Kasih yang Memberi  Masa Depan Cerah

Kasih yang Memberi Masa Depan Cerah

1 Komentar 43 Views

Bapa, ajar hamba dan berilah hamba kemampuan untuk lebih lagi bermurah hati, untuk tidak membiarkan begitu saja waktu dan kesempatan berlalu guna menolong, memberi semangat, menghibur dengan rajin dan cermat, serta melayani orang dengan penuh kasih.

Suatu hari, sekitar lima tahun yang lalu, Ibu Hetty Mawuntu, istri Bupati Minahasa Selatan, membawa seorang anak yang menderita hydrocephalus (kepala besar) dari Manado untuk dirawat di RSCM, dengan dukungan biaya dari sekelompok ibu. Namun di pertengahan perawatan, sponsor itu berhenti dan diteruskan oleh Ibu Hetty sendiri sampai selesai. Kepedulian Ibu Hetty menggerakkan hati saya untuk juga berbuat sesuatu bagi anak-anak yang membutuhkan pertolongan, terutama anak-anak yang menderita bibir sumbing, tidak punya langit-langit atau tidak punya anus.

Pada waktu itu, daerah Minahasa Selatan baru dibuka dan ternyata di sana ada banyak sekali anak dengan cacat seperti itu.

Harapan saya disambut baik oleh Ibu Hetty, sehingga mulailah anak-anak itu dikirim satu per satu dari Minahasa Selatan ke Jakarta untuk dioperasi, dan diawali oleh Karen. Setelah Karen, datanglah Syukri (dari “Syukur” dan “Terima kasih”), dan disusul oleh anak-anak yang lain. Pekerjaan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan rakyat Minahasa Selatan, yang mencari anak-anak dari keluarga miskin di daerah mereka untuk ditolong. Mereka juga menanggung biaya perjalanan anak-anak itu beserta ibu mereka dari Manado ke Jakarta dan sebaliknya. Selain itu, saya juga mendapat dukungan penuh dari Yayasan Tunas Harapan yang membiayai operasi dan rawat inap setiap anak selama lima hari. Namun biaya-biaya persiapan operasi (general check-up, penginapan, transpor, dan lain-lain) ditanggulangi secara swadaya.

Program yang saya kerjakan ini akan terus berlanjut karena masih banyak anak di daerah yang sangat membutuhkan bantuan, bukan hanya mereka yang mengalami cacat tubuh saja, tetapi juga mereka yang memerlukan nutrisi sehat bagi perkembangan tubuh mereka dan segala keperluan sekolah (seragam, tas, baju). Untuk itu saya mohon doa untuk kelangsungan program ini, dan bagi siapa saja yang terketuk hatinya untuk ikut memedulikan nasib anak-anak yang serba kekurangan ini, saya menyambut uluran tangan Anda dengan penuh sukacita.

Evie Kamil

Terima kasih atas kerjasama yang tulus ikhlas dari semua pihak:

  1. Pemerintah dan rakyat Minahasa Selatan, Manado-Sulawesi Utara. Bpk. Drs. Ramoy M. Luntungan dan Ibu Hetty Mawuntu S.Pd. dan staf.
  2. Yayasan Tunas Harapan Jakarta, dokter-dokter, paramedis dan semua pihak yang membantu terlaksananya perawatan dan operasi-operasi: Klinik Langit-Langit dan Celah Bibir, Klinik Bedah Anak, Widuri, R.S. Harapan Kita.
  3. Seluruh keluarga saya: Eddy Kamil, suami saya, Erwin dan Ernald, anak-anak saya, Lady dan Luti, menantu-menantu saya. Keluarga Besar Hj. Abdullah Kamil dan Keluarga Besar Piet Wullur-Tintingon di Laikit-Dimembeh-Tonsea, Manado.
  4. Persekutuan Doa Pagi GKI PI dan P.D. Kinasih serta sahabat-sahabat, hamba-hamba Tuhan yang senantiasa berdoa buat kami.

1 Comment

  1. SANDRA

    AJARILAH KAMI BAHASA CINTA-MU AGAR KAMI DEKAT PADA-MU YAH TUHANKU … AJARILAH KAMI BAHASA CINTA-MU AGAR KAMI DEKAT PADA-MU….MAKA, bagikanlah apa yang ada padamu kepada mereka yang SANGAT membutuhkannya!

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Sudut Hidup
  • Kisah Nyata Kehidupan Sahabatku
    Kisah Nyata Kehidupan Sahabatku
    Kisah ini bermula pada tahun 1971, ketika tugasku beralih menjadi “eksekutif” salah satu organisasi komoditas tanaman keras yang baru...
  • BAKSOS Katarak yang berkesan dalam
    BAKSOS Katarak yang berkesan dalam
    Sejak kecil, aku dididik ayah untuk berdoa setiap pagi sebelum melakukan aktivitas hari itu. Sampai kini, doa pagi itu...
  • Mozaik Kehidupan
    Mozaik Kehidupan
    Salah satu kegemaran saya adalah bidang sejarah. Selain sejarah perkembangan peradaban dan sejarah politik, sejarah gereja menarik minat saya....
  • Lely simatupang: Fighting for My One Minute
  • Ruth K. Trijoso: Tantangan  Menghadapi  Transplantasi  Kornea
Kegiatan