Seri Keajaiban Natal 2018

Keajaiban Belas Kasihan

Belum ada komentar 55 Views

Apa bedanya kasihan dengan belas kasihan Tuhan?

Dua puluh tahun yang lalu waktu saya melayani di sebuah rumah singgah, seorang ibu berlari menemui saya, “Bu, ini buat ibu!” Saya membuka bungkusan yang lusuh itu dan sebuah sisir bekas kuno ada di tangan saya.

Saya tidak mengenal siapa ibu itu. Dia sudah lama rupanya tinggal di rumah singgah (sebut saya begitu) untuk orang-orang yang keluar dari Rumah Sakit Jiwa namun keluarga tidak bisa tinggal bersama mereka karena satu dan lain hal. Sisir itu memang tidak pernah saya pakai. Namun cintanya yang tulus, yang diberikannya kepada saya membuat saya belajar bagaimana memberikan cinta yang juga tulus kepada sesama.

Saat Tuhan berbelas kasihan kepada kita, Dia memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita idam-idamkan. Dia tahu apa yang kita perlukan, Dia memenuhinya agar kita tahu bahwa Dia peduli serta mengerti keterbatasan dan kesulitan kita.

Dari seorang ibu yang terbatas dalam kesehatan jiwanya, saya melihat Tuhan bekerja memenuhi kebutuhan saya. Seorang ibu yang tidak menyayangkan miliknya, dan memberikannya kepada saya agar saya belajar juga untuk memberi dengan tulus dan sepenuh hati.

Dalam bacaan kita Tuhan berbelas kasihan kepada kita dengan mengeluarkan kita dari kegelapan menuju terang. Itulah hal utama yang rupanya sangat kita perlukan. Kita perlu keluar dari cara hidup yang menyeret kita ke dalam genangan dosa, agar secara ajaib kita dapat berjalan dalam kebenaran dan hidup.

Dia hari ini bertanya kepada saudara, maukah saudara menerima belas kasihan Allah itu dengan caraNya yang ajaib?

Ia sedang memberikan jalan agar kita keluar dari gelap menuju terangNya. Maukah kita
alami belas kasihanNya untuk diteruskan kepada sesama?

Bapa di Surga, kami mengharapkan kuasa belas kasihanMu menyapa hati kami sehingga kami juga dapat menyalurkan itu kepada sesama. Berkati, bekerjalah ya Bapa. Dalam nama Yesus, kami berdoa. Amin.

RJS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Hidup Penuh Roh
    Yohanes 7: 37-39
    Undangan Tuhan Yesus “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” ditujukan kepada siapa saja yang dalam hidupnya mengalami...
  • Hidup dipelihara Tuhan
    Yohanes 17:1-11
    Doa Tuhan Yesus “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka (baca: para murid, jemaat Tuhan) dalam nama-Mu” (ay.11), sekaligus merupakan...
  • Saya Cinta Yesus
    Yohanes 14:15-21
    Definisi cinta yang dimaksud supaya tidak salah arah harus dikaitkan dengan konteks pembicaraan. Mencintai atau mengasihi merupakan kata yang...
  • The Journey Is Home
    Yohanes 14:1-14 dan Kisah Para Rasul 7:55-60
    Pemberitaan di Media yang begitu marak tentang pandemi Covid-19, khabarnya telah meluluh lantakkan kehidupan rutinitas. Melongok keluar sebentar, maka...
  • Hidup Bersatu
    Hidup Bersatu
    Kisah Para Rasul 2:42-47
    Pada masa ini, kesatuan sebagai warga negara Indonesia tampaknya sedang diuji. Sebab kita sedang menjalani kehidupan yang terpisah dari...
Kegiatan