<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for gkipi.org</title>
	<atom:link href="http://gkipi.org/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gkipi.org</link>
	<description>Situs Komunitas Jemaat Gereja Kristen Indonesia Pondok Indah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2010 02:53:08 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on Bekerja Dengan Hati  (Dan Roh Kudus) by toni</title>
		<link>http://gkipi.org/bekerja-dengan-hati-dan-roh-kudus/comment-page-1/#comment-161</link>
		<dc:creator>toni</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 02:53:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=3440#comment-161</guid>
		<description>Awal dari semua adalah menerima Kristus! saya setuju pendapat bapak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Awal dari semua adalah menerima Kristus! saya setuju pendapat bapak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Apa yang Kelihatan Mustahil bagi Manusia, Dapat Tuhan Lakukan by Jan nicolas wannaway</title>
		<link>http://gkipi.org/apa-yang-kelihatan-mustahil-bagi-manusia-dapat-tuhan-lakukan/comment-page-1/#comment-160</link>
		<dc:creator>Jan nicolas wannaway</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 05:03:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wp/wordpress/?p=276#comment-160</guid>
		<description>Berbahagialah orang yang selalu menaruh pengharapan kepada Tuhan Yesus karena dia akan mendapatkan apa yang di harapannya dari Sumber Kehidupan!
Saya salut dengan ibu erna yang tabah dan kuat mengahadapi tekanan demi tekanan dalam pengharapannya untuk memperoleh keturunan.Semoga pengalaman ibu erna boleh menjadi kekuatan dan jawaban dari doa   bagi pasangan2 hidup lainnya yang mengalami permasalahan yang sama. Amin!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berbahagialah orang yang selalu menaruh pengharapan kepada Tuhan Yesus karena dia akan mendapatkan apa yang di harapannya dari Sumber Kehidupan!<br />
Saya salut dengan ibu erna yang tabah dan kuat mengahadapi tekanan demi tekanan dalam pengharapannya untuk memperoleh keturunan.Semoga pengalaman ibu erna boleh menjadi kekuatan dan jawaban dari doa   bagi pasangan2 hidup lainnya yang mengalami permasalahan yang sama. Amin!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Dari Rabu Abu ke Pentakosta by agustinus</title>
		<link>http://gkipi.org/dari-rabu-abu-ke-pentakosta/comment-page-1/#comment-159</link>
		<dc:creator>agustinus</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 15:53:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gkipi.org/?p=1258#comment-159</guid>
		<description>saya sangat setuju dgn apa yg bapak sampaikan, saya rasa GKI juga perlu belajar bnyk dari saudara/i kita di gereja katolik roma. Mengenai ekaristi pd hari jumat agung, saya rasa itu juga perlu diperbaiki, sehingga umat dapat betul2 memahami bahkan merasakan penderitaan Kristus. Hal ini senada sperti yg disampaikan oleh Santo Tertullianus (160-225) yg berkata &quot;Adalah tidak pantas bagi kita merayakan perjamuan (ekaristi/p.kudus) dihari dimana sang Mempelai Pria diambil dari antara kita&quot; 

apa yg diungkapkan oleh Tertullianus ini senada spt apa yg diucapkan oleh Tuhan pada Injil Matius 9:14-15 yg berkata &quot; Dapatkah sahabat mempelai laki-laki berduka cita selama mempelai pria ada bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai pria itu akan diambil....dan mereka akan berpuasa&quot;

Nah, saya berharap, pd pekan suci esok, GKIPI bisa menempatkan ekaristi pada Kamis Putih dan Minggu Paska.
Mengenai ekaristi tiap minggu, saya amat setuju dgn hal ini, Tuhan sendiri yg memerintahkannya sbg peringatan akan Dia, sudah sewajarnya dan seharusnya gereja Tuhan mengadakan perjamuan ekaristi pd hari Minggu sbg ungkapan syukur atas karya keselamatan yg dikerjakan Yesus dan skaligus sbg Peringatan akan wafat dan sengsaranya sebab itu adalah jantung kehidupan gereja ! Yohanes Calvin pun juga sebenarnya tidak menghendaki ekaristi 4x setahun, melainkan tiap minggu ! Saya sungguh sangat berharap pabila sinode GKI dpt merayakan perjamuan kudus setiap minggu dan hari lain dimana seluruh umat berhimpun utk memuji Tuhan selain hari minggu (misalkan; kebaktian Rumah Tangga, Kebaktian Wilayah, Kebaktian Syukur, Kebaktian retreat, dll)


Dominus Vobiscum !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sangat setuju dgn apa yg bapak sampaikan, saya rasa GKI juga perlu belajar bnyk dari saudara/i kita di gereja katolik roma. Mengenai ekaristi pd hari jumat agung, saya rasa itu juga perlu diperbaiki, sehingga umat dapat betul2 memahami bahkan merasakan penderitaan Kristus. Hal ini senada sperti yg disampaikan oleh Santo Tertullianus (160-225) yg berkata &#8220;Adalah tidak pantas bagi kita merayakan perjamuan (ekaristi/p.kudus) dihari dimana sang Mempelai Pria diambil dari antara kita&#8221; </p>
<p>apa yg diungkapkan oleh Tertullianus ini senada spt apa yg diucapkan oleh Tuhan pada Injil Matius 9:14-15 yg berkata &#8221; Dapatkah sahabat mempelai laki-laki berduka cita selama mempelai pria ada bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai pria itu akan diambil&#8230;.dan mereka akan berpuasa&#8221;</p>
<p>Nah, saya berharap, pd pekan suci esok, GKIPI bisa menempatkan ekaristi pada Kamis Putih dan Minggu Paska.<br />
Mengenai ekaristi tiap minggu, saya amat setuju dgn hal ini, Tuhan sendiri yg memerintahkannya sbg peringatan akan Dia, sudah sewajarnya dan seharusnya gereja Tuhan mengadakan perjamuan ekaristi pd hari Minggu sbg ungkapan syukur atas karya keselamatan yg dikerjakan Yesus dan skaligus sbg Peringatan akan wafat dan sengsaranya sebab itu adalah jantung kehidupan gereja ! Yohanes Calvin pun juga sebenarnya tidak menghendaki ekaristi 4x setahun, melainkan tiap minggu ! Saya sungguh sangat berharap pabila sinode GKI dpt merayakan perjamuan kudus setiap minggu dan hari lain dimana seluruh umat berhimpun utk memuji Tuhan selain hari minggu (misalkan; kebaktian Rumah Tangga, Kebaktian Wilayah, Kebaktian Syukur, Kebaktian retreat, dll)</p>
<p>Dominus Vobiscum !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Tentang Salib by Arnold A.Abbas</title>
		<link>http://gkipi.org/tentang-salib/comment-page-1/#comment-158</link>
		<dc:creator>Arnold A.Abbas</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 19:08:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://202.145.6.14/web-gkipi/?p=1040#comment-158</guid>
		<description>Identitas Kekristenan di lambangkan dengan SALIB. Karena itu dimana saja ada komunitas Kristiani di sana sudah pasti  kita jumpai simbol Salib. Salib acapkali terlihat di candi/menarai gedung Gereja dengan megahnya, di gantung menjadi hiasan yang indah di dinding rumah, atau barang hiasan seperti: anting-anting, cincin bagi  kaum wanita,dsb.  Salib telah menjadi bagian identitas kehidupan umat Kristen itu sendiri. Namun, sangat disayangkan bahwa masih banyak orang Kristen yg tdk memahami arti atau makna Salib itu. Karena itu, benar seperti yang dilkatakan oleh pak Pdt.Purboyo  di atas, makna Salib itu telah digeser, yaitu bukan lagi sesuatu yang harus &quot;dipikul&quot;, tetapi telah menjadi barang jinjingan, di tenteng sbg sesuatu yang dianggap ringan. Padahal makna salib yang sebenarnya adalah ketika kita bersedia untuk menyalibkan  segala kesombangan diri kita, segala nafsu2 duniawi kita, dan dengan rendah hati bersedia mengikuti Kristus  di jalan sengsara  yg  rela mengorbankan diri-Nya untuk menyelamatkan dunia dgn segala isinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Identitas Kekristenan di lambangkan dengan SALIB. Karena itu dimana saja ada komunitas Kristiani di sana sudah pasti  kita jumpai simbol Salib. Salib acapkali terlihat di candi/menarai gedung Gereja dengan megahnya, di gantung menjadi hiasan yang indah di dinding rumah, atau barang hiasan seperti: anting-anting, cincin bagi  kaum wanita,dsb.  Salib telah menjadi bagian identitas kehidupan umat Kristen itu sendiri. Namun, sangat disayangkan bahwa masih banyak orang Kristen yg tdk memahami arti atau makna Salib itu. Karena itu, benar seperti yang dilkatakan oleh pak Pdt.Purboyo  di atas, makna Salib itu telah digeser, yaitu bukan lagi sesuatu yang harus &#8220;dipikul&#8221;, tetapi telah menjadi barang jinjingan, di tenteng sbg sesuatu yang dianggap ringan. Padahal makna salib yang sebenarnya adalah ketika kita bersedia untuk menyalibkan  segala kesombangan diri kita, segala nafsu2 duniawi kita, dan dengan rendah hati bersedia mengikuti Kristus  di jalan sengsara  yg  rela mengorbankan diri-Nya untuk menyelamatkan dunia dgn segala isinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Gereja dan Kemiskinan by Arnold A.Abbas</title>
		<link>http://gkipi.org/gereja-dan-kemiskinan/comment-page-1/#comment-157</link>
		<dc:creator>Arnold A.Abbas</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 18:35:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://localhost/wp/wordpress/?p=58#comment-157</guid>
		<description>Keberpihak Gereja terhadap kaum miskin merefleksikan solidar Allah sendiri terhap mereka yang menderita dan &quot;hina&quot; tsb. Karena itu, dalam Injil Matius 25:42-45 di situ jelas Yesus mengidentifikasikan dirinya dengan mereka yang menderita (yang lapar, haus, telanjang dan penjara,dsb). Pada umumnya di dunia ini orang menderita kemiskinan dan penindasan, karena situasi yg tidak adil, atau karena struktur di dalam masyarakat itu tdk berpihak kepada kelompok orang-orang yg terpinggirkan tsb. Dewasa ini di dunia kita ini, ada sekiat satu miliar orang yang terjerumuskan dalam kemiskinan karena ketimpangan relasi negara-2 Utara dan Selatan. Maka salusinya disampai diakonia karitatif, Gereja juga harus melaksanakan diakonia reformatif dan  transformatif . Gereja harus memberdayakan kelompok marginal dan  memperjuangan perubahan struktur yang tdk adil (exploitatif).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Keberpihak Gereja terhadap kaum miskin merefleksikan solidar Allah sendiri terhap mereka yang menderita dan &#8220;hina&#8221; tsb. Karena itu, dalam Injil Matius 25:42-45 di situ jelas Yesus mengidentifikasikan dirinya dengan mereka yang menderita (yang lapar, haus, telanjang dan penjara,dsb). Pada umumnya di dunia ini orang menderita kemiskinan dan penindasan, karena situasi yg tidak adil, atau karena struktur di dalam masyarakat itu tdk berpihak kepada kelompok orang-orang yg terpinggirkan tsb. Dewasa ini di dunia kita ini, ada sekiat satu miliar orang yang terjerumuskan dalam kemiskinan karena ketimpangan relasi negara-2 Utara dan Selatan. Maka salusinya disampai diakonia karitatif, Gereja juga harus melaksanakan diakonia reformatif dan  transformatif . Gereja harus memberdayakan kelompok marginal dan  memperjuangan perubahan struktur yang tdk adil (exploitatif).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Status Gki Sebagai Lembaga Keagamaan by Joas Adiprasetya</title>
		<link>http://gkipi.org/status-gki-sebagai-lembaga-keagamaan/comment-page-1/#comment-154</link>
		<dc:creator>Joas Adiprasetya</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 23:06:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gkipi.org/?p=1192#comment-154</guid>
		<description>Sdri Irene yang baik.
Jika kemudian, Sdr tersebut sudah menerima sakramen babtis pada saat dewasa, dia tentunya menjadi anggota penuh dari gereja tersebut. Tiap-tiap gereja tentu punya pemahaman dan peraturan yang berbeda tentang pernikahan-ulang. Jika ia adalah adalah anggota GKI, maka pernikahan-ulang tesebut bisa dilakukan, tapi tentu dengan percakapan pastoral yang mendalam dan serius, termasuk untuk memastikan bahwa perceraiannya tersebut sudah diselesaikan secara patut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sdri Irene yang baik.<br />
Jika kemudian, Sdr tersebut sudah menerima sakramen babtis pada saat dewasa, dia tentunya menjadi anggota penuh dari gereja tersebut. Tiap-tiap gereja tentu punya pemahaman dan peraturan yang berbeda tentang pernikahan-ulang. Jika ia adalah adalah anggota GKI, maka pernikahan-ulang tesebut bisa dilakukan, tapi tentu dengan percakapan pastoral yang mendalam dan serius, termasuk untuk memastikan bahwa perceraiannya tersebut sudah diselesaikan secara patut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Dari Rabu Abu ke Pentakosta by johanesjhn</title>
		<link>http://gkipi.org/dari-rabu-abu-ke-pentakosta/comment-page-1/#comment-153</link>
		<dc:creator>johanesjhn</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 15:18:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gkipi.org/?p=1258#comment-153</guid>
		<description>Dari tulisan diatas:...............Perjamuan Kudus Paska adalah suatu kegiatan anamnesis (istilah dari bahasa Yunani yang berarti kenangan) akan Perjamuan Terakhir yang Yesus adakan bersama kedua belas murid (Mat. 26:26-29; Mrk. 14:22-25; Luk. 22:15-20; 1 Kor. 11:23-25). Pada malam itu Yesus memerintahkan para murid-Nya untuk terus-menerus mengadakan Perjamuan Kudus untuk mengingat-Nya. Namun beberapa gereja, termasuk GKI Pondok Indah, menyelenggarakan Perjamuan Kudus pada hari Jumat Agung, padahal hari ini sebenarnya Yesus sudah disalibkan dan wafat. Yesus mengadakan perjamuan terakhir justru pada hari Kamis atau malah mungkin sehari sebelumnya

komentar: Ini sangat sangat menarik... mengapa yang menjadi perintah Yesus justru diabaikan?Di Atas ditulis: ....Pada malam itu Yesus memerintahkan para murid-Nya untuk terus-menerus mengadakan Perjamuan Kudus untuk mengingat-Nya. Namun beberapa gereja, termasuk GKI Pondok Indah, menyelenggarakan Perjamuan Kudus pada hari Jumat Agung,....dst

Kalau dilihat dari perintah Yesus sepertinya ada satu Gereja yang tetap tekun melaksanakan perintah Yesus ini setiap hari, dan itu terjadi di Gereja Katolik yang melakukan perjamuan Tuhan setiap hari.....dan seluruh tulisan yang tersaji di atas dirayakan dengan lengkap semua oleh Gereja Katolik tanpa terlupakan satu pun . Ini sungguh sungguh menarik....Kenapa gereja Protestan sampai melupakan yang menjadi perintah Tuhan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dari tulisan diatas:&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;Perjamuan Kudus Paska adalah suatu kegiatan anamnesis (istilah dari bahasa Yunani yang berarti kenangan) akan Perjamuan Terakhir yang Yesus adakan bersama kedua belas murid (Mat. 26:26-29; Mrk. 14:22-25; Luk. 22:15-20; 1 Kor. 11:23-25). Pada malam itu Yesus memerintahkan para murid-Nya untuk terus-menerus mengadakan Perjamuan Kudus untuk mengingat-Nya. Namun beberapa gereja, termasuk GKI Pondok Indah, menyelenggarakan Perjamuan Kudus pada hari Jumat Agung, padahal hari ini sebenarnya Yesus sudah disalibkan dan wafat. Yesus mengadakan perjamuan terakhir justru pada hari Kamis atau malah mungkin sehari sebelumnya</p>
<p>komentar: Ini sangat sangat menarik&#8230; mengapa yang menjadi perintah Yesus justru diabaikan?Di Atas ditulis: &#8230;.Pada malam itu Yesus memerintahkan para murid-Nya untuk terus-menerus mengadakan Perjamuan Kudus untuk mengingat-Nya. Namun beberapa gereja, termasuk GKI Pondok Indah, menyelenggarakan Perjamuan Kudus pada hari Jumat Agung,&#8230;.dst</p>
<p>Kalau dilihat dari perintah Yesus sepertinya ada satu Gereja yang tetap tekun melaksanakan perintah Yesus ini setiap hari, dan itu terjadi di Gereja Katolik yang melakukan perjamuan Tuhan setiap hari&#8230;..dan seluruh tulisan yang tersaji di atas dirayakan dengan lengkap semua oleh Gereja Katolik tanpa terlupakan satu pun . Ini sungguh sungguh menarik&#8230;.Kenapa gereja Protestan sampai melupakan yang menjadi perintah Tuhan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Natal Musti Usai! by afer dirk malanguna</title>
		<link>http://gkipi.org/natal-musti-usai/comment-page-1/#comment-151</link>
		<dc:creator>afer dirk malanguna</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 12:11:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=3316#comment-151</guid>
		<description>Pemahaman saya agak berbeda soal Natal. Bagi saya, Natal adalah sebuah simbol bagi para pengikut Kristus. Simbol, bagaimana &#039;Sang Natal&#039; yaitu Yesus Kristus sendiri yang datang dan &#039;lahir&#039; dalam hati setiap orang percaya. So, kelahiran Sang Natal itu, sesungguhnya akan selalu menjadi alasan untuk setiap orang percaya untuk selalu &#039;on the track&#039; mengikuti dan menjalankan perintahNya. Setiap pribadi di mana Kristus hidup di dalam dirinya akan menghasilkan buah-buah roh. Dan itulah KRISTEN SESUNGGUHNYA!! Dan untuk mencapai hal itu, setiap orang pada setiap detak kehidupannya haruslah selalu &#039;BERHARI-NATAL&#039;..........!! Thx.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pemahaman saya agak berbeda soal Natal. Bagi saya, Natal adalah sebuah simbol bagi para pengikut Kristus. Simbol, bagaimana &#8216;Sang Natal&#8217; yaitu Yesus Kristus sendiri yang datang dan &#8216;lahir&#8217; dalam hati setiap orang percaya. So, kelahiran Sang Natal itu, sesungguhnya akan selalu menjadi alasan untuk setiap orang percaya untuk selalu &#8216;on the track&#8217; mengikuti dan menjalankan perintahNya. Setiap pribadi di mana Kristus hidup di dalam dirinya akan menghasilkan buah-buah roh. Dan itulah KRISTEN SESUNGGUHNYA!! Dan untuk mencapai hal itu, setiap orang pada setiap detak kehidupannya haruslah selalu &#8216;BERHARI-NATAL&#8217;&#8230;&#8230;&#8230;.!! Thx.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Status Gki Sebagai Lembaga Keagamaan by Irene</title>
		<link>http://gkipi.org/status-gki-sebagai-lembaga-keagamaan/comment-page-1/#comment-150</link>
		<dc:creator>Irene</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 07:46:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gkipi.org/?p=1192#comment-150</guid>
		<description>Saya mau bertanya apabila ada seorang perempuan yang sedari kecil belum di baptis sama sekali, sampai dia besar pun belum di baptis. Kemudian menikah secara Islam lalu bercerai. Setelah perceraian itu perempuan itu mulai kembali ke jalan Tuhan dan di baptis. Di perjalan hidupnya bertemu dengan pria dan ingin menikah secara Kristen, pertanyaannya apakah bisa mendapat pemberkatan???
Terima Kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mau bertanya apabila ada seorang perempuan yang sedari kecil belum di baptis sama sekali, sampai dia besar pun belum di baptis. Kemudian menikah secara Islam lalu bercerai. Setelah perceraian itu perempuan itu mulai kembali ke jalan Tuhan dan di baptis. Di perjalan hidupnya bertemu dengan pria dan ingin menikah secara Kristen, pertanyaannya apakah bisa mendapat pemberkatan???<br />
Terima Kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Inkarnasi: Dia berkemah di antara kita by Joas Adiprasetya</title>
		<link>http://gkipi.org/inkarnasi-dia-berkemah-di-antara-kita/comment-page-1/#comment-143</link>
		<dc:creator>Joas Adiprasetya</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 16:02:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=3026#comment-143</guid>
		<description>Thanks untuk pandangannya. Apa yang Anda sampaikan, bahwa Yesus lahir tepat (atau sekitar) hari raya Sukkoth (anda menyebutnya Tabernakel) tentu bisa dan perlu dipertimbangkan, di samping banyak teori lainnya. Sekedar koreksi, bahasa asli yang dipakai bukan tabernakel tapi &quot;eskenosen&quot; (skeno - shekinah - berkemah). Tabernakel adalah terjemahan bahasa Latinnya (tabernaculum).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks untuk pandangannya. Apa yang Anda sampaikan, bahwa Yesus lahir tepat (atau sekitar) hari raya Sukkoth (anda menyebutnya Tabernakel) tentu bisa dan perlu dipertimbangkan, di samping banyak teori lainnya. Sekedar koreksi, bahasa asli yang dipakai bukan tabernakel tapi &#8220;eskenosen&#8221; (skeno &#8211; shekinah &#8211; berkemah). Tabernakel adalah terjemahan bahasa Latinnya (tabernaculum).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
