Dunia Kita yang Berkelanjutan

Dunia Kita yang Berkelanjutan

Belum ada komentar 3 Views

Banyak orang sebenarnya agak takut pada apapun yang menunjuk pada “akhir zaman”. Karena biasanya yang dibayangkan adalah berakhirnya (kenyamanan) kehidupan saat ini secara abrup (“seperti pencuri di waktu malam”) dan mengerikan (ingat film “2012″?). Dan itu masih ditambah dengan kekuatiran bahwa jangan-jangan kita termasuk ke dalam    kelompok manusia yang ikut dihancurkan, bukan yang diselamatkan   untuk memasuki sorga yang indah dan baka.

Itu sebabnya barangkali mengapa cukup banyak orang Kristen yang selalu mempersoalkan “kepastian” keselamatan kita di dalam Tuhan. Sikap ini memberi kesan kuat bahwa karya Kristus dipahami sempit, hanya untuk “menyelamatkan” jiwa-jiwa. Tetapi itu juga mungkin  sebabnya mengapa banyak orang Kristen tidak terlalu peduli pada alam dan lingkungan hidup, kecuali alam dan lingkungan hidupnya sendiri pada saat ini. Sebab mungkin berpegang pada pengertian bahwa dunia ini toh akan lenyap.

Di Bulan Peduli ini, dan khususnya dari teks kita hari ini, mestinya kita telah belajar memahami bahwa penyelamatan Kristus menyangkut segenap “kosmos” (alam semesta seisinya), termasuk   manusia (Yoh. 3:16). Dan penyelamatan itu tidak akan meniadakan yang kini, tetapi membaruinya. Kalau boleh membuat contoh, bagaikan mobil yang karoseri dan modelnya sudah lama, tetapi “nyawanya” (mesin, serta semua bagian yang membuatnya operasional) diperbarui. Begitu pun kita tidak akan dimusnahkan, tetapi diampuni, dikaruniai kesempatan baru, sebagai manusia yang diciptakan menurut citra-Nya. Karena pada akhirnya apa yang telah diciptakan Allah pada hari penciptaan, mestilah berkelanjutan sesuai kehendak-Nya (Yoh. 3:17).

Minggu ini adalah Minggu terakhir Bulan Peduli, namun apa yang telah kita pelajari, pahami, dan lakukan, tidaklah boleh berhenti. Dunia di mana kita hidup dalam Tuhan adalah dunia dan kehidupan yang berpengharapan, yang berkelanjutan. Dan kita sebagai manusia yang diciptakan menurut citra Allah, serta yang telah ditebus oleh Kristus, mesti terus memperjuangkannya, “menatalayani ciptaan – menata diri”.

 

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
  • keluarga yesus
    Menjadi Keluarga Yesus
    Dalam injil Markus 3:35 Yesus berkata : “Barang siapa melakukan kehendak Allah dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah...
  • berhenti
    Ingat Untuk berhenti !
    Ulangan 5:12-15
    Bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekerja? Apa pilihan kita? Pastinya, bekerja adalah perintah Tuhan, untuk melakukan sesuatu bagi...
  • kepada
    Allah Yang Mengarahkan Diri Kepada Dunia
    Yohanes 3:1-17
    “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,” demikian pernyataan dahsyat Yesus di dalam Yohanes 3:16, yang telah menjadi...
Kegiatan