Dikasihi dan Diperkenan Allah

Kej. 1:1-5; Mzm. 29; Kis. 19:1-7; Mark. 1:4-11

Belum ada komentar 206 Views

Dalam hidup ini kita mengenal bentuk-bentuk otoritas. Anak mengenal otoritas orang tua. Karyawan mengenal otoritas atasan. Otoritas yang diterima dengan rasa hormat akan menghasilkan relasi penghargaan. Ketika sang pemilik otoritas merangkul dengan cinta kasih maka tidak akan terjadi tindakan otoriter yang membawa relasi dalam tekanan dan ketakutan tanpa kemerdekaan.

Allah adalah pihak yang memiliki otoritas tertinggi dalam hidup kita. Ia dapat berbuat apa pun dan berkuasa atas apa pun. Tidak ada kekuasaan lain yang dapat membatasi kekuasaan Allah. Allah sebagai pihak yang berkuasa justru menyatakan otoritasnya dengan penuh kasih, penghargaan dan penerimaan, tanpa paksaan. Dalam otoritas-Nya setiap jiwa mengalami kemerdekaan penuh.

Yesus, sang Anak tertunduk kepada otoritas sang Bapa bukan dengan rasa takut dan tidak berdaya. Yesus tertunduk dan memilih sikap taat penuh kepada Bapa karena begitu besar kasih-Nya kepada sang Bapa yang menyatukan-Nya menjadi pribadi yang tak terpisahkan. Pada peristiwa baptisan Yesus, sang Bapa menyatakan kasih, penghargaan dan kepercayaan-Nya kepada Anak ; Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan. Maka dengan cinta, Yesus mempersembahkan hidup-Nya untuk taat kepada kehendak Bapa.

Dalam otoritas Allah, kita pun diundang untuk memiliki sikap taat. Taat pada kehendak Allah dengan rasa cinta, hormat dan kagum, yang membawa seluruh hidup kita tunduk pada rancangan baik Allah. Ketaatan karena cinta dan hormat akan mendorong kita untuk terus memperjuangkan yang terbaik bagi kemuliaan nama Allah seperti yang telah diteladankan Anak kepada kita. Yesus yang dikasihi dan diperkenan Allah dan Ia mengasihi dan memperkenankan kita sebagai rekan sekerja-Nya. Marilah kita tertunduk kepada-Nya dalam kasih untuk melakukan kehendak-Nya dalam kesetiaan dan ketekunan.

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan