Kamu adalah garam dan terang dunia

Peningkatan aktifitas religius mestinya berbanding terbalik dengan index korupsi. Mengapa demikian? Karena tidak ada satu agamapun yang mengajarkan umatnya untuk melakukan korupsi. Faktanya? Aktifitas religius di Indonesia sungguh meningkat. Mesjid penuh, gereja penuh begitu juga dengan tempat ibadah agama lain. Aktifitas religius makin marak, mulai dari pengajian, Bible study sampai model berpakaianpun mengikuti mode religius. Tetapi bukannya korupsi... [baca..]

Adil, setia dan rendah hati

Konon kabarnya, ibadah kita sekarang ini semakin rumit. Ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi umat dan apalagi pemimpin ibadah sebelum mereka datang menghadap Tuhan. Dari cara berpakaian tertentu, pemahaman tentang warna warni liturgis, cara dan intonasi membaca Alkitab, kemampuan menyanyi terutama Mazmur dan banyak lainnya. Tentu semuanya itu baik. Menghadap Tuhan memang tidak bisa asal-asalan. Menghadiri undangan seorang sahabat saja, kita... [baca..]

Penjala Ikan menjadi Penjala Manusia

Tidak jarang, dalam perkembangan sebuah bahasa, terjadi penyempitan, bahkan pemiskinan makna dari sebuah kata atau ungkapan. Misalnya saja kata “gotong-royong”. Pada awalnya ia berarti sebuah peristiwa penting, ketika seseorang hendak melakukan sesuatu yang tak dapat dilakukannya sendiri, misalnya pindah rumah. Di desa, pindah rumah kerap kali berarti seluruh rumah beserta isinya, pindah tempat. Untuk itu segenap penduduk desa bekerja sama, rumah... [baca..]

Mengikut Sang Anak Domba

Akhir-akhir ini banyak bermunculan motivator dan pelatih pengembangan diri. Mereka antara lain menawarkan kepada para peserta pelatihan mereka, untuk mengembangkan dan menajamkan banyak kualifikasi pribadi yang krusial sebagai pemimpin. Namun menarik sekali bahwa nyaris tidak ada di antara mereka yang mendaftarkan mentalitas “bersedia berkorban” sebagai kualifikasi yang penting. Yohanes Pembaptis, selalu menunjuk kepada Yesus sebagai yang jauh... [baca..]

Baptisan = Perubahan Hidup

Kita dapat mengingat dan memaknai baptisan kita masing-masing dengan berbagai pemahaman dan aksen. Namun 1 hal yang tak boleh kita lupakan adalah: baptisan kita diawali oleh, serta didasarkan pada, baptisan sang Kristus. Tentunya secara hakiki pengertiannya amat jelas: di dalam Dialah kita “dibaptis” (dicuci bersih, dihidupkan kembali dari kematian, dari dosa). Tetapi disamping itu kisah pembaptisan sang Kristus oleh Yohanes Pembaptis setidaknya... [baca..]

Campur tangan Allah dalam kehidupan

Salah satu kebenaran tentang Allah yang disaksikan oleh Yohanes adalah: kenyataan bahwa Allah berkenan diam di antara kita (manusia – Yoh. 1:14a). Lalu siapakah kita ini sehingga Yang Maha Kuasa berkenan diam di antara kita. Bahkan Allah berkenan mengenakan kemanusiaan, menjadi sama seperti kita? Dari fakta ini muncul kebenaran yang lain, yaitu: Allah ternyata ingin dekat dengan kita, ingin merasakan pergumulan manusiawi kita, dan ingin mendampingi... [baca..]

Di manakah damai Natal itu?

Natal..damai di bumi? Rachel, menangis meratapi anaknya Bersama perempuan Bethlehem Dan bayi-bayi tak berdosa Imperium Herodes… Tak menyisakan ruang buat pesaing Cacing, jangan jadi naga.. Begitu kudengar kelakar bisnis biasa Allah, mengapa Engkau mengalah? Haruskah bayi suci mengungsi? Masihkah Kau sisakan ruang pengampunan Buat musuh sang bayi suci? Imperiumku terusik Dalam api amarah dan dendam Sirna sudah damai di hati Lalu di mana damai Natal... [baca..]

Imanuel

Seorang anak, seorang bayi mungil… Betapa kuingin menggendongnya Betapa kuingin menatap mata beningnya Seorang anak, seorang bayi mungil… Ah, hilang takutku menghadap Allah Meski dosa menuntutku berat Seorang anak, seorang bayi mungil… Seiring tangan terkembang, senyumpun mengembang Sungguh ingin kurengkuh dikau, permata hatiku Seorang anak, seorang bayi mungil… Imanuel…El yang imanen…Allah bersamaku Dalam gelisahku, dalam dukaku, dalam... [baca..]

Allah yang memulihkan segala sesuatu

Di tengah kerusakan lingkungan hidup yang semakin meluas, berbagai kelemahan fisik dan penyakit serta kebobrokan mental manusia, mendengarkan Firman Tuhan dalam Yesaya 35 sungguh menyejukkan hati. Firman ini berada dalam konteks Yesaya 34, yaitu hukuman bagi bangsa-bangsa. Sebagai akibat dari hukuman itu terjadilah kerusakan di segala bidang kehidupan. Tetapi kasih karunia Allah jauh melebihi kemarahan Allah. Dalam kasih karuniaNya, Allah datang untuk... [baca..]

Tidak Menyimpang dari Kebenaran dan Kesetiaan

Perjuangan menegakkan kebenaran butuh kesetiaan. Betapapun tantangan dan rintangan menghadang, kita harus konsisten dengan komitmen yang kita ambil. Sikap yang inkonsisten, tebang pilih, pasti memudarkan pengharapan. Sebaliknya, konsistensi dalam perjuangan, apapun resikonya, akan selalu menyalakan api harapan. Kita sungguh bersyukur, bahwa sang Raja damai adalah pribadi yang konsisten dalam perjuangannya mewujudkan syalom Allah. ‘Seperti ikat pinggang... [baca..]

« Previous PageNext Page »