Peduli pada Alam Lingkungan
Perawakannya tidak tinggi bahkan cenderung agak pendek. Usianya sudah hampir 80 tahun. Romo Tan Soe Ie, SJ yang berkedudukan di Gereja St. Ignatius, di desa Ponggol Kaliurang, adalah seorang tua yang kasat mata bukanlah seseorang yang istimewa. Dan memang beliau sendiri tidak pernah mengklem bahwa beliau adalah seorang yang penting apalagi istimewa. “Saya hanyalah seorang tua yang tidak punya banyak waktu lagi…” ujarnya dengan senyum... [baca..]
Dalang Istimewa
Tahun 1976, sekitar pertengahan bulan Juni, saya tiba di jemaat GKI Wonosobo, Jawa Tengah, untuk melakukan tugas penelitian jemaat dan praktik awal. Penelitian dan praktik terutama akan dilakukan di desa Winongsari, di mana jemaat GKI Wonosobo mempunyai sebuah bakal jemaat, yang waktu itu disebut sebagai cabang. Dengan Majelis GKI Wonosobo disepakati bahwa dua minggu sekali, pada akhir minggu saya ke Wonosobo agar bisa membantu pelayanan kebaktian... [baca..]
Yang “Lebih daripada yang Biasa”
1 Seperti biasa setelah berdoa pagi, Pak Handoko membuka toko bangunannya beberapa menit sebelum jam delapan. Di depan tokonya telah menunggu dua orang calon pembeli yang rupanya memerlukan material sepagi mungkin. Hal itu memang biasa, karena di kota kecil di mana Pak Handoko tinggal, hanya ada sekitar lima toko bangunan. Di antaranya hanya dua toko yang cukup lengkap asortimennya, yaitu toko Pak Handoko dan toko Anu. Setelah melayani pembeli pertama... [baca..]
Tuhan Datang Menjenguk
“Mas… masih belajar? Sudah hampir tengah malam…” Bimo mengangkat pandangnya dari buku yang sedang ditekuninya. Arimbi, istrinya, berdiri di pintu ruang kerjanya yang sempit. Di sekitar Bimo buku-buku berserakan di meja dan di rak-rak di sepanjang dinding. Ia tersenyum melihat ketidakrapian kamar kerjanya yang pasti membuat Arimbi mengerutkan alis. Karena sudah kerap kali Arimbi memintanya untuk merapikan kamar kerjanya itu. “Aku... [baca..]
Paskah di Hati
1. Sekitar sepuluh tahun yang lalu masyarakat Belanda, khususnya orang-orang percaya, dihentakkan oleh sebuah buku yang ditulis oleh dosen Perjanjian Baru dari sebuah universitas teologi terkemuka di Belanda. Dalam bukunya sang dosen hendak mengatakan bahwa berdasarkan bukti-bukti historis dan literer, Yesus dalam hidup dan karya-Nya sama sekali tidak bermaksud untuk mengorbankan diri menebus dosa manusia. Konsep pengorbanan dan penebusan Yesus adalah... [baca..]
Indonesia Buat Semua
Usai mengajar kerap kali saya naik bis kota dari halte di depan Sekolah Tinggi Teologia (STT) Jakarta di jalan Proklamasi 27, turun di halte Tosari dekat bundaran Hotel Indonesia. Di situ saya berganti naik bus Trans Jakarta atau yang populer dengan nama “busway” ke blok M di mana saya biasanya telah ditunggu oleh Pak Djiman pengemudi kami, untuk kembali ke Cinere. Tetapi terkadang dari halte di depan STT Jakarta saya beruntung menaiki bus “Patas”... [baca..]
“Mam” Douglas
“Ya, halo? Selamat pagi… Dengan siapa? Purboyo?” “Ya dengan Pendeta Purboyo Mams…” “Ah! Dominee…. senang saya mendengar suara Bapak.” “Bagaimana keadaan Mams sesudah seminggu ini keluar dari rumah sakit?” “Secara umum sih baik… hanya saja masih cepat merasa lelah. Sehingga banyak pekerjaan yang masih belum sempat saya selesaikan. Piring dan gelas bekas makan pagi saja belum saya cuci.” “Oh.. bagaimana... [baca..]
Pohon Natal yang Istimewa
“Bapak, bulan depan hari Natal, kan?” tanya Ary, adik saya laki-laki pada suatu malam menyambut ayah saya pulang dari kantor. “Benar. Memangnya kenapa?” “Ya, memangnya ada apa sih?” tanya ibu saya sambil menggendong adik saya perempuan yang baru berumur sekitar satu setengah bulan. “Tadi kan kamu sudah menanyakannya kepada Mama.” “Eh… nggak apa-apa kok…” Ayah saya melihat kepada Ary dengan tersenyum, lalu berkata:... [baca..]
Ayahku-Temanku
“Kamu ngapain siang ini?” tanya ayah saya sesudah kami makan siang bersama. “Nggak ada apa-apa. Baru nanti malam saya harus ke gereja.” “Kita main barang dua partai?” “Oke…” Maka sepanjang siang hingga sore itu kami bermain catur. Sesekali ibu saya menengok kami dan sedikit bersungut-sungut karena beliau merasa diabaikan. Namun biasanya beliau meminta pembantu untuk membuatkan kopi bagi kami dan menghidangkan camilan. Dan hal... [baca..]
Merah Putih di Mana-mana
1 Sebagai calon pendeta (dahulu disebut sebagai “Tua-tua Khusus”) di kota Klaten saya menempati pastori, yang adalah sebuah rumah kontrakan. Ia agak terlalu kecil untuk ditempati sebuah keluarga dengan anak-anak. Namun berhubung waktu itu saya masih membujang rumah dengan dua kamar tidur kecil-kecil itu cukup lapang dan nyaman bagi saya. Lagipula halamannya cukup luas dan kira-kira di tengahnya berdiri sebuah tiang bendera. Pertengahan Juli di... [baca..]



