<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for GKI Pondok Indah</title>
	<atom:link href="http://gkipi.org/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gkipi.org</link>
	<description>Situs Komunitas Jemaat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Aug 2010 04:42:00 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>Comment on Telapak Kaki Nyeri, Kenapa? by helen</title>
		<link>http://gkipi.org/telapak-kaki-nyeri-kenapa/comment-page-1/#comment-247</link>
		<dc:creator>helen</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 04:42:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=3965#comment-247</guid>
		<description>Saya wanita berusia 43 tahun juga mengalami nyeri di telapak kaki, saya pernah disuntik di atas telapak dekat tumit nyeri  hilang, namun setelah saya menggunakan sepatu &quot;high heels&quot; kembali telapak kaki sebelah kiri sakit kalau dijejakkan. Apakah sepatu &quot;HH&quot; menjadi pemicunya? Termasuk apakah penyakit saya dok?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya wanita berusia 43 tahun juga mengalami nyeri di telapak kaki, saya pernah disuntik di atas telapak dekat tumit nyeri  hilang, namun setelah saya menggunakan sepatu &#8220;high heels&#8221; kembali telapak kaki sebelah kiri sakit kalau dijejakkan. Apakah sepatu &#8220;HH&#8221; menjadi pemicunya? Termasuk apakah penyakit saya dok?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ibadah Yang Berkenan Kepada-Nya by Martinus</title>
		<link>http://gkipi.org/ibadah-yang-berkenan-kepada-nya/comment-page-1/#comment-246</link>
		<dc:creator>Martinus</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 11:19:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=4368#comment-246</guid>
		<description>Terima kasih pak Rudi untuk artikel di atas.
Artikel di atas juga mengingatkan saya untuk terus beribadah secara nyata di tengah-tengah lingkungan kerja saya yang seringkali masih mengutamakan karir semata tanpa memberikan hasil kerja yang dapat menghadirkan kasih karunia Allah.
Selamat beribadah sesuai dengan kehendakNya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih pak Rudi untuk artikel di atas.<br />
Artikel di atas juga mengingatkan saya untuk terus beribadah secara nyata di tengah-tengah lingkungan kerja saya yang seringkali masih mengutamakan karir semata tanpa memberikan hasil kerja yang dapat menghadirkan kasih karunia Allah.<br />
Selamat beribadah sesuai dengan kehendakNya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Status Gki Sebagai Lembaga Keagamaan by Tina</title>
		<link>http://gkipi.org/status-gki-sebagai-lembaga-keagamaan/comment-page-1/#comment-245</link>
		<dc:creator>Tina</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 08:55:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.gkipi.org/?p=1192#comment-245</guid>
		<description>Jika status sudah jelas menjadi duda dan sudah memiliki akte cerai apakah bisa menikah lagi di GKI????terima kasih.Gbu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jika status sudah jelas menjadi duda dan sudah memiliki akte cerai apakah bisa menikah lagi di GKI????terima kasih.Gbu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Bekerja Dengan Hati  (Dan Roh Kudus) by endr</title>
		<link>http://gkipi.org/bekerja-dengan-hati-dan-roh-kudus/comment-page-1/#comment-244</link>
		<dc:creator>endr</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 04:03:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=3440#comment-244</guid>
		<description>semua kegiatan kita sekecil apapun ternyata Tuhan memberikan petunjuk dan aturan, dan bila ikuti dan jalankan besar berkatNya.
Segala kemulian hanya Bagi Tuhan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>semua kegiatan kita sekecil apapun ternyata Tuhan memberikan petunjuk dan aturan, dan bila ikuti dan jalankan besar berkatNya.<br />
Segala kemulian hanya Bagi Tuhan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pembangunan Rumah Ibadah di Desa Koyakoso Papua by Halim Arifin</title>
		<link>http://gkipi.org/pembangunan-rumah-ibadah-di-desa-koyakoso-papua/comment-page-1/#comment-242</link>
		<dc:creator>Halim Arifin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 02:09:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=4227#comment-242</guid>
		<description>Menurut pendapat saya, penduduk Papua bisa membangun tempat ibadahnya sendiri jika mereka memiliki dana (uang). Uang bisa diperoleh jika mereka bekerja. Jika mereka bekerja ditempat mereka sendiri akan sangat membahagiakan keluarga mereka. Mereka akan bekerja jika ada investor yang mau menanamkan modal disana. Gereja dapat menjembatani antara Investor dan Pemda Papua. 
Menurut perkiraan saya, potensi yang ada di Papua adalah lahan kosong, dan keahliannya penduduk  adalah tenaga kerja kasar. Maka yang cocok dikembangkan adalah Industri Pertanian dan Perkebunan. Contohnya, kayu gaharu banyak diserap oleh industri Farmasi dan Kosmetika. Buah-buahan spt. Anggur dapat dijual ke Supermarket di Jakarta, jika produksi berlebih bisa dibuat kismis, minumandalam kaleng, dan produk lainnya.
