Identitas Sebagai Anak Allah

Identitas Sebagai Anak Allah

Belum ada komentar 137 Views

Ada masa dalam hidup seseorang untuk mencari identitas dirinya. Siapakah saya? Pertanyaan ini perlu dijawab agar kita dapat mewarnai kehidupan kita dengan identitas yang benar. Pada saat kita menjawab bahwa kita ini adalah anak Allah, maka dalam identitas itu memuat banyak aspek yang perlu terwujud dalam sikap dan cara hidup kita.

Ini adalah minggu pertama setelah natal, dan kita membaca Yesus telah bertumbuh makin besar. Pada bacaan kita mengisahkan kehidupan Yesus di usia 12 tahun (ayat 41). Yang menarik adalah jawaban Yesus pada saat Maria menemukan setelah menghilang selama 3 hari, “Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” Jawaban ini tidak mudah dimengerti Maria dan Yusuf, tetapi jawaban ini lahir dari sebuah pengenalan akan identitas diri. Di usia 12 tahun, Yesus mampu merespon bahwa Bait Allah adalah rumah Bapa-Ku. Ia telah mengenal siapa diri-Nya, siapa bapa-Nya dan misi hidup-Nya. Ia mengenal identitasnya dengan baik dan itu mewarnai sikap hidup-Nya

Nah bagaimana dengan kita? Apakah identitas sebagai anak Allah yang selama ini kita gembar gemborkan diiringi dengan sikap mengabdi kepada kehendak Bapa? Apakah apa yang telah kita lakukan dan katakan telah mampu mencerminkan identitas seorang anak Allah? Kemanakah kita mengarahkan kehidupan kita selama ini, untuk kehendak Sang Bapa atau diri sendiri? Kiranya kesadaran dan kemauan dipimpin dalam kuasa Roh Kudus terus membuat kita berjuang untuk menghidupi identitas kita sebagai anak Allah di tengah dunia ini dengan sikap hidup yang mempermuliakan nama Allah.

 

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan