Di Gereja Protestan, Kapan Perayaan Natal Dilakukan?

Di Gereja Protestan, Kapan Perayaan Natal Dilakukan?

Komentar ditutup 3287 Views

Setiap menjelang Natal, ada pertanyaan yang mengganjal dalam diri saya yaitu berkenaan dengan mengadakan Perayaan Natal. Bagi pemeluk Kristen Protestan, Perayaan Natal boleh diadakan sebelum tanggal 25 Desember, sedangkan bagi pemeluk Katolik, perayaan Natal baru boleh dilakukan setelah tanggal 25 Desember.

Mengapa demikian, apakah ada perbedaan yang mendasar dalam merayakan Natal antara agama Protestan dan Katolik? Terima kasih atas penjelasan Bapak.

Salam,
MSS – Tangerang

Pdt. Rudianto Djajakartika:

Sejujurnya saya tidak tahu apakah memang ada peraturan khusus dari gereja RK untuk melarang merayakan Natal sebelum tanggal 25 Desember. Tetapi seandainya peraturan itu ada, bukan berarti ada perbedaan yang signifikan antara perayaan natal gereja RK dengan gereja-gereja Protestan. Persoalannya lebih antara konsistensi pada kalender gerejawi dengan pola berpikir pragmatis (tetapi tetap ada pertimbangan teologisnya).

Kalau kita mau konsisten pada kalender gerejawi, memang selayaknya Natal tidak dirayakan sebelum tanggal 25 Desember, karena itu masih merupakan masa adventus. Secara liturgis memang terasa aneh jika pada masa adventus, apalagi awal adventus sudah dibacakan teks-teks tentang kelahiran Yesus Kristus. Tetapi orang yang berpikir teologis-pragmatis memandang bahwa Natal seharusnya tidak dibatasi oleh tanggal 25 Desember dengan beberapa alasan:

  1. Natal, kelahiran Yesus Kristus di hati kita seharusnya terjadi setiap hari sepanjang tahun.
  2. Penetapan hari Natal pada tanggal 25 Desember lebih berhubungan dengan masuknya agama kristen ke Eropa ketimbang tanggal persis kelahiran Yesus. Ada yang memperkirakan Yesus justru lahir pada bulan April (dihitung 9 bulan setelah penampakan malaikat Gabriel pada Maria – Lk. 1:26, berdasarkan penanggalan Ibrani yang dimulai dari bulan Maret).
  3. Pemanfaatan waktu dan tempat, serta pertimbangan hari libur setelah Natal.

Jadi ya kembali kepada kita, mau berpikir teologis pragmatis atau konsisten pada kalender gerejawi. Itu saja masalahnya. Isi perayaannya tetap sama.

Arsip kategori Pastoralia
  • Kerajaan Maut
    Tentang Baptisan Ulang
    Pak Pendeta yang baik, Bapak Pendeta yang baik, Mohon penjelasannya untuk beberapa hal yang masih membingungkan saya: Bukankah semua...
  • upacara gereja
    Pernikahan Beda Agama
    Pak Pendeta yang baik, Perkenankan saya bertanya: Apa dasar pertimbangan GKI Pondok Indah membuka diri untuk memberkati pernikahan pasangan...
  • Kerajaan Maut
    Berdamai Dengan Saudara
    Bapak Pendeta yang baik, Di Matius 5:23-24 tertulis: Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau...
  • Iman Tidak Bertumbuh?
    Iman Tidak Bertumbuh?
    Pak Pendeta yang budiman, Abraham sebagai bapak beriman, sangat taat kepada Elohim. Dialog-dialognya dengan Allah begitu jelas, entah itu...
  • Siapa Penghuni Surga?
    Pak Pendeta yang budiman, Kisah Para Rasul 10 mengisahkan seorang perwira Romawi yang saleh dan murah hati/bersedekah/dermawan. Perwira itu,...
Kegiatan