<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="0.92">
<channel>
	<title>GKI Pondok Indah</title>
	<link>http://gkipi.org</link>
	<description>Situs Komunitas Jemaat</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Sep 2010 17:08:00 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	<!-- generator="WordPress/3.0.1" -->

	<item>
		<title>Harga menjadi Murid Kristus</title>
		<description><![CDATA[Di tengah sebuah relasi yang sedang begitu indah dialami, sebuah pertanyaan bisa mengusik bahkan mencederai keasyikan relasi itu: “Apakah motivasimu yang sebenarnya memasuki relasi ini&#8230;?” Itulah juga sebenarnya yang ditanyakan Yesus kepada kita di tengah relasi dengan Yesus, yang kita rasakan begitu indah. Mengapa? Yesus tidak menghendaki keputusan yang impulsif, emosional, bahkan intuitif saja. Tentu [...]]]></description>
		<link>http://gkipi.org/harga-menjadi-murid-kristus/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Rangkulan Ilahi</title>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari, seorang Farisi mengundang Yesus untuk makan di rumahnya dan Yesus memenuhi undangan tersebut. Mendengar berita itu, seorang perempuan yang dikenal di kota itu sebagai seorang berdosa, datang membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia berdiri di belakang Yesus, di dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya dengan air mata dan menyekanya [...]]]></description>
		<link>http://gkipi.org/rangkulan-ilahi/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kasih Sejati</title>
		<description><![CDATA[Margaret Anderson, seorang penulis dan editor ternama dari Amerika pernah berujar: “Kasih sejati menginginkan yang terbaik bagi orang yang dikasihi, sedangkan kasih romantik menghendaki diri orang yang dikasihi (In real love you want the other person’s good. In romantic love you want the other person).” Selain mengingatkan kita bahwa apa yang kerap kita agung-agungkan sebagai [...]]]></description>
		<link>http://gkipi.org/kasih-sejati/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kasih yang inklusif</title>
		<description><![CDATA[Hari ini kita menutup bulan budaya. Semua budaya yang kita sudah munculkan kembali muncul bersama. Semua sama. Semua adalah ‘God’s culture’, tidak ada yang lebih dan kurang. Sama persis seperti setiap orang di hadapan Tuhan, semua sama, setara dan semua dikasihi Allah. Tetapi benarkah pemikiran seperti ini selalu muncul dalam diri kita? Dalam bacaan kita, [...]]]></description>
		<link>http://gkipi.org/kasih-yang-inklusif/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Ibadah Yang Berkenan Kepada-Nya</title>
		<description><![CDATA[Cukup banyak orang yang memahami, bahwa ‘Ibadah” adalah sekedar menjalankan aturan dan ritual keagamaan. Tentu itu penting. Namun ibadah yang berkenan kepadaNya bukan sekedar menjalankan aturan dan ritual keagamaan. Dalam surat Ibrani, nasihat mengenai ‘ibadah yang berkenan pada Allah’ (Ibr. 12:28) diletakkan dalam konteks Allah yang membebaskan, memberikan  sukacita dan kasih karunia (Ibr. 12:22-24). Kita [...]]]></description>
		<link>http://gkipi.org/ibadah-yang-berkenan-kepada-nya/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Berpisah Untuk Bersatu</title>
		<description><![CDATA[Seorang rekan penatua memberikan komentar untuk tema ini: ‘aneh’. Yang lain mengatakan: ‘seperti sebuah film drama’. Dan saya kira andapun mempunyai komentar sendiri ketika membaca tema ini. Paling tidak, mungkin ada yang berpikir bahwa tema ini merupakan dua gabungan kata yang susah disatukan. Bagaimana mungkin kita berpisah, tetapi justru bersatu? Tetapi sesungguhnya hal itulah yang [...]]]></description>
		<link>http://gkipi.org/berpisah-untuk-bersatu/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Melayani Dan Dilayani</title>
		<description><![CDATA[Gambaran umum yang sering kita jumpai adalah para hamba melayani tuan. Oleh karena itu, sungguh menarik bila Lukas justru menyatakan bahwa sang tuanlah yang melayani para hamba (Lk. 12:37). Menjadi lebih menarik lagi, ketika gambaran tuan yang melayani hamba-hambanya ini diletakkan dalam konteks panggilan untuk selalu siap menyambut Anak Manusia. Lalu apa maksudnya? Siapakah yang [...]]]></description>
		<link>http://gkipi.org/melayani-dan-dilayani/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Suara Si Mei, Anak Papua</title>
		<description><![CDATA[Sejak pertama kali datang ke Kampung Hobart, Mei (Meirani) tidak pernah menunjukkan senyumnya kepada kami. Mei adalah anak kedua dari seorang ibu berusia sekitar 20-an tahun dan ayah 40-an tahun. Usianya tidak lebih dari 4 tahun, namun ia seorang pengamat yang sangat serius. Dengan ciri kedua tangan yang selalu diletakkan di belakang, ia menjadi saksi [...]]]></description>
		<link>http://gkipi.org/suara-si-mei-anak-papua/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Kisah Seekor Anak Anjing</title>
		<description><![CDATA[Suatu hari saya berjalan-jalan di deretan toko binatang dan tertawa-tawa melihat anak-anak anjing yang sangat lucu di etalase mereka. Lalu, mata saya terhenti pada seekor di antaranya. Saya jatuh cinta. Padahal ia tidak melakukan apa-apa, hanya bersikap seperti biasa, seperti seharusnya seekor anak anjing. Tapi saya jatuh cinta. Saya tidak bisa membiarkannya berada di dalam [...]]]></description>
		<link>http://gkipi.org/kisah-seekor-anak-anjing/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Pembangunan Rumah Ibadah di Desa Koyakoso Papua</title>
		<description><![CDATA[Dari tahun ke tahun, perhatian banyak gereja tertuju ke Papua, terutama untuk ikut melayani daerah pedalaman di bagian paling timur wilayah Republik Indonesia, berbatasan dengan Papua New Guinea dan Provinsi Papua Barat (Kepala Burung). Sampai kini sebagian besar kawasan ini belum menikmati derapnya pembangunan di segala bidang. Gereja-gereja, baik organisasi, badan penginjilan, maupun perorangan, terus [...]]]></description>
		<link>http://gkipi.org/pembangunan-rumah-ibadah-di-desa-koyakoso-papua/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
