Aku Adalah Jalan

Pengakuan Yesus bahwa Ia adalah “Jalan, Kebenaran, dan Hidup” di dalam ayat 14:6 sebenarnya harus dipahami sebagai satu kesatuan tak terpisahkan. Masalahnya, sangat sering orang memenggal ketiganya dan hanya menekankan yang pertama saja, yaitu Yesus sebagai Jalan. Bahkan, klaim bahwa Yesus adalah Jalan lantas dibenturkan dengan jalan-jalan lain yang ditawarkan oleh agama-agama lain. Bukan hanya itu, banyak yang kemudian menegaskan bahwa Yesus... [baca..]

Aku Adalah Pintu

Di kota-kota besar, pintu tampaknya semakin menjadi simbol ketakutan berurusan dengan orang luar, ketertutupan, ketidakpercayaan, ketidakpedulian, dan bahkan keterasingan. Hal yang sama berlangsung pula dengan gereja yang semustinya menjadi sebuah ruang publik dengan pintu-pintu terbuka bagi siapa pun untuk masuk. Pintu gereja tak lagi menjadi simbol hospitality, namun hostility. Sangat jamak kita jumpai pintu-pintu gereja yang tertutup rapat, dengan... [baca..]

EMAUS: Menyongsong Matahari Terbit

Emaus adalah saksi atas perjumpaan Kristus yang bangkit dengan dua orang murid. Dengan kepiawaian naratif yang luar biasa, penulis Injil Lukas menahan selama mungkin kesadaran kedua murid bahwa “orang asing” yang tiba-tiba menjadi kawan perjalanan itu ternyata adalah Kristus yang mati dan bangkit. Perjalanan dalam duka memang akan lebih ringan dilakoni ketika ada seseorang yang menjadi kawan seperjalanan—sekalipun ia seorang asing. Kedua murid... [baca..]

Keraguan yang Menuntun kepada Pengakuan

“Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Demikianlah perkataan Tomas ketika merespon pengalaman sukacita murid-murid yang lain berjumpa dengan Yesus yang bangkit. Menyakini berita tentang orang mati yang kemudian bangkit dan menampakkan diri, bukanlah suatu berita yang mudah diterima. Tomas... [baca..]

IA Mendahului Kamu Ke Galilea

Paska adalah sebuah perayaan kemenangan iman. Yesus yang mati, Yesus yang ditangisi, kini telah bangkit. Kebangkitan-Nya adalah bukti bahwa Ia adalah Sang Mesias, yang memerdekakan kehidupan ini dari penindasan dosa. Kebangkitan-Nya menumbuhkan pengharapan dan semangat untuk melewati hari dengan sukacita. Yesus yang bangkit itu ada di Galilea. Ia lebih dahulu (mendahului) hadir di Galilea. Apa yang penting dari Galilea sehingga Yesus mengutamakan... [baca..]

YERUSALEM: Pemuliaan Menuju Penderitaan

Dipuja dan dihina, disanjung dan dijatuhkan menjadi semarak kita lihat, dengar dan baca saat ini seiring dengan kemeriahan Pemilu Indonesia. Yang satu diarak yang lain dijatuhkan. Sekelompok orang banyak bersikap sekedar melihat keuntungan. Hari ini berseru untuk mendukung tetapi besok berteriak dengan cercaan. Begitu mudah dan begitu cepat berbalik dari satu sikap kepada sikap yang lain. Ketika Yesus memasuki kota Yerusalem, tempat di mana Dia akan... [baca..]

Allah Yang Memulihkan

Pada saat tubuh menjadi lemah, kita mengharapkan pemulihan agar tubuh dikuatkan dan disegarkan kembali. Ketika keluarga menjadi retak dan tercerai berai, kita juga mengharapkan pemulihan agar kesatuan dan kesehatian hadir dalam keluarga. Dengan kata lain pada saat kondisi damai sejahtera jauh dari kenyataan maka pengharapan akan pemulihan makin menguat mengiringi segala perjuangan dan usaha kita. Setiap orang menginginkan kelegaan dari himpitan, kemerdekaan... [baca..]

Tuhan Adalah Gembalaku

Tidak sedikit orang yang setiap hari terbangun dalam kecemasan karena beban-beban tersembunyi yang menekan. Apakah Anda dan saya termasuk di dalamnya ? jika demikian, mari kita belajar dari Mazmur 23, yang mengajarkan bagaimana Allah menghendaki saya menanggapi kecemasan dalam hidup saya. Dalam Mazmur 23 ditunjukkan kepada kita suatu cara yang membangun dan menghormati Allah dalam menanggapi kecemasan dalam hidup ini. Ia mendorong kita untuk memercayai... [baca..]

Ditempa oleh Penderitaan

Hujan debu Gunung Kelud menyebabkan Jogya yang biasanya hiruk pikuk menjadi kota mati. Orang masih ragu memulai usaha warungannya, kecuali satu warung kecil di bantaran sungai. Di warung itu kelihatan sepi, hanya ada ibu penjual yang dibantu anaknya dan dua orang pelanggan. “malam bu…” sapaku, “Malam mas, mau makan apa? tanyanya “Nasi gudeg suwir pakai telor ya bu” jawabku cepat. “masih banyak debu dijalanan kok sudah keluar rumah... [baca..]

Penjagaku tidak Terlelap

“In God we trust” , kalimat yang tertulis di mata uang dollar Amerika sejak 1957 ini, jika bukan hanya sebatas slogan saja akan memberikan kelegaan dalam hidup ini. Kepercayaan adalah dasar yang penting dalam kehidupan. Ketika misalnya dalam suatu rumah tangga yang awalnya didasari dengan saling percaya sekonyong-konyong berada di ambang kehancuran karena kata ‘saling memercayai’ mulai tergerus, tereduksi dan hanya tersisa kata ‘saling mencurigai’.... [baca..]

« Previous PageNext Page »