Kebebasan Dalam Perjanjian Dengan-Nya

Ulangan 18:15-20; Mazmur 111; Korintus 8:1-13; Markus 1:21-28

Belum ada komentar 236 Views

Konon, seorang gembala yang memiliki kawanan domba, membuat pagar-pagar pembatas bagi kawanan dombanya. Domba-domba itu pun terlihat hidup nyaman dan pergi kesana-kemari dalam ruang lingkup pagar pembatasnya. Suatu saat, ia melepas pagar-pagar pembatas yang dahulu ia pasang agar domba-dombanya bisa bergerak dengan lebih bebas. Namun, apa yang terjadi? Kini dombanya tampak gelisah karena merasa tidak lagi terlindung dari bahaya yang ada di dekat mereka.

Dari ilustrasi di atas, kita bisa melihat bahwa terikat atau bebas adalah masalah cara pandang. Oleh karena itu, kalau kita melihat perjanjian Allah dengan manusia sebagai sesuatu yang membatasi hidup kita, maka mustahil kita merasa nyaman di dalamnya. Tetapi, perlu kita sadari bahwa perjanjian-perjanjian Allah adalah perjanjian keselamatan bagi umat manusia! Berulang kali Alkitab menyaksikan bahwa perjanjian Allah adalah perjanjian yang menyelamatkan manusia, yang berpuncak pada keselamatan manusia dari dosa lewat pengurbanan Kristus di kayu salib.

Kesadaran akan kesetiaan Allah akan janji keselamatan-Nya inilah yang akhirnya membuat penulis Mazmur 111 secara pribadi ingin bersaksi akan betapa agungnya perbuatan-perbuatan TUHAN di dalam hidupnya. Ia ini berkata, “Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya” (Mazmur 111:9). Penulis mazmur melihat bahwa penyertaan Tuhan baginya bukan sebuah kekangan. Dengan penyertaan Allah yang tidak berkesudahan, ia merasa aman, dan dengan demikian, merasakan sebuah kebebasan juga.

Kiranya kesaksian pemazmur ini dapat senantiasa menguatkan kita bahwa perjanjian Allah bagi manusia senantiasa membawa kebebasan dalam hidup kita. Mari, kita bersama-sama mensyukuri kasih setia Allah terhadap manusia!

CEB

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
  • keluarga yesus
    Menjadi Keluarga Yesus
    Dalam injil Markus 3:35 Yesus berkata : “Barang siapa melakukan kehendak Allah dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah...
  • berhenti
    Ingat Untuk berhenti !
    Ulangan 5:12-15
    Bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekerja? Apa pilihan kita? Pastinya, bekerja adalah perintah Tuhan, untuk melakukan sesuatu bagi...
  • kepada
    Allah Yang Mengarahkan Diri Kepada Dunia
    Yohanes 3:1-17
    “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,” demikian pernyataan dahsyat Yesus di dalam Yohanes 3:16, yang telah menjadi...
  • keluarlah
    Keluarlah, Berbuatlah!
    Kisah Para Rasul 2:1-21
    Sebelum peristiwa Pentakosta berlangsung, para murid tampaknya masih berada dalam situasi yang membingungkan hati. Tentu mereka sangat dikuatkan setelah...
Kegiatan