<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>GKI Pondok Indah &#187; Antar Kita</title>
	<atom:link href="http://gkipi.org/category/antar-kita/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gkipi.org</link>
	<description>Situs Komunitas Jemaat</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 17:01:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Gedung Gereja GIDI di desa Koyakoso Papua itu akhirnya berdiri</title>
		<link>http://gkipi.org/gedung-gereja-gidi-di-desa-koyakoso-papua-itu-akhirnya-berdiri/</link>
		<comments>http://gkipi.org/gedung-gereja-gidi-di-desa-koyakoso-papua-itu-akhirnya-berdiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 15:41:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paurogkipi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Antar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=7279</guid>
		<description><![CDATA[Puji Tuhan, dengan perjuangan yang cukup melelahkan, hanya dalam kurun waktu 15 bulan akhirnya Jemaat Torsina Gereja Injili Di Indonesia (GIDI), desa Koyakoso, Papua, dapat beribadah kepada Tuhan dengan tenang di sebuah bangunan gereja yang cukup indah, setelah 16 tahun merindukannya. Diawali dengan penyerahan bantuan dari Komisi Dikkesra, Panitia Natal, Charity Shop/Komisi Senior yang diantarkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Puji Tuhan, dengan perjuangan yang cukup melelahkan, hanya dalam kurun waktu 15 bulan akhirnya Jemaat Torsina Gereja Injili Di Indonesia (GIDI), desa Koyakoso, Papua, dapat beribadah kepada Tuhan dengan tenang di sebuah bangunan gereja yang cukup indah, setelah 16 tahun merindukannya.</p>
<p>Diawali dengan penyerahan bantuan dari Komisi Dikkesra, Panitia Natal, Charity Shop/Komisi Senior yang diantarkan kepada jemaat yang sehari-harinya hanya hidup dari bercocok tanam bagi kebutuhan rumah tangga mereka, akhirnya pada awal 2010 yang lalu, jemaat GKI Pondok Indah yang diwakili oleh Bpk. Yan Watung dari Komisi Pekabaran Injil, menyerahkan dana awal bantuan Majelis GKIPI, ditambah dengan sumbangan dari dua warga GKIPI (FP &amp; SW), dan seorang warga GKI-Papua (BH) untuk membangun gedung gereja tersebut.</p>
<p>Bantuan tersebut diterima dengan rasa haru oleh Majelis GIDI dan jemaatnya, yang diwakili oleh Gembala Sidang mereka, Pdt. Marinus Yogosam, dan Pnt. Yulianus Wea/Sekretaris dalam sebuah ibadah pengucapan syukur. Tuhan Yesus telah memperhatikan jemaat kecil ini dengan mengutus sebuah jemaat yang jauh dari Papua untuk membantu mendirikan rumah Tuhan yang layak. Meskipun banyak orang sudah terlebih dahulu berkunjung ke sana, tetapi baru GKIPI-lah yang memberikan perhatian serius.</p>
<p>Setelah bantuan awal ini, ada lagi pengiriman bahan-bahan bangunan dari seorang warga GKIPI (BIY) lewat PT. KTB, dan akhirnya dalam perjalanan pembangunannya, jemaat GKIPI terlibat penuh dalam mengoordinasikannya hingga selesai. Biaya pembangunan gedung gereja untuk + 300 anggota jemaat dewasa ini ternyata cukup besar dan sempat tersendat pada awal 2011. Jemaat terus-menerus berdoa dan mendukung pembangunan ini dari penjualan hasil kebun mereka. Mereka juga menghubungi beberapa tokoh di Papua a.l. Ir. Jansen Monim, kepala DPU Prov. Papua, yang bersama Ibu Livlien Monim-Ansanay pada bulan April 2011 menjenguk mereka dan tergugah untuk membantu melanjutkan pembangunan gedung gereja ini dengan menyediakan tukang dan bahan-bahan bangunan sehingga akhirnya selesai pada bulan Oktober 2011.</p>
<p>Kini masih tersisa pembuatan MCK dan bak air untuk menampung air hujan, serta penyediaan 40 bangku dari kayu besi sepanjang 2m yang harganya Rp 500.000,- per buah. Dalam pembuatan MCK dan bak air, dua warga GKIPI (LS &amp; BIY) telah memberikan bantuan dan kini mulai dikerjakan oleh Panitia. Gereja ini direncanakan akan diresmikan pada bulan Januari 2012 bila semua kebutuhan bagi keseluruhan penyelesaiannya dapat terpenuhi dengan baik. (YW)</p>

<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-48-7279">


	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-268" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/Papua-1.jpg" title="Gereja lama berdiri sejak 1994" class="thickbox no_icon" rel="set_48">
