“Jangan Bawa Kami kedalam Pencobaan”

“Jangan Bawa Kami kedalam Pencobaan”

Kej. 2:15-17, 3:1-7; Mzm. 32; Rom. 5:12-19; Mat. 4:1-11

Belum ada komentar 31 Views

Permohonan “janganlah membawa kami ke dalam pencobaan”, seringkali menimbulkan pemahaman yang keliru, karena seolah-olah doa ini menjadi permohonan supaya Allah jangan bertindak mencelakakan kita dengan memasukkan kita ke dalam pencobaan. Kata “Membawa” berasal dari kata Ibrani/Aram yang secara harafiah berarti “menyebabkan pergi (jatuh)”, dengan demikian kalimatnya seharusnya dipahami menjadi “Sebabkanlah (buatlah/jagalah) kami supaya tidak masuk (jatuh) ke dalam “pencobaan” atau “bantulah kami supaya terhindar dari pencobaan”.

Dalam masyarakat kita pencobaan (baca: godaan) yang paling nyata adalah ketika orang berlomba-lomba mendapatkan keagungan melalui nama besar dan termasyhur. Oleh sebab itu surat kabar atau media lainnya terus-menerus menyampaikan pesan kepada kita: yang penting adalah dikenal, dikagumi, disanjung – entah Anda itu seorang tokoh politik, tokoh agama, pegawai, guru, pedagang, dll.

Namun sebenarnya, seperti yang digambarkan Matius, keagungan yang sejati itu seperti yang dilakukan oleh Yesus, adalah sesuatu yang tersembunyi, sederhana, rendah hati, dan tidak memaksakan diri. Tidak mudah bagi kita untuk mempercayai diri kita dan karya-karya kita tanpa pengakuan publik. Kita seharusnya mempunyai rasa percaya diri yang kuat disertai kerendahan hati yang mendalam seperti yang dilakukan oleh Yesus dalam menghadapi dan mensikapi pencobaan. Fokus Yesus bukan pada mampu atau tidak mampu, boleh atau tidak boleh, tetapi hati yang tetap berpegang teguh pada Firman yang berbicara. Sekalipun Yesus punya kuasa dan kewenangan, tetapi Ia tetap rendah hati dan tunduk pada Sabda BapaNya. Yesus menyadari bahwa ia sedang melakukan rancangan Bapa dan Ia melaksanakan dengan sabar, tekun, dan penuh cinta, tanpa harus mencari pujian.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Hidup Adalah Ujian!
    Markus 1:9-15
    Istilah kawah Chandradimuka sering dipakai untuk memberi gambaran tentang ladang tempaan atau tempat uji bagi seseorang. Kawah ini diambil...
  • Wajahku, Wajahmu, Wajah Kristus
    Markus 9:2-9
    Isi hati seseorang biasanya nampak dari wajahnya. Orang lain biasanya mampu membacanya. Muka sedih, muka gembira, muka nyinyir, muka...
  • HOMO HOMINI SALUS
    Homo Homini Salus
    1 Korintus 9:16-23
    Hitam atau putih? Warna hitam biasa dipakai untuk menyimbolkan perilaku jahat dan kejam, sedang putih untuk sikap dan tindakan...
  • tentang Allah
    Bukan tentang Aku atau Kamu, tapi tentang Allah
    Ulangan 18:15-20; Mazmur 111; 1 Korintus 8:1-13; Markus 1:21-28
    Sesuatu yang biasa, jika dalam hidup bersama di suatu komunitas, ada orang-orang yang ingin menonjolkan diri atau ingin dianggap...
  • Jangan Tunda, Sekaranglah Saatnya
    Yunus 3:1-10; Mazmur 62:5-12; 1 Korintus 7:29-31; Markus 1:14-20
    Sudah menjadi kebiasaan di kalangan umat Yahudi, jika seseorang mau belajar tentang keagamaan, maka ia yang menentukan Rabbi yang...
Kegiatan