Kebangkitan-Nya Memulihkan

Berbicara tentang sebuah peristiwa yang setiap kali diulang-ulang seperti Paska (h), misalnya, bisa jadi menjadi suatu yang menyulitkan tetapi juga sekaligus membosankan. Menyulitkan bagi si penulis, oleh karena setiap kali ia harus berusaha dan berpikir keras untuk membuat peristiwa itu tetap menarik dan tetap relevan namun di sisi lain bisa membosankan pembacanya karena itu lagi, itu lagi, pasti bicara Yesus yang bangkit, kubur yang kosong, perempuan-perempuan... [baca..]

Perubahan dan Pembaruan

Gereja, jika mau terus hidup, haruslah berubah. Yang saya maksud, tentulah perubahan ke arah yang lebih baik. Karena, tentu saja ada kemungkinan, bahkan besar kemungkinannya, perubahan yang terjadi justru menuntun kita pada masa depan yang lebih buruk. Untuk perubahan yang lebih konstruktif ini kerap dipakailah kata “pembaruan”. Sobat Kristus yang bernama Paulus itu pernah menunjukkan arah perubahan yang harus dilakoni setiap orang Kristen,... [baca..]

Kidung Baru, Kidung Keselamatan

Ketika kata tak cukup untuk mencurahkan isi hati, maka nada pun ikut tertutur. Seperti yang dikatakan Augustinus: Qui cantat, bis orat, mereka yang bernyanyi sekali, berdoa dua kali. Itulah yang sesungguhnya terjadi pada peristiwa Natal. Natal merupakan sebuah peristiwa agung yang menjadi jendela yang mengantarai kerahiman ilahi dan pergumulan abadi manusia. Dan mereka yang membuka hati dan hidup untuk melongok ke dalam jendela itu memasuki dimensi... [baca..]

Keluarga Yang Terlibat Dalam Pemulihan Relasi Antar Manusia

Roma 12:9-21 (18) & Kejadian 45:1-15

Perkembangan dunia dan masyarakat di mana kita hidup ini terjadi sedemikian rupa sehingga hal-hal yang pragmatis, dangkal dan yang sifatnya tidak hakiki justru dipentingkan. Sebaliknya hal-hal yang utama dalam kehidupan, seperti makna dan visi kehidupan, dan terutama makna serta nilai kemanusiaan cenderung dianggap relatif, terlalu ideal dan tidak realistik. Akibatnya terjadi proses pemiskinan harkat manusia dan hal-hal yang melekat padanya. Salah... [baca..]

Kebudayaan dan Kekristenan

Apakah saudara pernah memerhatikan jalan menuju sebuah rumah duka? Di Jakarta, petunjuk jalan yang digunakan menuju sebuah rumah duka adalah bendera kuning. Tapi sewaktu saya tinggal di daerah Jawa Tengah, mereka tidak menggunakan bendera kuning, melainkan bendera putih. Ada juga bahkan yang menggunakan bendera merah. Apa yang menyebabkan perbedaan itu? Jawabannya adalah kebiasaan setempat. Bulan ini kita khusus membahas mengenai “Budaya”.... [baca..]

Tetap Teguh pada Janji Allah

Kepercayaan kepada Allah seharusnya nampak dalam keteguhan seseorang untuk selalu berpegang atau memegang janjiNya. Bahkan ketika kita tidak lagi menjumpai alasan (logis) untuk tetap berpegang pada janjiNya, kita harus tetap teguh berpegang pada janjiNya (Roma 4:18). Itulah hakikat dari kata ‘percaya’ yaitu: ‘bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat’! (Ibrani 11:1). Namun pada kenyataannya, ‘tetap teguh pada janji Allah’... [baca..]

Pergi dan Katakanlah…

Menjelang fajar pada hari pertama minggu itu, Maria Magdalena dan Maria lain pergi ke kubur, walau sebenarnya mereka tidak tahu hendak berbuat apa. Mereka diliputi kekecewaan yang besar. Yesus, panutan mereka yang amat mereka andalkan dan kepada siapa mereka dan murid-murid yang lain menggantungkan harapan, ternyata ditangkap, disiksa bahkan dibunuh. Murid-murid lain menyembunyikan diri karena ketakutan. Merekapun sebenarnya takut, tetapi kecintaan... [baca..]

Lebih daripada yang biasa

Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk dalam Kerajaan Sorga. (Matius 5:20) Padahal sebenarnya siapa yang bisa melawan mereka dalam hal beribadah, sebab dalam soal yang beginian, mereka adalah ‘jagonya’ dan bisa diacungi jempol. Orang Farisi misalnya, berpuasa 2 kali seminggu, memberi perpuluhan dengan tertib, tidak pernah... [baca..]

Bersama Keluargaku Bersinar Bagi-Nya

Rob Van Kessel dalam bukunya “Enam Tempayan Air” mengatakan bahwa hidup manusia kini terancam oleh tiga kematian dalam arti luas, yaitu kematian fisik, psikis, dan eksistensial. Kematian fisik, dapat menimpa setiap makhluk hidup, termasuk manusia yang sehat secara fisik. Sekalipun manusia berupaya mempertahankan hidupnya, kesehatannya, keutuhan kulitnya, melalui berbagai cara, kematian fisik pastilah datang cepat atau lambat. Kematian fisik dapat... [baca..]

Manusia Multi-Dimensi

Mari kita panjatkan dalam doa-doa kita suatu ungkapan puji dan syukur kepada Tuhan kala kita dapat menikmati dan melangkahkan kaki memasuki usia 62 tahun kemerdekaan Republik Indonesia tercinta ini. Semua ini semata-mata adalah anugerah yang sungguh luarbiasa dalam kehidupan kita sebagai warga Negara Indonesia. Selanjutnya saya mengajak kita untuk merenung dan merefleksi sejenak suasana dan situasi yang bagaimana yang sedang terjadi dalam kurun waktu... [baca..]

« Previous PageNext Page »