								<img title="Gereja lama berdiri sejak 1994" alt="Gereja lama berdiri sejak 1994" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/thumbs/thumbs_Papua-1.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-269" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/Papua-10.jpg" title="Menikmati paha babi masak batu (barapen)" class="thickbox no_icon" rel="set_48">
								<img title="Menikmati paha babi masak batu (barapen)" alt="Menikmati paha babi masak batu (barapen)" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/thumbs/thumbs_Papua-10.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-270" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/Papua-11.jpg" title="Masak barapen sebelum peletakan batu pertama" class="thickbox no_icon" rel="set_48">
								<img title="Masak barapen sebelum peletakan batu pertama" alt="Masak barapen sebelum peletakan batu pertama" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/thumbs/thumbs_Papua-11.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-271" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/Papua-12.jpg" title="Kini gedung gereja berdiri dengan megah" class="thickbox no_icon" rel="set_48">
								<img title="Kini gedung gereja berdiri dengan megah" alt="Kini gedung gereja berdiri dengan megah" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/thumbs/thumbs_Papua-12.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-272" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/Papua-13.jpg" title="Sukacita jemaat dapat beribadah di gedung gereja baru" class="thickbox no_icon" rel="set_48">
								<img title="Sukacita jemaat dapat beribadah di gedung gereja baru" alt="Sukacita jemaat dapat beribadah di gedung gereja baru" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/thumbs/thumbs_Papua-13.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-273" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/Papua-2.jpg" title="Perumahan jemaat Koyakoso" class="thickbox no_icon" rel="set_48">
								<img title="Perumahan jemaat Koyakoso" alt="Perumahan jemaat Koyakoso" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/thumbs/thumbs_Papua-2.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-274" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/Papua-3.jpg" title="Rapat panitia di gereja tua" class="thickbox no_icon" rel="set_48">
								<img title="Rapat panitia di gereja tua" alt="Rapat panitia di gereja tua" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/thumbs/thumbs_Papua-3.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-275" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/Papua-4.jpg" title="Ibadah peletakan batu pertama" class="thickbox no_icon" rel="set_48">
								<img title="Ibadah peletakan batu pertama" alt="Ibadah peletakan batu pertama" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/thumbs/thumbs_Papua-4.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-276" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/Papua-5.jpg" title="Jemaat siap membangun" class="thickbox no_icon" rel="set_48">
								<img title="Jemaat siap membangun" alt="Jemaat siap membangun" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/thumbs/thumbs_Papua-5.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-277" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/Papua-6.jpg" title="Batu dan pasir disiapkan" class="thickbox no_icon" rel="set_48">
								<img title="Batu dan pasir disiapkan" alt="Batu dan pasir disiapkan" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/thumbs/thumbs_Papua-6.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-278" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/Papua-7.jpg" title="Semen semen dari GKI Pondok Indah" class="thickbox no_icon" rel="set_48">
								<img title="Semen semen dari GKI Pondok Indah" alt="Semen semen dari GKI Pondok Indah" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/thumbs/thumbs_Papua-7.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-279" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/Papua-8.jpg" title="Peletakan batu pertama dari GIDI" class="thickbox no_icon" rel="set_48">
