Kehidupan yang Berkelanjutan

Kehidupan yang Berkelanjutan

Belum ada komentar 2 Views

Tema-tema di sekitar pelestarian lingkungan hidup, atau tepatnya tema ekologis, tidaklah populer dalam lingkungan gereja. Sebaliknya, di  hampir semua persekutuan atau ibadah kristiani, tema-tema tentang keselamatan, tentang penyembuhan, tentang kuasa doa, kuasa Roh,  adalah tema yang amat (sangat) laku. Mengapa? Mungkin tema tentang lingkungan hidup dirasakan tidak praktis, atau mungkin banyak gereja enggan bersusah-payah mengangkat tema yang sulit itu. Lagi pula toh banyak sekali gereja lain yang tidak melakukannya.

Namun yang lebih mengkhawatirkan adalah bahwa keengganan itu terkadang dipengaruhi oleh pendapat bahwa yang penting adalah keselamatan  jiwa kita. Dunia ini, tubuh ini, “yang daging” ini, tidaklah penting. Sebab semuanya itu, termasuk bumi kita, dan berarti alam lingkungan hidup kita ini, adalah fana. Dan terlebih lagi manusia. Bila demikian halnya, memang tidak ada gunanya  memelihara apalagi melestarikan alam lingkungan hidup kita ini.

Teks kita hari ini menegaskan bahwa penyelamatan oleh   Kristus tidak terjadi dengan cara memusnahkan manusia kemudian menciptakannya lagi secara baru, melainkan “kita yang lama” dijadikan “kita yang baru”.  Begitu pun dengan dunia, termasuk bumi, lingkungan hidup kita ini tidak akan dihancurkan, tetapi diperbarui dalam arti yang lama dijadikan sebagai yang baru. Karena segenap ciptaan, adalah berarti kita dan dunia, termasuk bumi, lingkungan hidup kita ini.

Maka, sebagaimana disebutkan dalam ayat 21, bahwa kita “ditaklukkan” dalam pengharapan, mari kita menanti-nantikan pemenuhan kerajaan-Nya tidak dengan berpangku tangan dan mata yang tertuju kepada surga saja. Melainkan dengan bekerja, mempersiapkan jalan Tuhan yang hendak membarui segala sesuatu. Berjuang, karena hidup dalam Tuhan adalah hidup yang berpengharapan, yang berkelanjutan. Berjuang, “menatalayani ciptaan – menata diri”.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • dosa
    Tidak Berdosa Lagi
    Kisah Para Rasul 3:12-19; Mazmur 4; 1 Yohanes 3:1-7; Lukas 24:36-48
    Manusia kenal dosa sejak ia jatuh ke dalam dosa. Keinginan untuk berbuat dosa dan harapan untuk meninggalkan dosa bagaikan...
  • damai sejahtera
    Damai Sejahtera Bagi Kamu!
    Kisah Para Rasul 4:32-35; Mazmur 133; 1 Yohanes 1:1-2:2; Yohanes 20:19-31
    Istilah hoax semakin tenar beberapa tahun belakangan ini. Arti hoax adalah berita bohong atau malicious deception, kebohongan yang dibuat...
  • Hilanglah Cemasku!
    Yesaya 25:6-9; Mazmur 118:1-2, 14-24; Kisah Para Rasul 10:34-43; Markus 16:1-8
    Kecemasan dapat menyerang siapa saja ketika rasa aman terampas, ketidak mengertian menyelimuti pikiran, dan menghadapi situasi yang tidak terduga....
  • cari selamat
    Cari Selamat?
    Markus 15:6-15
    Sejak kecil kecenderungan kita, memang cari selamat. Supaya tidak dimarahi karena menjatuhkan piring kesayangan ibunya, seorang anak sembunyi tangan....
  • segenap hati
    Dengan Segenap Hati?
    Yohanes 12:20-33
    Saat saya studi, saya bertemu dengan seorang pemimpin aliran UU. “Jadi, siapa Tuhan Yesus menurut aliranmu?” “Yesus itu, Guru...
Kegiatan