Jangan Menghalang-halangi Mereka!

Jangan Menghalang-halangi Mereka!

1 Komentar 27 Views

Berapa harga “anak-anak” dalam pandangan kita?

Seorang pelatih sepak bola terkenal di Universitas Southern California, John McKay, suatu kali dimintai komentar tentang anaknya, John Junior yang juga merupakan pemain hebat dalam tim itu. Katanya, “Saya senang karena John mengalami kompetisi yang baik tahun ini. Ia telah bermain dengan hebat dan saya bangga kepadanya. Namun, saya juga akan sama bangganya kepada John Junior, bila ia tidak pernah bertanding sama sekali.”

Sayangnya, di jaman ini ternyata masih banyak orangtua yang kurang menghargai hak anak dengan cara menghalangi mereka datang kepada Yesus. Penghalang itu dapat berupa ajakan untuk berekreasi di sepanjang hari minggu, ijin untuk menonton film di jam Sekolah Minggu atau permakluman jika anak mengantuk sehingga absen beribadah, serta bersaat teduh.

Syukurlah Yesus mengingatkan kita bahwa anak-anak penting dan berharga. Bahkan lihatlah, mereka dapat menjadi teladan bagi kita. Ada seorang anak balita yang terbangun di malam hari hanya untuk dibacakan Alkitab seperti malam-malam yang lalu. Ada seorang anak kelas kecil yang membangunkan adik-adiknya untuk pergi ke Sekolah Minggu sementara orangtuanya masih tidur di minggu pagi. Ada pula seorang anak kelas besar yang mendoakan orangtuanya yang kerasukan setan. Anak-anak kita dapat juga menjadi ‘guru’ bagi kita, jika kita membawanya dengan sungguh-sungguh kepada Yesus.

Bagi orangtua: Halangan apa yang hendak kita singkirkan agar anak-anak semakin mendekat kepada Yesus?

Bagi para anak: Apakah kita sedang mendekat kepada Yesus atau menjauh dari-Nya?

[Rdj]

1 Comment

  1. afer dirk malanguna

    Pertanyaan intinya sesungguhnya adalah: Bagaimana agar anak2 kita bisa menampakkan wajah Yesus dalam kesehariannya? Lalu, apakah jawabannya: dengan rajin sekolah minggu, berdoa, dan sederet ‘kegiatan seremonial’ kristiani lainnya? Ini memang tidak salah. Namun, menurut saya, ini hanyalah ‘kulit luar’ dari seorang pengikut Kristus yang sesungguhnya. Ketika masih pemuda, saya aktif mengajar di sekolah minggu. Dan ketika berumahtangga, rumah saya selama 10 tahun lebih dijadikan sebagai tempat kegiatan sekolah minggu, krn di kompleks kami sedang diusahakan pembangunan sebuah gereja. Saya punya pengalaman menarik: Ada beberapa anak yang tiap kali sekolah minggu selalu datang paling cepat, mereka juga paling cepat menghapal ayat2 Alkitab dan doanya pun sangat lancar……tapi fakta bahwa di luar…ada bbrp dari anak2 tsb yang melakukan kenakalan2 yang ‘di luar batas’….membuat saya mulai berpikir…..apakah rajin sekolah mg….doa yang lancar…hapal ayat Alkitab….adalah sebuah ‘jaminan’ kesalehan seorang anak…? Ternyata TIDAK!….Lalu apa? KIta…baik sebagi orang tua maupun pembina iman, terkadang hanya ingin mencapai target ‘kulit luar’ tadi….sedangkan masalah inti dalam kekristenan (IMAN TANPA PERBUATAN ADALAH SIA2) sering diabaikan. Bahkan, saya pernah menegur seorang guru sekolah mg yang menjawab pertanyaan seorang anak: POKOKNYA…..(kata gutu sekolah minggu)…SEMUA ORANG KRISTEN MASUK SURGA…..(meski dia banyak dosa? tanya si anak) YA…KRN YESUS TELAH MENEBUS DOSA KITA (meski dia seorang pembunuh, perampok, pendusta, koruptor…..si anak seperti histeris) YA…POKOKNYA, KRISTEN MASUK SURGA. Terbayang gak apa yang ada dalam benak si anak…? pasti dia akan bilang ENAK BENER JD KRISTEN…BAJINGAN PUN PASTI MASUK SURGA….Nah, cara berpikir seperti ini jg yang msh banyak ‘diajarkan’ bahkan di gereja……Jujur, saya tdk bs membayangkan generasi kristen bgm yang akan dihasilkan dengan ajaran seperti itu……Krn itu, tugas org tua, tdk hanya mengajarkan ‘seremoni kristiani’ kepada anak, tapi ‘inti’ dari ajaran Yesus yang harus dilakukan dalam perbuatan. KRN YESUS SAYANG PADAMU….MAKA, KAMU HARUS MELAKUKAN YANG TERBAIK UNTUK DIA…..Bukan hanya dengan kata, tapi perbuatan…sekali lagi….PERBUATAN…..!

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan