Iman Dan Perbuatan

Iman Dan Perbuatan

Belum ada komentar 16 Views

Apakah keselamatan hanya oleh iman, atau iman ditambah perbuatan? Apakah saya diselamatkan dengan percaya kepada Yesus, atau saya harus percaya kepada Yesus dan melakukan hal-hal tertentu? (Yak.2:17)

Pertanyaan inilah yang menyebabkan terjadinya perubahan besar dalam perkembangan sejarah gereja. Apakah keselamatan hanya oleh iman saja atau iman ditambah perbuatan? Apakah saya diselamatkan dengan percaya kepada Yesus, atau saya harus percaya kepada Yesus dan melakukan hal-hal tertentu?

Ada beberapa orang yang melihat adanya perbedaan titik berangkat antara Paulus (keselamatan hanya oleh iman saja – Roma 3:28) dan Yakobus (keselamatan oleh iman ditambah perbuatan). Bagaimana kita bisa mempertemukan kedua hal yang sepertinya berbeda ini?

Paulus menekankan bahwa kita diselamatkan oleh Allah hanya karena iman kita dan bukan perbuatan atau kepatuhan kita menjalankan sejumlah peraturan. Ini artinya perubahan terjadi di dalam hati kita dalam memercayai dan menyerahkan hidup kita kepada Allah. Sedangkan Yakobus berusaha menjelaskan bagaimana kita, sebagai sesama manusia, bisa melihat bukti dari iman percaya tersebut (ayat 18).

Yakobus menuliskan surat ini untuk mengingatkan kita bahwa kita diselamatkan karena iman, dan iman akan mendorong kita untuk melakukan perbuatan yang menyenangkan hati Allah. Ketika kita mengimani Allah, maka ini akan terlihat dari sikap hidup dan perbuatan kita. Oleh karena itu, marilah kita tunjukkan buah iman kita dalam hidup sehari-hari. Iman adalah akar kehidupan dan perbuatan baik adalah buahnya, dan kita diundang untuk memiliki akar dan buah yang baik. Kiranya iman kita selalu dikuatkan dan kita bisa menunjukkan buahnya dalam perbuatan kita sehari-hari.

TT

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan