Di manakah damai Natal itu?

Di manakah damai Natal itu?

1 Komentar 10 Views

Natal..damai di bumi?
Rachel, menangis meratapi anaknya
Bersama perempuan Bethlehem
Dan bayi-bayi tak berdosa

Imperium Herodes…
Tak menyisakan ruang buat pesaing
Cacing, jangan jadi naga..
Begitu kudengar kelakar bisnis biasa

Allah, mengapa Engkau mengalah?
Haruskah bayi suci mengungsi?
Masihkah Kau sisakan ruang pengampunan
Buat musuh sang bayi suci?

Imperiumku terusik
Dalam api amarah dan dendam
Sirna sudah damai di hati
Lalu di mana damai Natal itu?

Kucari damaiku, ke mana engkau pergi?
Sampai setetes kasih Illahi meresap di hati
Allahku…Tuhanku….
Kau tak sedang membangun imperiumMu

Kerajaan Allah, adalah tetesan cinta Illahi
Buatku, buat sesamaku, buat musuhku, buat semua
Mengapa harus kubangun imperiumku?
Damai di hati, damai di bumi..

(rudjak, minggu 1 sesudah Natal 2013)

1 Comment

  1. .parningotan sinaga

    saya suka dengan bacaan dia atas…..yg mau saya katakan sukses selalu…….jbu

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • menghitung hari
    Menghitung Hari
    Mazmur 90:1-12
    Kehidupan di perkotaan penuh dengan rutinitas. Rutinisme menjadi sebuah bagian kehidupan kebanyakan orang. Memaknai hari bukanlah hal yang mudah...
  • Berjaga-jagalah
    Matius 25:1-13
    “Santai aja, bro!”, celoteh seorang kawan. Tak apa lah. Tugas masih jauh dari dateline. “Sekarang kita happy happy dululah!”,...
  • Praktik Keagamaan yang Koruptif
    Korupsi adalah praktik yang menguntungkan diri sendiri dengan cara memanipulasi secara negatif sebuah hal. Memang, di Indonesia, terminologi korupsi...
  • Sekolah Kehidupan: Tuhanku, Rajaku!
    Mazmur 96:10a
    Katakanlah di antara bangsa-bangsa: “Tuhan itu Raja!” Apa yang mengendalikan hidup kita setiap hari? Kita bisa dikendalikan oleh agenda...
Kegiatan