Belajar dari Para Guru PAK

“Pak Purboyo, dapatkah Bapak membawakan renungan pada Perayaan Natal Guru-guru Pendidikan Agama Kristen (PAK), Minggu 14 Desember di lantai 3…?” tanya Pak Arman, ketua Komisi Pekabaran Injil GKI Pondok Indah. Tanpa berpikir panjang saya mengiyakannya setelah memeriksa agenda saya. Padahal sebenarnya selain belum pernah bertemu apalagi memimpin acara guru-guru PAK itu, saya juga tidak terlalu mengerti siapa guru-guru itu, serta bagaimana... [baca..]

Kidung Baru, Kidung Keselamatan

Ketika kata tak cukup untuk mencurahkan isi hati, maka nada pun ikut tertutur. Seperti yang dikatakan Augustinus: Qui cantat, bis orat, mereka yang bernyanyi sekali, berdoa dua kali. Itulah yang sesungguhnya terjadi pada peristiwa Natal. Natal merupakan sebuah peristiwa agung yang menjadi jendela yang mengantarai kerahiman ilahi dan pergumulan abadi manusia. Dan mereka yang membuka hati dan hidup untuk melongok ke dalam jendela itu memasuki dimensi... [baca..]

Ming dan Ikan Emas Koki

Seusai mandi dan makan malam, ketika saya bermaksud untuk bersantai membaca-baca atau menonton film di televisi, telepon berdering. “Halo… Pungky… Ah, untung kamu di rumah…” “Hai Cu… Kenapa kok ‘untung aku ada di rumah?’” “Biasa… si Ming lagi. Ada-ada saja dia itu!” jawab Cu dengan nada kesal bercampur geli. Cu adalah seorang ibu muda yang harus sendirian membesarkan Ming, putra... [baca..]

Keluarga Yang Terlibat Dalam Pemulihan Relasi Antar Manusia

Roma 12:9-21 (18) & Kejadian 45:1-15

Perkembangan dunia dan masyarakat di mana kita hidup ini terjadi sedemikian rupa sehingga hal-hal yang pragmatis, dangkal dan yang sifatnya tidak hakiki justru dipentingkan. Sebaliknya hal-hal yang utama dalam kehidupan, seperti makna dan visi kehidupan, dan terutama makna serta nilai kemanusiaan cenderung dianggap relatif, terlalu ideal dan tidak realistik. Akibatnya terjadi proses pemiskinan harkat manusia dan hal-hal yang melekat padanya. Salah... [baca..]

Kebudayaan dan Kekristenan

Apakah saudara pernah memerhatikan jalan menuju sebuah rumah duka? Di Jakarta, petunjuk jalan yang digunakan menuju sebuah rumah duka adalah bendera kuning. Tapi sewaktu saya tinggal di daerah Jawa Tengah, mereka tidak menggunakan bendera kuning, melainkan bendera putih. Ada juga bahkan yang menggunakan bendera merah. Apa yang menyebabkan perbedaan itu? Jawabannya adalah kebiasaan setempat. Bulan ini kita khusus membahas mengenai “Budaya”.... [baca..]

Peduli pada Alam Lingkungan

Perawakannya tidak tinggi bahkan cenderung agak pendek. Usianya sudah hampir 80 tahun. Romo Tan Soe Ie, SJ yang berkedudukan di Gereja St. Ignatius, di desa Ponggol Kaliurang, adalah seorang tua yang kasat mata bukanlah seseorang yang istimewa. Dan memang beliau sendiri tidak pernah mengklem bahwa beliau adalah seorang yang penting apalagi istimewa. “Saya hanyalah seorang tua yang tidak punya banyak waktu lagi…” ujarnya dengan senyum... [baca..]

Tetap Teguh pada Janji Allah

Kepercayaan kepada Allah seharusnya nampak dalam keteguhan seseorang untuk selalu berpegang atau memegang janjiNya. Bahkan ketika kita tidak lagi menjumpai alasan (logis) untuk tetap berpegang pada janjiNya, kita harus tetap teguh berpegang pada janjiNya (Roma 4:18). Itulah hakikat dari kata ‘percaya’ yaitu: ‘bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat’! (Ibrani 11:1). Namun pada kenyataannya, ‘tetap teguh pada janji Allah’... [baca..]

Dalang Istimewa

Tahun 1976, sekitar pertengahan bulan Juni, saya tiba di jemaat GKI Wonosobo, Jawa Tengah, untuk melakukan tugas penelitian jemaat dan praktik awal. Penelitian dan praktik terutama akan dilakukan di desa Winongsari, di mana jemaat GKI Wonosobo mempunyai sebuah bakal jemaat, yang waktu itu disebut sebagai cabang. Dengan Majelis GKI Wonosobo disepakati bahwa dua minggu sekali, pada akhir minggu saya ke Wonosobo agar bisa membantu pelayanan kebaktian... [baca..]

Pergi dan Katakanlah…

Menjelang fajar pada hari pertama minggu itu, Maria Magdalena dan Maria lain pergi ke kubur, walau sebenarnya mereka tidak tahu hendak berbuat apa. Mereka diliputi kekecewaan yang besar. Yesus, panutan mereka yang amat mereka andalkan dan kepada siapa mereka dan murid-murid yang lain menggantungkan harapan, ternyata ditangkap, disiksa bahkan dibunuh. Murid-murid lain menyembunyikan diri karena ketakutan. Merekapun sebenarnya takut, tetapi kecintaan... [baca..]

Yang “Lebih daripada yang Biasa”

1 Seperti biasa setelah berdoa pagi, Pak Handoko membuka toko bangunannya beberapa menit sebelum jam delapan. Di depan tokonya telah menunggu dua orang calon pembeli yang rupanya memerlukan material sepagi mungkin. Hal itu memang biasa, karena di kota kecil di mana Pak Handoko tinggal, hanya ada sekitar lima toko bangunan. Di antaranya hanya dua toko yang cukup lengkap asortimennya, yaitu toko Pak Handoko dan toko Anu. Setelah melayani pembeli pertama... [baca..]

« Previous PageNext Page »