Aku telah Melihat Tuhan!
Selamat Hari Raya Paska! Apakah artinya? Rasanya siapa pun, entah awam entah teolog, bahkan entah percaya entah tidak-percaya, akan dapat menjelaskannya dengan terang dan baik. Tetapi bila ditanyakan mengapa Paska diperingati dan dirayakan, maka tidak semua orang akan dapat menjelaskannya secara memuaskan. Barangkali hal itu dapat dibandingkan dengan berbagai bencana alam yang masih hangat dalam ingatan maupun indra kita. Apakah dan bagaimanakah itu?... [baca..]
Masih Ada Asa…
1 Pada suatu kali, dalam rangka memenuhi undangan untuk memimpin kebaktian, saya menginap di rumah seorang rekan pendeta di Bandung. Rekan itu pernah bersama saya melayani di GKI Malang, tahun 1980-an. Bahkan ia, Pdt. Budiono Adi Wibowo, adalah pendeta yang menahbiskan saya pada tahun 1984. Bersama istrinya ia menjemput saya di stasiun kereta api. Walau sudah lebih dari sepuluh tahun tidak berjumpa, saya masih dengan mudah mengenalinya. Ia kelihatan... [baca..]
Berjuang, Tabah dan Berserah
Perjalanan hidup kita dapat dibandingkan dengan pelayaran sebuah bahtera atau kapal di laut lepas. Terkadang ia menikmati cuaca yang cerah, matahari yang memberikan kehangatan dan angin sepoi-sepoi yang menawarkan kenyamanan. Tetapi tidak jarang pula bahtera kita mesti berlayar dalam keadaan yang tidak ideal, dalam badai dan petir yang menyambar-nyambar. Dan memang seperti itulah hidup ini. Ia mempunyai pasang-surutnya sendiri. Dalam kitab Kisah Para... [baca..]
Kami Telah Melihat Bintang-Nya
Matius 2:1-18Sejarah gereja dan sejarah agama-agama selain dipenuhi oleh kasih dan keluhuran ajaran agama-agama tersebut, juga dipenuhi oleh sejarah rivalitas antar agama, pengkafiran kelompok lain, bahkan upaya politisasi ayat suci untuk kepentingan kelompok tertentu. Sampai sekarang kita melihat jejak sejarah rivalitas dan pengkafiran tersebut dalam bentuk pelarangan kegiatan keagamaan dan ungkapan penuh kebencian yang ditujukan kepada kelompok lain yang... [baca..]
IMAN, HARAP, KASIH: Nilai-Nilai yang Diwariskan
Menjadi keluarga Kristen yang sungguh-sungguh memancarkan nilai-nilai kekristenan dalam hidup dan lakunya, bukanlah hal yang mudah. Dunia, tempat di mana kita hidup dan membangun relasi, juga memberikan nilai-nilainya, yang tampaknya lebih menarik dan mudah untuk dilakukan. Godaan untuk meninggalkan nilai-nilai ilahi begitu kuat kita alami dalam tantangan zaman ini. Lima tantangan keluarga Kristen masa kini antara lain: Persaingan. Tiap hari kita... [baca..]
Menurut Kamu, Siapakah Aku ini?
Sebuah Refleksi Perjumpaan Injil dan Budaya (Lukas 9:20)Seorang pemuda mempunyai empat saudara laki-laki. Suatu hari ia bertemu dengan seorang gadis dan menikahinya. Sang pengantin wanita menjalani empat hari pertama perkawinannya untuk menyesuaikan diri. Pada hari kelima, ia memasak sepanci bubur. Sepiring bubur diberikan kepada suaminya dan empat piring bubur lainnya diantarnya kepada ipar-iparnya yang tinggal di rumah lain. Namun ipar-iparnya itu tidak mau makan bubur itu, kecuali ia dapat menyebutkan... [baca..]
Betapa Banyak Perbuatan-Mu, ya Tuhan
Mazmur 104(1) Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Betapa agung Engkau, ya TUHAN Allahku! Aku memuji Tuhan karena Engkau membuat aku dapat memuji-Mu. (8) Air mengalir melalui gunung-gunung ke dalam lembah, ke tempat yang Kausediakan baginya. Aku memuji Tuhan karena Engkau yang mengalirkan air ke gunung dan ke lembah. Engkau menyediakan tempat bagi air yang mengalir itu. Aku memuji Tuhan karena Engkau jualah yang menyediakan tempat bagiku untuk hidup, bertumbuh... [baca..]
Menghormati Tuhan-Menghargai Sesama
Sebuah Refleksi Atas Sikap Terhadap Ibadah di GKI Pondok Indah1. Hari Sabtu, 9 April 2011, adalah hari yang kelam dalam perjalanan GKI Pondok Indah sebagai tubuh Kristus. Pada hari itu untuk pertama kalinya terjadi, seorang anggota jemaat GKI Pondok Indah mengacaukan dan melecehkan sebuah kebaktian peneguhan dan pemberkatan pernikahan. Begitu pendeta yang memimpin ibadah selesai mengucapkan “ayat pembukaan”, ia, bersama suaminya, masuk dari pintu samping di dekat tempat duduk Majelis Jemaat, langsung menyambar... [baca..]
Lihatlah Manusia itu
‘Menjadi manusia’ adalah pergumulan umat manusia sepanjang sejarahnya. Dosa memang sudah menyeret manusia dari kemanusiaannya. Lihatlah, Kain membunuh adiknya Habel. Sejak saat itu, wajah kemanusiaan semakin bengis. Lamekh membunuh seorang muda karena memukulnya. Pembalasan buat Lamekh haruslah tujuh puluh tujuh kali lipat! (Kej. 4:23-24). Tetapi ‘Sang Manusia itu’, Yesus Kristus, mengajarkan sebaliknya. Alih-alih membalas, kita malahan diajar... [baca..]
Menjadi Murid Kristus
Secara umum murid berarti orang yang mau belajar dan menimba berbagai ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas dirinya. Apabila orang tua menyekolahkan anaknya dalam pembelajaran atau pendidikan yang berkualitas, tentu bukan bertujuan untuk menyombongkan kemampuan materi atau kehebatan anaknya, tapi bertujuan mencerdaskan anaknya dan meningkatkan kualitas hidupnya di masa depan. Dalam pengertian Alkitab murid tidak hanya berarti orang yang belajar,... [baca..]



