<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.9.2" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>gkipi.org</title>
	<link>http://gkipi.org</link>
	<description>Situs Komunitas Jemaat Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Mar 2010 02:47:46 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Bekerja Dengan Hati  (Dan Roh Kudus)</title>
		<description><![CDATA[Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. (Kol. 3:23)
Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan, untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan [...]]]></description>
		<link>http://gkipi.org/bekerja-dengan-hati-dan-roh-kudus/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Tatkala Kita Merasa Benar&#8230;</title>
		<description><![CDATA[Bertobat berarti berbalik. Semula jahat menjadi baik, tadinya sesat berubah saleh. Dalam teks (Injil) kita hari ini, Yesus menyerukan pertobatan dari beberapa mentalitas dan/atau sikap hidup.
Pertama-tama, bertobat dari mentalitas “merasa benar” sehingga dengan mudahnya menghakimi orang. Bahkan mengaitkan malapetaka yang dialami orang lain dengan dosa, seolah kita, karena sudah percaya, tidak (lagi) berdosa sehingga tak [...]]]></description>
		<link>http://gkipi.org/tatkala-kita-merasa-benar/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Tatkala DIA Sungguh Dekat</title>
		<description><![CDATA[Jika kita menyimak kalimat “Dia Sungguh Dekat!”, sebenarnya ada 2 makna setidaknya yang muncul. Di satu sisi, kalimat ini mengingatkan kita bahwa Dia memang tidak jauh dari kita. Dia hanya sejauh doa. Dia ada dalam segala situasi dan Dia hadir menemani kita. Di sisi lain, kalimat ini mengingatkan kita bahwa kedatangan-Nya sungguh sudah dekat.
Pemazmur dalam [...]]]></description>
		<link>http://gkipi.org/tatkala-dia-sungguh-dekat/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Ruralisasi</title>
		<description><![CDATA[Tahun 80-an saya menulis topik ini di Harian Sinar Harapan. Judul begini Anda tidak menemukannya di media massa mana pun. Mungkin ini akal-akalan saya supaya memikat perhatian pembaca saja. Namun dari lubuk hati, itulah sebetulnya cita-cita hari tua saya semenjak ketika umur saya belum tua. Apakah maknanya bagi Anda?
KAITANNYA masih supaya bukan saja berupaya agar [...]]]></description>
		<link>http://gkipi.org/ruralisasi/</link>
			</item>
	<item>
		<title>I don’t know what the future holds, but I know Who holds the future</title>
		<description><![CDATA[Dunia sempat dibuat terperangah oleh karya sinematografi Holywood yang fenomenal berjudul “2012” yang intinya mengisahkan tentang kapan dan bagaimana dunia ini mengalami kehancuran massal. Kisah yang bersifat eskatologis ini, walau katanya diinspirasi oleh budaya Suku Maya, merupakan karya yang sebagian besar imajinatif, karena menyangkut masa depan yang tak seorang pun pada saat ini tahu kapan [...]]]></description>
		<link>http://gkipi.org/i-don%e2%80%99t-know-what-the-future-holds-but-i-know-who-holds-the-future/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Tatkala Kita Membutuhkan Rasa Aman</title>
		<description><![CDATA[Rasa aman adalah sesuatu yang sungguh kita butuhkan. Sulit rasanya hidup tanpa adanya rasa aman. Banyak keputusan yang kita ambil dalam hidup ini yang salah satunya dilandasi kebutuhan akan adanya rasa aman. Persoalannya, di mana kita bisa mendapatkan rasa aman yang sejati? Harta? Kenyataannya justru orang yang banyak hartanya yang cenderung merasa tidak aman. Ilmu? [...]]]></description>
		<link>http://gkipi.org/tatkala-kita-membutuhkan-rasa-aman/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Natal Musti Usai!</title>
		<description><![CDATA[Perjumpaan dengan Tuhan adalah sesuatu yang amat indah dan takkan tergantikan oleh apapun, sehingga kita ingin tetap memeganginya dan enggan melepaskannya. Itulah yang terjadi  pada murid-murid di puncak gunung Tabor. Petrus bahkan mengusulkan untuk membuat kemah bagi Yesus, Musa dan Elia (ayat 33).
Itulah juga yang kerap terjadi pada Natal kita. Kita mensyukuri, menyanyikan dan merayakan [...]]]></description>
		<link>http://gkipi.org/natal-musti-usai/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Dedikasi: Ini Aku, Utuslah Aku</title>
		<description><![CDATA[Tidak jarang kita mendengar bahkan memakai ungkapan: “Saya terbeban untuk melakukan ini atau itu&#8230;”  Bandingkanlah ini dengan jawaban Yesaya atas panggilan Tuhan: “Ini aku, utuslah aku&#8230;!” (ayat 8). “Terbeban” punya konotasi (agak) terpaksa, tidak punya pilihan lain. Sedangkan pada Yesaya nyata niatannya untuk mengabdikan atau mendedikasikan diri sepenuhnya melakukan tugas pengutusan Tuhan.
Setidaknya ada dua [...]]]></description>
		<link>http://gkipi.org/dedikasi-ini-aku-utuslah-aku/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Buset! Ini mah namanya orang kurang kerjaan, Mama…</title>
		<description><![CDATA[Ketika kedua anak saya masih duduk di bangku sekolah dasar, maka perselisihan yang paling sering saya alami dengan isteri saya ialah dalam soal membaca Alkitab. Isteri saya ingin sekali agar di rumah kami terbangun kebiasaan membaca Alkitab secara bersama-sama.
Isteri saya tumbuh dalam rumah yang memiliki tradisi seperti itu. Oleh karenanya wajar saja kalau dia juga [...]]]></description>
		<link>http://gkipi.org/buset-ini-mah-namanya-orang-kurang-kerjaan-mama%e2%80%a6/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Pengakuan Dosa</title>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN
Mengaku dosa. Apa yang dilakukan dalam pengakuan dosa? Apakah tidak cukup bagi Tuhan bahwa aku sudah minta maaf dan minta ampun? Apakah kesalahanku yang 5, 10 tahun yang lalu yang harus aku akui? Bagaimana sikap kita ketika kita mengakui dosa?

PENGAKUAN DOSA: APA ITU?
Ibadah adalah sebuah perjumpaan. Perjumpaan umat dengan Allah yang datang ke dunia untuk [...]]]></description>
		<link>http://gkipi.org/pengakuan-dosa/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
