Jangan Pandang Ringan Perkataan

Jangan Pandang Ringan Perkataan

Belum ada komentar 119 Views

Perkataan Dapat Mengubah Pandangan

Fakta ini dialami oleh seorang bapak tunanetra di Amerika. Ketika ia memasang tulisan “I’m blind, please help”, hanya sedikit orang yang tergerak hati untuk mengulurkan tangan dan memberi uang receh kepadanya. Tapi atas jasa seorang mahasiswi, yang mengubah tulisan itu menjadi rangkaian kata-kata ‘sakti’ “It’s a beautiful day, and I can’t see”, maka sumbangan pun datang melimpah. Ternyata kata-kata ini memiliki kekuatan untuk menggugah rasa syukur, dan sekaligus belas kasihan yang mendalam!

Kata-Kata yang Membebaskan Seorang Gadis yang Tertawan

Di Perjanjian Lama, tepatnya di 2 Raja-Raja 5:3-5, ada kisah menarik tentang Naaman, panglima raja Aram yang pada akhirnya dibebaskan dari penyakit kustanya, hanya karena perkataan seorang budaknya. Budak perempuan itu adalah tawanan perang dari Israel, yang menginformasikan kepada isteri Naaman bahwa di Samaria tinggal seorang nabi (Elisa) yang dapat menyembuhkan majikannya.

Sangat mengherankan bahwa perkataan gadis kecil dengan status budak dan tawanan itu, telah ditanggapi secara serius oleh Naaman yang berpangkat tinggi. Hal itu mengisyaratkan bahwa:

  1. Gadis sederhana itu setiap hari pasti telah membuktikan kejujurannya, sehingga ketika menyampaikan anjuran yang penting itu, ia dapat dipercaya.
  2. Pada dasarnya hati Naaman mengagumi Tuhan bangsa Israel dan para nabi-Nya, sehingga ia tak segan-segan meminta bantuan untuk disembuhkan dari penyakitnya.
  3. Dan memang sakit kustanya itu membuat Naaman sangat ketakutan. “Bagaimana kalau penyakit ini sampai tak tersembuhkan?”

Ada beberapa hal lagi yang menarik dalam kisah ini,

  1. Selain dipercaya oleh Naaman dan istrinya, perkataan budak kecil itu ternyata juga bisa meyakinkan Raja Aram. Sang raja menindaklanjuti dengan mengirim surat ke Raja Israel.
  2. Tetapi raja Israel beranggapan bahwa raja Aram hanya mau mencari gara-gara untuk berperang, sebab bagaimana mungkin penyakit kusta disembuhkan?
  3. Dalam proses kesembuhannya, ternyata Naaman telah melakukan apa yang dikatakan oleh para hamba yang rendah derajatnya: Pertama, gadis tawanan, budaknya itu. Kedua, pesuruh Elisa yang menyuruh Naaman mandi tujuh kali di sungai Yordan. Ketiga, para pegawainya yang membujuknya agar bersedia melakukan apa yang disampaikan oleh pesuruh Elisa, ketika dalam kegeramannya ia berniat untuk segera kembali ke negerinya.

Jika kita cermati pimpinan Tuhan atas Naaman, jelaslah bahwa untuk menerima rahmat-Nya, ia harus memiliki kerendahan hati untuk mendengarkan perkataan orang-orang sederhana yang dipakai oleh Tuhan. Mungkin itulah sebabnya muncul semboyan, “Suara rakyat adalah suara Tuhan.”

Jadi, kita jangan pandang ringan perkataan seseorang. Tuhan sering menggunakan perkataan sesama kita untuk menyampaikan pesan-Nya. Suara anggota keluarga dan sesama terdekat kita, tentu paling sering dipakai Tuhan sebagai penyambung lidah-Nya. Apalagi perkataan pasangan hidup kita, orang yang sudah dipersatukan dengan kita oleh Tuhan.

Cukup Satu Kata

“To the intelligent man, a word is enough.” (Thomas A Kempis)

Para Gembala yang Hina Menyampaikan Kata-Kata yang Mulia
“Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya” (Lukas 2:18,19).