								<img title="Peletakan batu pertama dari GIDI" alt="Peletakan batu pertama dari GIDI" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/thumbs/thumbs_Papua-8.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-280" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/Papua-9.jpg" title="Peletakan batu pertama dari GKI PI &amp; GKI P" class="thickbox no_icon" rel="set_48">
								<img title="Peletakan batu pertama dari GKI PI &amp; GKI P" alt="Peletakan batu pertama dari GKI PI &amp; GKI P" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/papua/thumbs/thumbs_Papua-9.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>


]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gkipi.org/gedung-gereja-gidi-di-desa-koyakoso-papua-itu-akhirnya-berdiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup Bersama Para Penderita Depresi</title>
		<link>http://gkipi.org/hidup-bersama-para-penderita-depresi/</link>
		<comments>http://gkipi.org/hidup-bersama-para-penderita-depresi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 04:12:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paurogkipi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Antar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=6857</guid>
		<description><![CDATA[Pdt. Thimotius Liunesi, Dip.Th memilih jalan hidupnya untuk melayani orang-orang stres/depresi atau sakit ingatan, baik yang kondisinya masih ringan atau yang sudah parah. Ia bergaul di tengah-tengah keberadaan mereka yang agak kacau, bercanda bersama, tertawa (bukan karena terjangkit stres, tapi karena mendengar cerita-cerita mereka yang terkadang mengundang tawa), dan mendoakan mereka dengan para pengasuh lainnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><img title="Pdt.-Thimotius" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/11/Pdt.-Thimotius.jpg" alt="Pdt.-Thimotius" width="150" height="182" /><p class="wp-caption-text">Pdt.-Thimotius</p></div>
<p>Pdt. Thimotius Liunesi, Dip.Th memilih jalan hidupnya untuk melayani orang-orang stres/depresi atau sakit ingatan, baik yang kondisinya masih ringan atau yang sudah parah. Ia bergaul di tengah-tengah keberadaan mereka yang agak kacau, bercanda bersama, tertawa (bukan karena terjangkit stres, tapi karena mendengar cerita-cerita mereka yang terkadang mengundang tawa), dan mendoakan mereka dengan para pengasuh lainnya.</p>
<p>Di lokasi Jln. Ratna Abarokah/Jln.H.Nain 128/6 RT.00401 Kel. Jatikramat-Jati Asih Bekasi Jawa Barat ini, ia dan keluarganya, dengan dibantu oleh pengasuh-pengasuh lainnya, mengelola Yayasan Doa Embun Kasih yang saat ini melayani 91 penderita stres/sakit ingatan atau juga narkoba-okultisme. Sebagian besar dari mereka masih berusia muda. Para penderita ini diantar oleh anggota-anggota keluarga yang menitipkan mereka di sana, namun ada juga yang dijemput di jalan-jalan. Mereka didoakan dengan mengusir roh-roh jahat dari diri mereka, dan setelah pulih, dilayani dengan doa-doa pelepasan.</p>
<p>Pelayanan ini banyak memberi perubahan kepada para penderita. Sebagian dapat kembali ke keluarga mereka, namun beberapa yang tidak diterima oleh keluarga mereka, akhirnya menetap di sana dan membantu dengan memasak, mencuci pakaian dan membersihkan ruangan. Melayani para penderita ini membutuhkan kesabaran yang luar biasa, karena mereka harus dilayani seperti anak kecil dan dimandikan. Kadang-kadang bisa menghabiskan lebih dari 1 jam dan 1 drum air untuk memandikan mereka! Selain itu, pakaian mereka juga harus dicuci, dan makanan mereka disiapkan. Setiap hari dibutuhkan 50 kg beras untuk memberi makan kepada semua penderita ini. Namun dengan kasih dan suka-cita, para pengasuh ini bergaul dan bercanda dengan para penderita dalam suasana penuh kasih dan kekeluargaan.</p>
<p>Beberapa pegiat dari Komisi Pelawatan dan Komisi Senior GKI PI, dengan dipimpin oleh Bpk. Arief Hidayat telah meluangkan waktu pada tanggal 21 Juli yang lalu untuk kembali melakukan kunjungan ke sana guna mengantar beberapa warga GKI PI yang ingin membantu Yayasan ini. Dalam kunjungan ini, puji-pujian dan kesaksian disampaikan oleh beberapa penderita, lalu Ibu Grace Tabalujan menutupnya dengan doa dan disusul dengan makan siang bersama.</p>
<p>Saat ini Pdt. Timotius sedang membangun beberapa kamar untuk dapat memindahkan mereka yang telah pulih, namun belum rampung seluruhnya.
