguh. Tetapi yang kemudian terjadi, Laban memanipulasinya. Laban memberikan Lea lebih dahulu sebelum Rachel, perempuan yang diminta dan dicintainya.

Apa selanjutnya? Apa yang Yakub lakukan selanjutnya merespon kebohongan Laban? Kini kita melihat sosok lain dari Yakub yaitu ketulusan dan kerja kerasnya. Yakub kemudian melanjutkan kerja 7 tahunnya kepada Laban. Ia tidak membalaskannya. Ia tidak memenuhi hatinya dengan kemarahan dan dendam, tetapi ia lebih berhati-hati dengan kecerdikan Laban.

Secara spontan biasanya kita memiliki dorongan untuk membalaskan rasa sakit hati, kejahatan, ketidakadilan dengan tindakan yang sama. Entah dalam kurun waktu dekat atau pada saat ada kesempatan dan kemungkinan untuk melakukannya. Yakub telah belajar dari pengalaman sebelumnya hanya ketulusan, kebesaran hati yang dapat mematahkan rantai kelicikan, kemarahan dan kejahatan. Kemarahan Esau masih mengiringi perjalanan hidupnya, ia memulai dari dirinya untuk menciptakan hidup damai yaitu dengan menghadirkan ketulusan di tengah kelicikan.

Di tengah maraknya rupa-rupa kejahatan, mari hadirkan dan perjuangkan ketulusan. Di tengah marak manipulasi dan kelicikan mari hadirkan kerja keras dan kebesaran hati. Hidup ini akan berubah menjadi lebih baik hanya pada saat kita memperjuangkan hal yang baik di tengah situasi buruk sekali pun

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • terhubung
    Terhubung Dan Bahagia Bersama Sesama
    Kisah Para Rasul 4:5-12; Mazmur 23; 1 Yohanes 3:16-24; Yohanes 10:11-18
    Hidup kita semakin terhubung satu dengan yang lain begitu cepat dan mudah. Keterhubungan komunikas dan informasi adalah sebuah keuntungan...
  • dosa
    Tidak Berdosa Lagi
    Kisah Para Rasul 3:12-19; Mazmur 4; 1 Yohanes 3:1-7; Lukas 24:36-48
    Manusia kenal dosa sejak ia jatuh ke dalam dosa. Keinginan untuk berbuat dosa dan harapan untuk meninggalkan dosa bagaikan...
  • damai sejahtera
    Damai Sejahtera Bagi Kamu!
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1-2:2; Yohanes 20:19-31
    Istilah hoax semakin tenar beberapa tahun belakangan ini. Arti hoax adalah berita bohong atau malicious deception, kebohongan yang dibuat...
  • Hilanglah Cemasku!
    Yesaya 25:6-9; Mazmur 118:1-2, 14-24; Kisah Para Rasul 10:34-43; Markus 16:1-8
    Kecemasan dapat menyerang siapa saja ketika rasa aman terampas, ketidak mengertian menyelimuti pikiran, dan menghadapi situasi yang tidak terduga....
  • cari selamat
    Cari Selamat?
    Markus 15:6-15
    Sejak kecil kecenderungan kita, memang cari selamat. Supaya tidak dimarahi karena menjatuhkan piring kesayangan ibunya, seorang anak sembunyi tangan....
Kegiatan