Di manakah Engkau tinggal…?

Di manakah Engkau tinggal…?

1 Komentar 9 Views

Kepada kedua murid Yohanes yang memutuskan untuk mengikut-Nya, Yesus bertanya: “Apakah yang kamu cari?” (1:38). Rasanya tidak terlalu nyaman bagi kita bila pertanyaan ini diajukan kepada kita saat ini. Bukankah kita sudah memutuskan untuk percaya, mengakuinya, sehingga dibaptiskan? Bukankah kita giat melayani Tuhan dalam banyak bidang? Bukankah kita amat bersungguh-sungguh mengembangkan spiritualitas kita dan menjaga kedekatan kita dengan Tuhan?

Tetapi hari ini, Tuhan mengajukan pertanyaan yang sama kepada kita: “Apakah yang kamu cari?” Mengapa? Karena bisa saja motivasi kita hidup dengan dan dalam Tuhan tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Atau setidaknya, bisa saja motivasi kita pada awalnya benar, akan tetapi lambat-laun, oleh berbagai pengaruh dan pengalaman, bergeser dari yang seharusnya.

Amat indah jawaban kedua murid itu. Alih-alih tidak merasa nyaman dan tersinggung, dengan mantap mereka menjawab: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” Kedua murid itu tidak hendak sekadar menjadi murid Yesus, tetapi murid yang sungguh-sungguh mengenal guru mereka agar dapat meneladani hidup-Nya. Mengikut Dia agar (dapat) melakukan semua yang dilakukan-Nya.

Pada (iman) percaya, pelayanan dan spiritualitas kita, mesti selalu diajukan pertanyaan: “Apakah yang kita cari?” Karena muara dari itu semua tidak bisa tidak adalah mengenal Kristus agar dapat hidup meneladani-Nya, dan (dapat) melakukan semua yang dilakukan-Nya. Menjadi bagian dari karya penyelamatan-Nya bagi dunia dan segenap ciptaan, dan bukan sekadar keselamatan pribadi.

PWS

1 Comment

  1. Herdianto Purba

    Ampunilah saya ya Tuhan, karena seringkali hidup mengikut Engkau hanya pada saat diriku merasa tak berdaya, sakit, berduka. Kalau dalam situasi serba terpenuhi, serba ada maka terkadang atau bahkan sering diriku melupakanMu.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan