Kasih Yesus bagi Pak Ipi

Kasih Yesus bagi Pak Ipi

3 Komentar 18 Views

Tuhan Yesus hadir dalam mimpi orang yang belum mengenal-Nya dan mengabulkan doanya. Mungkinkah itu? Apakah orang yang bukan Kristen dapat melihat Tuhan Yesus dalam mimpi dan memperoleh kasih karunia-Nya?

Matius 15:25-28 menceritakan suatu percakapan antara Yesus dengan seorang perempuan Kanaan yang memohon pertolongan bagi anaknya yang sakit.Yesus menguji hati perempuan ini dengan berkata, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Memang pada zaman itu, bangsa Israel menganggap diri mereka jauh lebih tinggi daripada bangsa Kanaan, dan keadaan ini disadari benar oleh perempuan itu. Tetapi ia tidak putus asa. Dengan rendah hati ia menjawab, “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Hati Yesus tersentuh dan Ia kemudian berkata, “Hai Ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anak itu sembuh.

Iman perempuan yang dengan sungguh-sungguh percaya bahwa Tuhan Yesus dapat menyembuhkan anak kekasih hatinya inilah yang menyembuhkan anaknya!

Kejadian yang serupa juga dialami oleh Pak Ipi, sebagaimana yang diceritakannya kepada saya di salon kecil miliknya pada tanggal 14 Desember 2008 yang lalu. Hari itu, sepulang dari gereja, saya pergi ke salonnya untuk menyanggul rambut saya karena akan menghadiri pesta pernikahan seorang teman. Sudah lama saya tidak ke salon itu yang letaknya tak jauh dari rumah saya di daerah Cidodol, Kebayoran Lama. Profesi yang dijalani Pak Ipi itu diperolehnya karena ia dulu pernah bekerja sebagai asisten di salon Ibu Non Kawilarang.

Setiba saya di salon tersebut, Pak Ipi menyambut saya dengan uluran tangan sambil mengucapkan, “Terima kasih banyak Bu, karena anak saya sudah dioperasi. Semua itu hanya berkat e-mail Ibu.” Saya agak terkejut, karena terus terang saya sudah lupa.

Kemudian saya teringat bahwa pada suatu hari ketika saya masih bekerja di sebuah kantor pengacara, mata saya tertuju pada halaman di sebuah majalah yayasan yang memperlihatkan foto seorang anak perempuan yang tadinya sumbing, namun berkat bantuan dokter-dokter yayasan tersebut, akhirnya dapat memperoleh bibir normal dan tersenyum manis di dalam foto lainnya. Saya langsung menghubungi Pak Ipi yang sering menceritakan kepada saya tentang putri keduanya yang lahir dengan bibir sumbing. Putrinya ini memang pernah dioperasi pada waktu kecil tetapi kurang  berhasil, sehingga masih kelihatan bekas operasi kasar dan giginya pun sedikit keluar. Pak Ipi sangat mendambakan agar anaknya yang bernama Ratu Trini itu dapat memperoleh bibir yang indah, namun biaya operasi tersebut cukup mahal sedangkan ia bukan orang yang mampu.

Segera setelah mendapat data tentang keluarga dan anaknya itu, saya mengirim e-mail kepada yayasan tersebut. Yayasan itu menanggapi dengan baik dan mengirimkan perwakilan ke rumah Pak Ipi, namun setelah melihat kondisi Trini, mereka mengatakan bahwa anak ini pernah dioperasi jadi tak dapat dioperasi lagi. Mendengar kabar itu dari Pak Ipi, hati saya pun ikut kecewa, tetapi saya berkata kepadanya agar ia terus berdoa supaya Tuhan Yang Maha Kuasa memberi jalan keluar yang baik.

Saya sama sekali tak ingat bahwa beberapa waktu kemudian, saya meminta pembantu saya untuk menyebarkan sebuah fotokopi e-mail yang dikirimkan seorang teman, berisi informasi tentang penyelenggaraan operasi gratis, untuk penyakit katarak, bibir sumbing, tumor kecil, hernia, yang akan dilakukan pada hari Sabtu & Minggu tanggal 5 dan 6 Juli 2008 pukul 08.00 di Rumah Sakit Dr. Suyoto, Pusrehab Dephan, Jl. RC Veteran No.178 Jakarta Selatan, dalam rangka HUT ke-40 Pusat Rehabilitasi Departemen Pertahanan tersebut. Ternyata e-mail itu menghidupkan kembali harapan di hati Pak Ipi sehingga ia segera menghubungi pihak penyelenggara untuk mendaftarkan anaknya.

