Kebebasan Dalam Perjanjian Dengan-Nya

Ulangan 18:15-20; Mazmur 111; Korintus 8:1-13; Markus 1:21-28

Belum ada komentar 307 Views

Konon, seorang gembala yang memiliki kawanan domba, membuat pagar-pagar pembatas bagi kawanan dombanya. Domba-domba itu pun terlihat hidup nyaman dan pergi kesana-kemari dalam ruang lingkup pagar pembatasnya. Suatu saat, ia melepas pagar-pagar pembatas yang dahulu ia pasang agar domba-dombanya bisa bergerak dengan lebih bebas. Namun, apa yang terjadi? Kini dombanya tampak gelisah karena merasa tidak lagi terlindung dari bahaya yang ada di dekat mereka.

Dari ilustrasi di atas, kita bisa melihat bahwa terikat atau bebas adalah masalah cara pandang. Oleh karena itu, kalau kita melihat perjanjian Allah dengan manusia sebagai sesuatu yang membatasi hidup kita, maka mustahil kita merasa nyaman di dalamnya. Tetapi, perlu kita sadari bahwa perjanjian-perjanjian Allah adalah perjanjian keselamatan bagi umat manusia! Berulang kali Alkitab menyaksikan bahwa perjanjian Allah adalah perjanjian yang menyelamatkan manusia, yang berpuncak pada keselamatan manusia dari dosa lewat pengurbanan Kristus di kayu salib.

Kesadaran akan kesetiaan Allah akan janji keselamatan-Nya inilah yang akhirnya membuat penulis Mazmur 111 secara pribadi ingin bersaksi akan betapa agungnya perbuatan-perbuatan TUHAN di dalam hidupnya. Ia ini berkata, “Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya” (Mazmur 111:9). Penulis mazmur melihat bahwa penyertaan Tuhan baginya bukan sebuah kekangan. Dengan penyertaan Allah yang tidak berkesudahan, ia merasa aman, dan dengan demikian, merasakan sebuah kebebasan juga.

Kiranya kesaksian pemazmur ini dapat senantiasa menguatkan kita bahwa perjanjian Allah bagi manusia senantiasa membawa kebebasan dalam hidup kita. Mari, kita bersama-sama mensyukuri kasih setia Allah terhadap manusia!

CEB

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Memperjuangkan Keadilan
    Am. 5:6-7, 10-15 dan Mark. 10:17-31
    Pemulihan yang diharapkan datang dari Allah untuk umat Israel diberitakan dengan menyerukan perubahan sikap hidup. Amos mengkritisi perilaku tidak...
  • Memperjuangkan Kesetaraan
    Kej. 2:18-24 dan Mark. 10:2-16
    Karya penciptaan yang Allah kerjakan bagi dunia adalah karya penciptaan yang membangun relasi ketergantungan satu dengan yang lain. Ketergantungan...
  • Kerajaan Allah di bumi
    Sungguh, Kerajaan Allah Di Bumi Tak Kalah
    Bilangan 11:4-6, 10-16, 24-29; Mazmur 19:7-14; Yakobus 5:13-20; Markus 9:38-50
    “Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita” (ay. 40) adalah prinsip dasar yang tampaknya perlu kita berlakukan...
  • Piramida Sungsang
    Piramida Sungsang
    Yeremia 11:18-20; Mazmur 54; Yakobus 3:13-4:3, 7-8; Markus 9:30-37
    “Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?” (ay. 33). Itu pertanyaan yang Yesus ajukan ke para murid. Kedua...
  • Yesus dan Petrus
    Ketika Yesus dan Petrus (dan kita) Saling Menghardik
    Yes. 50:4-9; Mzm. 116:1-9; Yak. 3:1-12; Mark. 8:27-38
    Percakapan dimulai dengan sangat indah. Yesus bertanya kepada para murid-Nya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” Lantas para murid mengajukan...
Kegiatan