Kami telah melihat Tuhan

Yohanes 20:24-29

Belum ada komentar 104 Views

“Kami telah melihat Tuhan”…wow, coba perhatikan kata ‘kami’. Sekelompok mayoritas yang begitu yakin! Bandingkan dengan Thomas yang sendirian. Minoritas! Ah, si peragu ini…abaikan saja!! Begitukah?? Apalagi ketika pernyataan Thomas itu sungguh berlawanan dengan pernyataan mayoritas! Gilas saja!! Orang jawa mengatakan: ‘ilang-ilangan endog siji’, Cuma hilang satu telur, tidak masalah.

Ternyata kisahnya tidak begitu. Thomas tidak ditolak oleh mayoritas! Ia bersama mereka meskipun ada pada posisi berbeda. Yang lebih menarik, Yesus datang untuk melayani Thomas secara pribadi. Yesus ingin agar Thomas menjadi bagian dari mereka yang sudah melihat Tuhan.

Dalam hidup beriman, selalu ada orang-orang yang seperti Thomas. Mereka bergerak dengan basis data dan memang tidak mudah percaya. Yohanes secara sengaja memunculkan kisah Thomas ini untuk mengajarkan kepada kita: ‘bahwa orang seperti Thomas ini tetap adalah saudara kita’. Mereka harus dibantu untuk bisa meyakini kebenaran bersama. Lihatlah, bahkan Yesus sendiri datang secara pribadi kepada Thomas.

Ah…alangkah indahnya ketika si peragu pada akhirnya bisa ikut berkata: “Kami sudah melihat Tuhan!”

RDJ

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
  • Praktik Keagamaan yang Koruptif
    Korupsi adalah praktik yang menguntungkan diri sendiri dengan cara memanipulasi secara negatif sebuah hal. Memang, di Indonesia, terminologi korupsi...
  • Sekolah Kehidupan: Tuhanku, Rajaku!
    Mazmur 96:10a
    Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja!” Apa yang mengendalikan hidup kita setiap hari? Kita bisa dikendalikan oleh agenda...
Kegiatan