Dengan adanya kegiatan ekonomi di sana, mereka dapat menyekolahkan anak-anaknya untuk menjadi tenaga ahli. Dan mereka bisa bangga karena dapat membangun tempat ibadahnya sendiri. Demikian pendapat saya, mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi kita semua. Amin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut pendapat saya, penduduk Papua bisa membangun tempat ibadahnya sendiri jika mereka memiliki dana (uang). Uang bisa diperoleh jika mereka bekerja. Jika mereka bekerja ditempat mereka sendiri akan sangat membahagiakan keluarga mereka. Mereka akan bekerja jika ada investor yang mau menanamkan modal disana. Gereja dapat menjembatani antara Investor dan Pemda Papua.<br />
Menurut perkiraan saya, potensi yang ada di Papua adalah lahan kosong, dan keahliannya penduduk  adalah tenaga kerja kasar. Maka yang cocok dikembangkan adalah Industri Pertanian dan Perkebunan. Contohnya, kayu gaharu banyak diserap oleh industri Farmasi dan Kosmetika. Buah-buahan spt. Anggur dapat dijual ke Supermarket di Jakarta, jika produksi berlebih bisa dibuat kismis, minumandalam kaleng, dan produk lainnya.<br />
Dengan adanya kegiatan ekonomi di sana, mereka dapat menyekolahkan anak-anaknya untuk menjadi tenaga ahli. Dan mereka bisa bangga karena dapat membangun tempat ibadahnya sendiri. Demikian pendapat saya, mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi kita semua. Amin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Lagi, Tujuh Gereja Peroleh Bantuan  Pembangunan dan Renovasi by Edi Ch</title>
		<link>http://gkipi.org/lagi-tujuh-gereja-peroleh-bantuan-pembangunan-dan-renovasi/comment-page-1/#comment-240</link>
		<dc:creator>Edi Ch</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 09:43:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=2582#comment-240</guid>
		<description>Bila setiap denominasi saling membantu, alangkah indahnya pekerjaan Tuhan, dan kemajuan Gereja Tuhan (khususnya di negeri ini) benar-benar nyata.
Bila ada gereja yang begitu megah, mewah dan memiliki segala sumber daya dan dana, sementara ada gereja yang rapuh (baik bangunan fisik maupun rohaninya), semsetinya &quot;yang kaya mencukupkan yang miskin.&quot;  Saya gembira melihat 7 gereja dibangun oleh denominasi yang tidak sama.   Ini baru benar.  Mari...siapa yang lain (yang kuat) akan menopang yang lemah?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bila setiap denominasi saling membantu, alangkah indahnya pekerjaan Tuhan, dan kemajuan Gereja Tuhan (khususnya di negeri ini) benar-benar nyata.<br />
Bila ada gereja yang begitu megah, mewah dan memiliki segala sumber daya dan dana, sementara ada gereja yang rapuh (baik bangunan fisik maupun rohaninya), semsetinya &#8220;yang kaya mencukupkan yang miskin.&#8221;  Saya gembira melihat 7 gereja dibangun oleh denominasi yang tidak sama.   Ini baru benar.  Mari&#8230;siapa yang lain (yang kuat) akan menopang yang lemah?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Membuat Tanda Salib by Joas Adiprasetya</title>
		<link>http://gkipi.org/membuat-tanda-salib/comment-page-1/#comment-238</link>
		<dc:creator>Joas Adiprasetya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 09:33:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=4080#comment-238</guid>
		<description>Mas lucky, thanks untuk responsnya. kalau nggak salah lulusan de britto juga ya? saya lulus tahun 88.
Saya sangat setuju dengan anda perihal tanda salib (signum crucis). Menurut saya memang ada beberapa alinea di tulisan pengarang yang mungkin terlalu mengeneralisasi, sehingga koreksi anda dengan mengutip augustine benar. penyalahgunaan tidak bisa dipakai sebagai alasan penolakan. hal yg sama dikecam oleh santo caesarius yang melihat seorang membuat tanda salib sebelum mencuri.

tetapi, saya juga melihat spirit utama tulisan di atas justru berkebalikan dengan kritik anda. penulis agaknya justru mencoba mengapresiasi signum crucis sebagai seorang protestant. terlepas dari beberapa alinea yang sangat bisa diperdebatkan. 

apresiasi orang2 protestan masa kini terhadap signum crucis sebenarnya makin lama makin meningkat. anda sendiri sudah memperlihatkan luther yang tetap mempraktikkannya. calvin menolak, namun cukup banyak kelompok reformed-calvinis sekarang mempraktikkannya walaupun belum untuk semua kesempatan, tapi khususnya dalam ibadah. juga gereja2 metodis di amrik. jadi, mas lucky sebenarnya tidak bisa mengeneralisasi juga &quot;protestant&quot; sebagai penolak tanda salib. saya sendiri melakukannya dalam berbagai kesempatan, seperti rabu abu di gereja kami, dsb.

