penabur dan benih

Hidup Sebagai Penabur dan Benih

Markus 4 : 26-34

Belum ada komentar 154 Views

Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat Yahudi. Yakni Pemerintahan Mesianis yang lengkap dengan kekuatan dan kuasa untuk menghancurkan musuh-musuh mereka. Tanpa disadari, pemahaman ini kerapkali menjadi konsep kita, Allah hadir untuk membela dan menghancur musuh-musuh kristen. Atau para pelaku kejahatan yang telah menghancurkan gereja dan anak-anak Tuhan. Bagaimana pandangan Yesus tentang Kerajaan Allah ?

Dalam Injil Matius 4:26-34, Yesus mengajarkan hakekat Kerajaan Allah ada di tengah dunia seperti penabur dan benih. Pekerjaan penabur hanya menaburkan benih yang baik. Meskipun di sisi lain penabur juga memiliki pengharapan pada benih untuk bertumbuh, tetapi penabur diingatkan bahwa pertumbuhan benih ada di dalam tangan Tuhan bukan lagi di tangan penabur. Apa maknanya bagi kita :

    1. Kapasitas orang percaya hanya sebagai penabur benih. Benih apa yang sudah kita taburkan? Waktu, tenaga dan harta benda di dalam pelayanan ? atau kasih sukacita dan semangat dalam relasi tanpa diskrimasi ? Hidup dan pertumbuhan benih yang telah ditaburkan adalah anugrah Tuhan.
    2. Kapasitas orang percaya sebagai benih. Bersyukur atas pertambahan usia, kemajuan karir dan pekerjaan, perkembangan pelayanan di dalam keluarga dan gereja. Dan bersyukur atas anugrah Tuhan sejauh telah berdampak positif bagi sesama di dalam dunia. Seperti biji Sesawi yang bertumbuh menjadi besar dan menjadi pohon peneduh bagi semua ciptaan.

Hidup sebagai penabur dan benih merupakan refleksi dan evaluasi bagi orang-orang percaya di dalam Kerajaan Allah. Apakah sudah bertumbuh dan berkembang dan menjadi berkat bagi sesama atau masih berorientasi di dalam gereja dan pada diri sendiri ?

LS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • keluarga yesus
    Menjadi Keluarga Yesus
    Dalam injil Markus 3:35 Yesus berkata : “Barang siapa melakukan kehendak Allah dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah...
Kegiatan