<a  href="http://gkipi.org/hidup-bersama-para-penderita-depresi/stres-4/" title="Stres-4"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/11/Stres-4-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Stres-4" title="Stres-4" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/hidup-bersama-para-penderita-depresi/stres-1/" title="Stres-1"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/11/Stres-1-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Stres-1" title="Stres-1" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/hidup-bersama-para-penderita-depresi/stres-2/" title="Stres-2"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/11/Stres-2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Stres-2" title="Stres-2" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/hidup-bersama-para-penderita-depresi/stres-3/" title="Stres-3"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/11/Stres-3-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Stres-3" title="Stres-3" /></a>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gkipi.org/hidup-bersama-para-penderita-depresi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Holiday With Jesus 2011 dan Konser Gabrielle</title>
		<link>http://gkipi.org/holiday-with-jesus-2011-dan-konser-gabrielle/</link>
		<comments>http://gkipi.org/holiday-with-jesus-2011-dan-konser-gabrielle/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Oct 2011 04:43:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paurogkipi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Antar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=6734</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari pembicaraan pada suatu hari Minggu siang di bulan Februari 2011 antara Joyce, Kak Ina, Kak Ira, Meilita dan Franky, tentang Hero Head Quarters (HHQ), diputuskanlah untuk menyelenggarakan Holiday With Jesus (HWJ) pada musim liburan kenaikan kelas bulan Juni ini dengan menggunakan tema HHQ (HERO HEADQUARTERS). Komisi Anak bersama para tokoh HERO HEADQUARTERS mengajak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" title="HERO" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/05/hero.gif" alt="Logo HERO" width="234" height="220" />Berawal dari pembicaraan pada suatu hari Minggu siang di bulan Februari 2011 antara Joyce, Kak Ina, Kak Ira, Meilita dan Franky, tentang Hero Head Quarters (HHQ), diputuskanlah untuk menyelenggarakan Holiday With Jesus (HWJ) pada musim liburan kenaikan kelas bulan Juni ini dengan menggunakan tema HHQ (HERO HEADQUARTERS).</p>
<p>Komisi Anak bersama para tokoh HERO HEADQUARTERS mengajak anak-anak Sekolah Minggu mengawali liburan bersama Tuhan dan mengenal Tuhan Yesus lebih dekat melalui tokoh anak-anak di dalam Alkitab.</p>
<p>Anak-anak juga didorong untuk menjadi pahlawan kecil dalam kehidupan sehari-hari. HWJ kali ini disampaikan melalui cerita, lagu dan aktivitas yang seru dan ceria, lalu ditutup dengan penampilan Konser Paduan Suara Anak Gabrielle. HWJ diselenggarakan pada sore hari tanggal 17-19 Juni 2011 di GKI Pondok Indah dari pukul 4 s/d 6. Kegiatan dibagi dua: untuk anak-anak Play Group hingga TKB di lantai III dan untuk anak SD kelas 1 s/d kelas 6 di Gedung Gereja.</p>
<ul>
