Dipotong atau Dibersihkan? Atau bukan keduanya?

Dipotong atau Dibersihkan? Atau bukan keduanya?

Belum ada komentar 78 Views

Kita sering membaca ayat 2, “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya” dalam terang ayat 6, “Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.” Atas dasar itu, kita menyimpulkan bahwa jika seorang Kristen tidak berbuah, ia akan dipotong (ay. 2), lalu terjadilah apa yang digambarkan di dalam ayat 6: dibuang, dicampakkan ke dalam api, lalu dibakar.

Namun, kita lupa, bahwa ayat 2 dan ayat 6 berbicara tentang dua jenis ranting yang sama-sekali berbeda. Yang membedakan adalah, yang satu hidup di dalam Kristus (“pada-Ku”, ay. 2), yang lain “tidak tinggal di dalam” Kristus (ay. 6). Keduanya sungguh tak sama.

Jika demikian, jangan-jangan memang sebuah ranting yang ada di dalam Kristus yang tidak berbuah akan dipotong, sehingga ia menjadi tidak tinggal di dalam Kristus? Penafsiran semacam ini kok tampak berlawanan dengan prinsip “diam di dalam Kristus” yang menyiratkan anugerah Allah. Kita diam di dalam Kristus bukan karena kita berbuah atau tidak, namun karena memang anugerah Allah. Kalau demikian, mengapa “dipotong” (ay. 2)?

Mungkin masalahnya ada pada terjemahannya. Di dalam ayat 2, kata “dipotong” (airō) memiliki akar kata yang sama dengan “dibersihkan” (kathairō). Tetapi, kata airō bisa juga berarti “mengangkat” dan ternyata arti ini yang lebih banyak dipergunakan di dalam Injil. Misalnya:

Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil (airō, bukan memotong) mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus. (Mat. 14:12)

Agaknya terhadap ranting yang tak berbuah di ayat 2, lebih tepat diperlakukan “pengangkatan” bukan “pemotongan.” Joseph Dillow pernah menulis bahwa di Palestina, ranting-ranting yang jatuh dan tak bisa berbuah “diangkat dengan perhatian yang sangat besar dan diberi waktu untuk sembuh … sebuah ranting yang tak berbuah diangkat dan diletakkan pada posisi yang membuatnya dapat memberi buah.” Agaknya penafsiran ini lebih tepat, sekaligus menyediakan sebuah teologi yang lebih sehat.

[J.A]

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
  • keluarga yesus
    Menjadi Keluarga Yesus
    Dalam injil Markus 3:35 Yesus berkata : “Barang siapa melakukan kehendak Allah dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah...
  • berhenti
    Ingat Untuk berhenti !
    Ulangan 5:12-15
    Bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekerja? Apa pilihan kita? Pastinya, bekerja adalah perintah Tuhan, untuk melakukan sesuatu bagi...
  • kepada
    Allah Yang Mengarahkan Diri Kepada Dunia
    Yohanes 3:1-17
    “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,” demikian pernyataan dahsyat Yesus di dalam Yohanes 3:16, yang telah menjadi...
Kegiatan