Artinya, klaim terakhir anda, &quot;Umat Kristen yang menolak tanda salib sebenarnya memberontak akarnya,&quot; mungkin terlalu keras juga. dan apakah dengan demikian luther yang tetap mempraktikkannya dianggap oleh katolik tidak &quot;memberontak akarnya&quot; karena mempraktikkan tanda salib? :)

demikian respons saya. terima kasih untuk respons anda. btw, apakah desember tahun ini ikut &quot;manuk balik kandang&quot;? (jika betul anda alumnus de britto).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas lucky, thanks untuk responsnya. kalau nggak salah lulusan de britto juga ya? saya lulus tahun 88.<br />
Saya sangat setuju dengan anda perihal tanda salib (signum crucis). Menurut saya memang ada beberapa alinea di tulisan pengarang yang mungkin terlalu mengeneralisasi, sehingga koreksi anda dengan mengutip augustine benar. penyalahgunaan tidak bisa dipakai sebagai alasan penolakan. hal yg sama dikecam oleh santo caesarius yang melihat seorang membuat tanda salib sebelum mencuri.</p>
<p>tetapi, saya juga melihat spirit utama tulisan di atas justru berkebalikan dengan kritik anda. penulis agaknya justru mencoba mengapresiasi signum crucis sebagai seorang protestant. terlepas dari beberapa alinea yang sangat bisa diperdebatkan. </p>
<p>apresiasi orang2 protestan masa kini terhadap signum crucis sebenarnya makin lama makin meningkat. anda sendiri sudah memperlihatkan luther yang tetap mempraktikkannya. calvin menolak, namun cukup banyak kelompok reformed-calvinis sekarang mempraktikkannya walaupun belum untuk semua kesempatan, tapi khususnya dalam ibadah. juga gereja2 metodis di amrik. jadi, mas lucky sebenarnya tidak bisa mengeneralisasi juga &#8220;protestant&#8221; sebagai penolak tanda salib. saya sendiri melakukannya dalam berbagai kesempatan, seperti rabu abu di gereja kami, dsb.</p>
<p>Artinya, klaim terakhir anda, &#8220;Umat Kristen yang menolak tanda salib sebenarnya memberontak akarnya,&#8221; mungkin terlalu keras juga. dan apakah dengan demikian luther yang tetap mempraktikkannya dianggap oleh katolik tidak &#8220;memberontak akarnya&#8221; karena mempraktikkan tanda salib? <img src='http://gkipi.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>demikian respons saya. terima kasih untuk respons anda. btw, apakah desember tahun ini ikut &#8220;manuk balik kandang&#8221;? (jika betul anda alumnus de britto).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Membuat Tanda Salib by lucky herdito</title>
		<link>http://gkipi.org/membuat-tanda-salib/comment-page-1/#comment-237</link>
		<dc:creator>lucky herdito</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 07:04:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=4080#comment-237</guid>
		<description>Bahkan Martin Luther menganjurkan pengikutnya untuk menggunakan tanda salib. Dalam Katekismus tahun 1529 tulisan Luther, dia menginstruksikan para bapak untuk mengajari keluarga mereka berikut ini: “Di pagi hari, ketika engkau bangun dari tempat tidur, tandailah dirimu dengan salib suci dan katakan, ‘Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin.’ … Di malam hari, ketika engkau pergi tidur, tandailah dirimu dengan salib suci dan katakan, ‘Dalam nama Bapa, Putra dan, Roh Kudus, Amen.’” Umat Kristen yang menolak tanda salib sebenarnya memberontak akarnya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bahkan Martin Luther menganjurkan pengikutnya untuk menggunakan tanda salib. Dalam Katekismus tahun 1529 tulisan Luther, dia menginstruksikan para bapak untuk mengajari keluarga mereka berikut ini: “Di pagi hari, ketika engkau bangun dari tempat tidur, tandailah dirimu dengan salib suci dan katakan, ‘Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin.’ … Di malam hari, ketika engkau pergi tidur, tandailah dirimu dengan salib suci dan katakan, ‘Dalam nama Bapa, Putra dan, Roh Kudus, Amen.’” Umat Kristen yang menolak tanda salib sebenarnya memberontak akarnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Membuat Tanda Salib by lucky herdito</title>
		<link>http://gkipi.org/membuat-tanda-salib/comment-page-1/#comment-236</link>
		<dc:creator>lucky herdito</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 06:22:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=4080#comment-236</guid>
		<description>Karenanya kita umat Katolik akan menolak prasangka Protestant dan akan terus menandai diri sendiri dengan Tanda Salib.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Karenanya kita umat Katolik akan menolak prasangka Protestant dan akan terus menandai diri sendiri dengan Tanda Salib.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Membuat Tanda Salib by lucky herdito</title>
		<link>http://gkipi.org/membuat-tanda-salib/comment-page-1/#comment-235</link>
		<dc:creator>lucky herdito</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 06:21:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=4080#comment-235</guid>
		<description>St Agustinus menolak kekeliruan argumen tersebut 16 abad yang lalu dengan mengajarkan bahwa “pelecehan tidak mengecualikan penggunaan.”</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>St Agustinus menolak kekeliruan argumen tersebut 16 abad yang lalu dengan mengajarkan bahwa “pelecehan tidak mengecualikan penggunaan.”</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
