Iman : Aku Percaya dan Taat

Iman : Aku Percaya dan Taat

Belum ada komentar 636 Views

Ada seorang pemain akrobat yang sangat ahli melakukan segala aksi akrobat yang sangat berbahaya. Setiap penampilannya selalu membangkitkan decak kagum dari para penonton. Ia selalu mampu melakukan atraksi dengan mulus tanpa kesalahan.

Suatu ketika pemain akrobat ini akan mencoba atraksi yang baru dan berbahaya yaitu berjalan di seutas tali yang merentang di antara dua buah tebing yang sangat tinggi. Sebelum ia melakukannya, ia bertanya kepada para penonton: “Apakah saudara percaya bahwa saya bisa melakukan atraksi ini?” Penonton menjawabnya: “kami percaya”.

Lalu pemain akrobat itu memulai aksinya. Ia meniti tali itu selangkah demi selangkah dan akhirnya selamat sampai di seberang. Kemudian pemain akrobat ini bertanya lagi kepada penontonnya:”Saudara percaya dengan kemampuan saya?” Penonton berseru: “tentu kami percaya, kami sudah melihatnya”.

Lalu ia bertanya: “siapakah diantara saudara yang bersedia dengan saya meniti tali tersebut, saya akan mengendong saudara dan kita akan meniti bersama”. Tetapi tidak ada jawaban sama sekali dari penonton dan tidak ada seorang pun menerima tawarannya.

Ilustrasi tadi sesungguhnya sering kali menggambarkan sikap kita ketika kita dengan begitu yakin berseru bahwa kita percaya kepadaNya. Kita sering mengakui bahwa Allah adalah pihak yang berkuasa atas langit dan bumi. Di dalam kuasaNya, Ia dapat melakukan segala sesuatu sebab tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Tetapi tiba saatnya ketika harus menyerahkan diri seutuhnya kepadaNya, membiarkan diri kita digendong olehNya meniti perjalanan hidup yang curam, kita mulai menjadi ragu. Kita mengatakan percaya dan yakin kuasaNya tetapi kita ragu untuk taat melakukan perintahNya.

Iman adalah sikap mengakui serta tunduk kepada kemahakuasaan Allah sekaligus mengandung unsur penyerahan diri secara penuh dan kemauan untuk mentaati apa yang menjadi tuntutan dari penyerahan diri tersebut. Beriman adalah sikap mengakui, tunduk, berserah dan taat kepada Sang Khalik.

Pada hakekatnya iman, suatu tindakan yang melibatkan seluruh kepribadian manusia secara utuh. Mari kita beriman kepadaNya dengan menunjukkan ketotalitasan diri kita, mempercayai digendong olehNya dalam kuasa Allah dengan ketaatan melakukan kehendakNya.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yesus dan Petrus
    Ketika Yesus dan Petrus (dan kita) Saling Menghardik
    Yes. 50:4-9; Mzm. 116:1-9; Yak. 3:1-12; Mark. 8:27-38
    Percakapan dimulai dengan sangat indah. Yesus bertanya kepada para murid-Nya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” Lantas para murid mengajukan...
  • anjing dan ludah
    Antara Anjing dan Ludah
    Bacaan Injil kita minggu ini menyajikan dua kisah penyembuhan; yang satu berisi penyembuhan Yesus atas anak seorang perempuan Siro-Fenisia...
  • Ritualisme atau Hati yang Bersih
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mazmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8, 14-23
    Insiden “penistaan agama” terjadi lagi. Kali ini menimpa para murid Yesus. Pelapor dan penuntutnya adalah “serombongan orang Farisi dan...
  • Bersama Mengukir Narasi Cinta Bagi Bangsa
    Ulangan 10: 12-22; Mazmur 15; Roma 2: 12-29; Markus 12: 28-34
    Merupakan anugerah dari Tuhan saat ini GKI melangkah memasuki usianya yang ke 30. GKI menyebut dirinya sebagai Gereja Kristen...
  • Libatkan dan Alami Tuhan
    Ams. 9:1-6; Mzm. 34:9-14; Ef. 5:15-20; Yoh. 6:51-58
    Melalui dua kata kerja “mengecap dan melihat” menurut pemazmur, seseorang dapat mengenal dan mengalami Tuhan dalam kehidupannya. Namun, pengenalan...
Kegiatan