Untuk orang yang cerdas, satu kata sudah cukup. Tapi bagaimana jika yang menyampaikan kata-kata itu adalah para gembala, yang konon tak dihargai di pengadilan, saat mereka tampil sebagai saksi. Di mata masyarakat Yahudi, mereka sama sekali tidak tergolong cerdas. Namun yang sangat menarik adalah bahwa para malaikat Tuhan justru menyampaikan berita kelahiran Sang Mesias kepada para gembala. Semua ini pasti sudah ada di dalam rencana Tuhan yang Mahabijaksana.

Pada Natal Perdana yang penuh kekudusan surgawi malam itu, kemuliaan Tuhan telah membungkus kesaksian para gembala yang dipakai sebagai perantara-Nya. Khotbah yang pertama di dunia ini tidak disampaikan dengan perkataan berbobot seperti para pelayan Firman Tuhan, tapi singkat dan padat, tidak pakai banyak bumbu, fresh from the heaven, dan tentu saja berita Injil ini mendatangkan sukacita.

Meski Yusuf dan Maria adalah orangtua bayi Yesus, namun keajaiban Natal perdana baru lengkap setelah pengalaman para gembala diikutsertakan.

Yesus Berkata Kepada Anak Muda Dari Nain Yang Akan Dikuburkan (Lukas 7:14)
Sulit dipahami bahwa Yesus berkata kepada mayat yang sebenarnya sudah tak dapat mendengar, “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” Namun kuasa sabda-Nya yang tak berbatas itu telah menghunjam masuk ke dalam kematian, untuk mendatangkan kehidupan … yang kedua!

Yesus Memanggil Lazarus Supaya Keluar Dari Kuburnya (Yohanes 11:43)
“Lazarus, marilah ke luar!” Padahal mayat Lazarus sudah bau, karena empat hari lamanya di dalam kubur.

Meneduhkan angin ribut dan menyembuhkan penyakit hanya dengan perkataan-Nya sudah mengagumkan orang, namun terlebih lagi ketika Yesus membangkitkan orang mati. Kematian, yang dianggap manusia sebagai akhir dari segalanya dan merupakan masalah terbesar yang selamanya tidak bisa diatasinya, tunduk pada kata-kata Yesus yang penuh dengan kuasa.

Kematian pemuda Nain maupun Lazarus ditandai dengan dukacita dan tangisan, bahkan Tuhan Yesus sendiri juga menangis: “Maka menangislah Yesus” (Yohanes 11:35). Di sini kita melihat toleransi ilahi Yesus Kristus yang sangat tinggi atas manusia, sebab Dia bersedia ikut merasakan duka terdalam sebagai dampak dari kematian itu. Percayalah, bahwa kesedihan hati-Nya benar-benar tulus dan tanpa kepura-puraan, sekalipun niat-Nya sudah bulat untuk menghidupkan Lazarus.

We understand death for the first time when He puts his Hand upon one whom we love. (Anne L. De Sta)

Dari dulu sampai sekarang, di dunia ini “Tidak ada satu perkara positif yang mustahil dilakukan oleh Yesus Kristus.” Dan kita mengamini bahwa perkataan Yesus Kristus memiliki kuasa untuk membangun jiwa manusia yang hidup maupun yang mati!

Pdt. Em. Daud Adiprasetya

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Bible Talks
  • Beragam itu Anugerah
    Ketika menggumuli tema dalam teropong ini, muncul pertanyaan yang menantang untuk didalami: keberagamaan itu sebenarnya anugerah atau kepahitan ya?...
  • Saling Menerimalah
    Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. (Roma 15:7)...
  • Kemenangan Kebangkitan
    Puncak kegagalan upaya Iblis menghambat Misi Allah
    Manusia diciptakan menurut gambar Allah, dengan harapan ia akan bersifat dan berkepribadian seperti (yang dikehendaki) Allah, serta dirancang untuk...
  • Pengharapan Akan Hari Esok
    Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. (Amsal 23:18)
    Kepada sepasang suami istri yang sudah beberapa tahun menikah tapi belum juga dikaruniai keturunan, saya pernah mendoakan sambil menyerahkan...
Kegiatan