Sejak permintaan Pak Ipi untuk memperbaiki bibir sumbing anaknya itu ditolak oleh yayasan tadi, hati Pak Ipi sangat sedih namun ia tetap berdoa dengan mengucurkan air mata agar anaknya dapat dioperasi kembali. Dengan polos ia berkata kepada saya, “Saya selalu berdoa pada Tuhannya Erna, agar putri saya Trini mendapat kesempatan dioperasi kembali.” Pak Ipi pernah bercerita bahwa putrinya yang sudah menginjak masa remaja (12 tahun) itu sangat pemalu, rendah diri dan hampir tidak mau bergaul walau pun diajak oleh kakak perempuannya. Kedua anak ini sudah ditinggal cerai oleh ibu mereka ketika Trini baru berumur 2,5 bulan. Sejak saat itu sebagai orang tua tunggal, Pak Ipi dengan penuh kasih sayang membesarkan anak-anak ini.

Suatu malam, Pak Ipi bermimpi melihat seorang Barat dengan jenggot dan pakaian putih datang berdiri di pekarangan depan rumahnya namun tidak mengatakan apa-apa. Menurut penuturannya, sosok orang tersebut seperti gambar yang pernah dilihatnya dulu di rumah ibu Non Kawilarang. “Orang Barat itu tidak menginjakkan kakinya di tanah, tapi mengambang,” kata Pak Ipi sambil menunjukkannya dengan kedua jari tegak di atas meja rias salonnya tetapi tidak menyentuh dasar meja itu. Saya langsung berkata, “Pak Ipi, Anda beruntung karena Yesus Kristus telah mengunjungi Anda dalam mimpi dan memberkati Anda.”

Keesokan hari setelah mimpi tersebut, Pak Ipi mendapat surat untuk datang ke rumah sakit guna mengoperasikan anaknya. Singkat cerita, setelah menyelesaikan prosedur administratif, pemeriksaan darah dan kesehatan, akhirnya Trini berhasil dioperasi oleh tim dokter RS Elizabeth dari Singapura (mungkin RS Mount Elizabeth), malah juga dijenguk oleh seorang dokter dari Malaysia. Kini Trini sudah dapat tersenyum indah dengan bibir normal.

Kesaksian indah yang dibagikan oleh Pak Ipi kepada kita membuktikan bahwa Tuhan Yesus Kristus hidup. Ia tetap berkarya dan mendengarkan doa yang dinaikkan setiap orang kepada-Nya dengan iman yang teguh. Sungguh indah bahwa Yesus Kristus dapat muncul dalam mimpi seseorang yang belum mengenal-Nya dengan baik, dan memberi solusi terhadap masalah yang dihadapinya.

Kitapun sebagai umat yang percaya kepada-Nya harus yakin bahwa Yesus Kristus dapat menolong kita, karena tak ada hal yang mustahil bagi-Nya. Kiranya kisah Pak Ipi yang sederhana ini dapat menguatkan iman kita. Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati kita semua.

Erna L. Kusoy

3 Comments

  1. Jefry Adiyatma. K

    sungguh…

    kasih-Nya sangat besar…!!!

    membaca kesaksian di atas, aku smakin yakin akan kuasa dan kasih Yesus tak akan berkesudahan…
    dan Ia mengasihi siapapun…!!!!

  2. Erna L. Kusoy

    Dear Pak Jefry Adiyatma, – sungguh besar kuasa Jesus Kristus Tuhan dan Juruselamat kita umat Kristiani yang menyaksikan kasih dan perhatian Tuhan juga terhadap “saudara” kita yang yakin dan percaya akan kebesaran Tuhan kita. Lupa saya ceriterakan bahwa pak Ipi jauh sebelum peristiwa indah ini pernah mengtakanpada saya bawa ia bermimpi berdiri didepan Gereja Kathedral – itu befrahun-tahun yl. Terimakasih atas tangapan Pak Jefry Adiyatma.

  3. helen

    sungguh Tuhan membuktikan sama pak Ipi bahwa mujizat masih ada…. Bu,kalo boleh minta alamatnya pak Ipi,kami teman dan sdh lama sekali tidak ketemu….trimakasih

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Sudut Hidup
  • Kisah Nyata Kehidupan Sahabatku
    Kisah Nyata Kehidupan Sahabatku
    Kisah ini bermula pada tahun 1971, ketika tugasku beralih menjadi “eksekutif” salah satu organisasi komoditas tanaman keras yang baru...
  • BAKSOS Katarak yang berkesan dalam
    BAKSOS Katarak yang berkesan dalam
    Sejak kecil, aku dididik ayah untuk berdoa setiap pagi sebelum melakukan aktivitas hari itu. Sampai kini, doa pagi itu...
  • Mozaik Kehidupan
    Mozaik Kehidupan
    Salah satu kegemaran saya adalah bidang sejarah. Selain sejarah perkembangan peradaban dan sejarah politik, sejarah gereja menarik minat saya....
  • Lely simatupang: Fighting for My One Minute
  • Ruth K. Trijoso: Tantangan  Menghadapi  Transplantasi  Kornea
Kegiatan