Hati yang Sabar

Hati yang Sabar

Belum ada komentar 10 Views

Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain? Yohanes Pembaptis ingin memperoleh jawaban dan penegasan langsung dari Yesus agar keragu-raguannya tidak terus mengambang.

Bagaimana kita menantikan Allah? Kita menantikan dengan sabar. Tetapi sabar bukanlah sikap pasif. Menanti dengan sabar tidak sama dengan menanti datangnya bus, redanya hujan, atau terbitnya matahari. Seperti yang dilakukan oleh Yohanes, sikap kita dalam menanti Tuhan Yesus dilakukan secara aktif, artinya kita menghayati saat sekarang secara penuh agar dapat menemukan tanda-tanda kedatangan Dia yang kita nantikan.

Kata “sabar” menerjemahkan kata latin patior yang berarti “menderita”. Menanti dengan sabar berarti menderita dalam masa sekarang ini, tetapi sekaligus juga berarti memberi perhatian terhadap apa saja yang terjadi di depan mata. Dalam peristiwa-peristiwa musibah, bencana dan bahkan ketidak adilan, kecerobohan, kesewenang-wenangan yang kita alami saat ini, masihkah kita dimampukan melihat berkas-berkas cahaya kemuliaan Allah yang hadir dalam kehidupan kita ?

Hati yang sabar dalam menanti kehadiran Allah mencakup perasaan gembira dan berharap. Tanpa harapan, penantian kita dengan mudah dapat terjerat pada masa kini. Kalau kita menanti dengan berharap, kita tetap dapat setia kepada Tuhan. Mungkin saja masih banyak pertanyaan yang tidak terjawab seluruhnya, sebab misteri Allah yang kita jumpai dalam kehidupan ini tidak seluruhnya mampu kita pahami. Meskipun demikian, kita harus tetap yakin akan penyertaanNya.

Kegembiraan dan harapan akan kedatangan Tuhan inilah yang memberikan daya hidup kepada kita. Harapan akan terpenuhinya janji Allah bagi kita inilah yang membuat kita mampu memberi perhatian penuh pada jalan yang kita tapaki.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Berbahagia walau….
    Lukas 6: 17-26
    Ungkapan “berbahagialah” mengingatkan kita pada pengajaran Tuhan Yesus tentang “Kotbah di Bukit”. Sebutan berbahagialah mereka yang miskin, yang lapar...
  • Melihat Karya Tuhan melalui Kegagalan
    Lukas 5: 1-11
    Kegagalan yang terjadi dalam kehidupan kita, sering menjadi sesuatu yang menakutkan dan menjauhkan kita dari mimpi masa depan yang...
  • MUKJIZAT
    Yohannes 2:1-11
    Di dalam kisah Yesus mengubah air menjadi anggur di perkawinan Kana, muncul catatan sangat penting, yaitu di dalam ayat...
  • Berpartisipasi ke dalam Peristiwa Trinitas
    Lukas 3:22
    Peristiwa pembaptisan Yesus merupakan sebuah peristiwa Trinitarian. Artinya, di dalam peristiwa itu, ketiga Pribadi ilahi, Bapa, Anak, dan Roh...
  • Keajaiban Natal: Keajaiban Persahabatan
    Luk. 1:39-55
    Pernahkah saudara pergi dalam keadaan hamil ke pegunungan tanpa kendaraan yang memadai? Maria pernah. Dia pergi ke seorang sahabat...
Kegiatan