Hidup dalam Roh bukan dalam Daging

Hidup dalam Roh bukan dalam Daging

1 Komentar 4 Views

Pemikiran yang membedakan “hidup dalam Roh” dan “hidup dalam Daging” dalam kehidupan manusia berakar dari filsafat Plato, dimana tubuh dianggap memenjarakan jiwa. Kehidupan spiritualitas seseorang akan mengarah pada perbuatan-perbuatan baik jika jiwa dilepaskan dari tubuh melalui kematian atau pengetahuan. Jika kita mengikuti pandangan ini maka kita juga akan memisahkan pemahaman tentang “hidup dalam Roh” dan “hidup dalam Daging”. Padahal roh dan daging dalam Alkitab adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan (Kej.2:7). Dalam kitab Perjanjian Baru khususnya dalam surat-surat rasul Paulus, orang yang hidup dalam daging adalah ciri dari orang yang mengarahkan kehidupannya berfokus pada kepentingan diri sendiri, sedangkan orang yang hidup dalam roh adalah ciri dari orang yang hidupnya bersandar kepada Tuhan dan sekaligus mengarahkan kehidupannya seperti yang Tuhan kehendaki.

Seperti dalam kisah kehidupan Abram, setelah menerima panggilan Tuhan untuk pergi ke suatu negri yang ditunjukkan-Nya, maka berangkatlah Abram seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya (Kej.12:4). Tindakan Abram untuk mengikuti apa yang Tuhan kehendaki, adalah gambaran dari orang yang hidup di dalam roh, yaitu orang yang mau dan berani menyangkal diri, meninggalkan kemapanan dan kehidupannya yang lama untuk berjalan bersama Tuhan, menggenapi rencana Tuhan dalam hidupnya.

Hidup dalam roh atau hidup mengikuti kehendak Tuhan merupakan syarat yang penting untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah (Yoh.3:5). Hanya jika seseorang mau menyangkal dirinya (hidup dalam kedagingan) dan  hidup menurut kehendak Tuhan, maka rencana Tuhan akan semakin nyata dalam kehidupannya. Cari dan jumpailah Tuhan dengan hidup dalam roh.

(TT)

1 Comment

  1. Djoni

    Bisakah saya katakan bahwa orang yang hidup dlm Roh bukan dilihat dari seringnya kita ke gereja atau ibadah melainkan mereka yang dalam hidupnya berjuang untuk membunuh kehandaknya untuk mengikuti kehendak Tuhan?

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • menyesal
    Allah Menyesal?
    Yunus 3:1-5, 10; Mazmur 62:6-13; 1 Korintus 7:29-31; Markus 1:14-20
    Ada pepatah yang mengatakan “penyesalan selalu datang terlambat.” Penyesalan kita rasakan pada saat kita menyadari keputusan yang kita ambil...
  • mengenal
    IA Mengenal dan Memanggilmu
    1 Sam. 3:1-10; Mzm. 139:1-6, 13-18; 1 Kor. 6:12-20; Yoh. 1:43-51
    Pengenalan adalah sebuah proses. Dalam hidup pernikahan kita selalu belajar untuk mengenal pasangan kita seiring dengan perjalanan hidup rumah...
  • dikasihi
    Dikasihi dan Diperkenan Allah
    Kej. 1:1-5; Mzm. 29; Kis. 19:1-7; Mark. 1:4-11
    Dalam hidup ini kita mengenal bentuk-bentuk otoritas. Anak mengenal otoritas orang tua. Karyawan mengenal otoritas atasan. Otoritas yang diterima...
  • kemuliaan
    Bangkitlah, kemuliaan Tuhan terbit atasmu
    Yesaya 60:1-6; Mazmur 72:1-7, 11-15; Efesus. 3:1-12; Matius 2:1-12
    Epifani mengingatkan kita pada tindakan penyelamatan Allah bagi dunia. Kedatangan-Nya yang disimbolkan sebagai terang illahi. Terang yang membawa perubahan...
  • perjumpaan
    Perjumpaan yang Menjadikan Hidup Utuh
    Yesaya 61:10-62:3; Mazmur 148; Galatia 4:4-7; Lukas 2:22-40
    Simeon dan Hanna benar-benar mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan. Mereka berdua siap dan sedang berdiri ketika Yesus dibawa...
Kegiatan