<li>Tema hari 1: &#8220;Heroes do the UNEXPECTED.&#8221; Tindakan sederhana yang berdampak besar bagi orang lain (2 Raja-Raja 5:1-14).</li>
<li>Tema Hari ke-2: &#8220;Heroes SAVE THE D-DAY.&#8221; Belajar mengenai pemberian yang menjadi mukjizat (Yohanes 6:1-13).</li>
</ul>
<p>Paduan Suara Anak Gabrielle berperan melayani Tuhan dalam HWJ dengan menggelar &#8220;konser&#8221; kecil pada penutupan HWJ.</p>
<p>Waktu persiapan HWJ ternyata tidak lebih dari 4 (empat) bulan, sejak Februari sampai dengan tanggal yang ditentukan, 19 Juni 2011. Wah, anak-anak Gabriel harus sungguh-sungguh belajar lagu-lagu baru dan gerak dalam waktu yang singkat.</p>
<p>Dimulailah latihan demi latihan pada hari Minggu seperti biasa, setelah selesai Sekolah Minggu pukul 11.000-12.00 dengan pelatih vokal dan gerak Meilita (Kak Mei) dan dengan diiringi keyboard oleh Kak Franky, kemudian ditambah latihan-latihan pada hari Sabtu pukul 10.00-12.00 (walaupun kadang-kadang terlambat karena sesuatu hal, mohon maaf kepada para orangtua yang mengantar jemput anak-anak), Walaupun dalam setiap latihan hari Sabtu tidak seluruh anak bisa berkumpul karena kesibukan masing-masing (ada yang les, ada yang sakit atau mengikuti acara bersama keluarga), namun mereka tetap bersemangat untuk berlatih. Satu bulan menjelang tanggal yang ditentukan, latihan-latihan pada hari Sabtu ditambah dua sampai tiga jam.</p>
<p>Urusan konsumsi menjadi masalah yang penting pada setiap latihan, apalagi menjelang persiapan terakhir. Karena waktu latihan cukup lama, anak-anak tidak hanya butuh makan siang tapi juga snack tambahan. Puji Tuhan, Kak Ira sigap menangani masalah ini, sehingga anak-anak tidak pernah kelaparan&#8230; Terima kasih Kak Ira!</p>
<p>Sementara anak-anak sibuk latihan, muncullah masalah kostum. Kostum yang bagaimana yang akan mereka kenakan? Kak Ina mengusulkan untuk memakai batik. Oke, setuju… biar menumbuhkan cinta batik kepada anak-anak. Setelah diskusi antara Kak Ina, Kak Ira, Meilita, akhirnya diputuskan model rok batik untuk anak perempuan dan sarung untuk anak laki-laki.</p>
<p>Wah, banyak banget butuhnya nih, hampir 40 orang dengan para pemusiknya (karena pada saat &#8220;konser,&#8221; Gabrielle akan diiringi langsung oleh band pengiring).</p>
<p>Akhirnya, untuk memperoleh batik yang murah, bagus, dalam jumlah banyak dengan anggaran yang terbatas, kami mulai berpikir… mau beli di mana ya? Kebetulan dalam suatu kesempatan, saya harus pergi ke Solo, sehingga saya berburu batik di sana dengan dibantu oleh dua orang teman penduduk setempat. Akhirnya di sebuah butik batik, kami menemukan gulungan batik baru, yang baru dikirim dari pabriknya. Wah, fresh from the fabric&#8230; he&#8230; he&#8230; Setelah melakukan penawaran dengan harga terendah, kami membeli 70 m batik dengan motif (yang menurut saya) paling bagus untuk anak-anak, bergambar kipas berwarna-warni.</p>
<p>Sesampai di Jakarta, saya ternyata tidak salah pilih, karena banyak yang menyukainya. (terima kasih,.terbayar sudah lelahnya&#8230;).</p>
<p>Tugas selanjutnya adalah mendatangkan penjahit untuk mengukur anak-anak. Dalam waktu singkat, ia harus mampu membuat sekitar 40 potong pakaian, baik untuk anak-anak perempuan dan Meilita (rok) maupun untuk untuk anak-anak laki-laki dan pemusik (sarung).</p>
<p>Kembali ke latihan anak-anak. