Kau dan Aku Adalah Satu

Kau dan Aku Adalah Satu

Belum ada komentar 17 Views

Keterbukaan membuat kita melihat dunia ini dengan cara baru dan lebih berwarna. Keterbukaan memampukan kita menghargai perbedaan. Keterbukaan menyadarkan kita untuk membangun persatuan sebab tanpanya kita menjadi lemah. Di dalam keterbukaan mata kita melihat banyak warna membentuk sebuah lukisan yang indah. Keterbukaan membuat telinga kita mendengar banyak suara dan mengelolanya menjadi simfoni yang indah.

Paulus menggunakan analogi tubuh yang memiliki banyak perbedaan dan disatukan untuk saling menopang dan melengkapi. Perbedaan menjadi alasan utama untuk membangun kesatuan. Kesatuan yang menghasilkan karya yang menjadi berkat bagi kehidupan bersama dan pada akhirnya kemuliaan bagi nama Allah.

Ketika kita membangun sikap keterbukaan bukan saja di antara kita sebagai jemaat Tuhan tetapi juga dengan sesama di sekitar kita maka kita menemukan begitu banyak perbedaan. Perbedaan yang dijadikan alasan bagi dunia untuk membangun tembok yang memisahkan satu dengan yang lain. Tetapi keterbukaan dalam kaca mata iman dalam Yesus Kristus justru membuat kita semakin disatukan dan memiliki ketergantungan untuk menghadirkan damai sejahtera. Di dalam keterbukaan kita menggandeng makin banyak tangan untuk menolong sesama. Kita semakin memiliki banyak telinga untuk mendengar kesulitan orang lain. Memakai segala kemampuan untuk menuntaskannya bersama-sama. Keterbukaan membuat kita menjadi tubuh yang kuat dan tangguh mewujudkan damai sejahtera. Semangat keterbukaan membangun kesatuan telah lama dirindukan mari wujudkan sekarang!

Imagine all the people living life in peace…
I hope someday you’ll join us
And the world will be as one
(Imagine-John Lennon)

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan