Di Kala Musim Kehilangan, Lepaskanlah Kedukaan Anda

Belum ada komentar 17 Views

Bacaan Hari ini:
Mazmur 62: 8 “Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela.”

Tragedi selalu menghasilkan emosi-emosi yang kuat – kemarahan, ketakutan, depresi, kekhawatiran, dan kadang rasa bersalah. Perasaan ini bisa membuat kita takut, dan seringkali kita tak tahu apa yang harus kita perbuat dengannya.
Ketika mengalami suatu kehilangan yang teramat sulit, emosi-emosi ini akan meluap keluar dari dalam diri kita. Apabila kita tak segera mengatasinya, maka kita akan butuh waktu yang lebih lama untuk pulih.

Beberapa orang tidak pernah langsung membereskan kesedihan mereka. Mereka memendamnya. Mereka menyembunyikannya. Mereka bertingkah seolah mereka baik-baik saja. Mereka berpura-pura seolah-olah itu tidak ada. Dan itulah mengapa mereka masih bergumul dengan tekanan dan stres akibat dari kehilangan yang terjadi 20 atau 30 tahun yang lalu.

Ada sebuah mitos yang mengatakan bahwa Tuhan ingin Anda berjalan sambil tersenyum sepanjang waktu dan berucap, “Puji Tuhan!” Alkitab tak pernah sekali pun mengatakan ini.

Malah, Yesus mengajarkan hal yang sebaliknya. Dalam Matius 5: 4, Ia berkata “Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.”

Berduka itu tidak apa-apa. Sebagai orang Kristen, kita tahu mereka yang lebih dulu meninggalkan kita akan sampai ke surga ketika mereka mati. Oleh sebab itu, kita tak boleh berduka seperti dunia ini. Kedukaan kita berbeda. Selain karena kita akan merindukan mereka, tapi kita juga bisa menjadi tenang, sebab kita tahu mereka ada bersama Allah di surga.

Lalu bagaimana Anda harus menghadapi emosi-emosi tersebut?
Jangan memendamnya atau menguburnya di dalam diri Anda. Tetapi, keluarkan perasaan Anda- serahkan kepada Tuhan. Berserulah, “Ya Tuhan, aku terluka! Aku sedih! Ini terlalu berat buatku.”

Jika Anda ingin belajar akan hal kesedihan, bacalah kitab Mazmur. Berkali-kali Daud menumpahkan seluruh emosinya kepada Allah, katanya, “Ya Tuhan, ini waktu yang berat buatku. Aku benar-benar merasakan sakit.” Berserulah kepada Tuhan, sama seperti Daud.

Jika saat ini Anda tengah mengalami suatu kehilangan, pahamilah bahwa apabila Anda tidak melepaskan kesedihan Anda, pada akhirnya itu akan mengalir keluar dari dalam diri Anda. Emosi yang dipendam akan membusuk, dan pada akhirnya akan meledak dalam satu situasi yang jauh lebih buruk.

Renungkan hal ini:
– Apa saja kesalahpahaman di masyarakat kita yang membuat kita tidak nyaman melepaskan kedukaan kita?
– Kedukaan atau kehilangan apa dalam hidup Anda yang selama ini Anda pergumulkan? Bagaimana itu memberi dampak buat Anda?
– Bagaimana gereja dapat membantu atau malah melukai seseorang yang tengah berduka? Bagaimana Anda dapat membantu mendorong adanya suatu transparansi dalam kelompok kecil atau gereja Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 84-86; Roma 13

Lepaskanlah kedukaan Anda dulu, maka Tuhan akan datang untuk menyembuhkan Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • BUNGA
    Yesaya 40:1-11
    “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput.” (Yes. 40:7) Di...
  • Eksentrik
    Adventus 2019, Hari Keenam
    Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan...
  • Tuhan Membalut
    Yesaya 30:19-26
    Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau...
  • Mindfulness
    Adventus 2019, Hari Kelima
    Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. (Yoh. 9:1) Yesus lebih menyukai hidup sehari-hari yang...
  • Menjaga Tetap Bersih
    Yesaya 4:2-6
    Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan...
Kegiatan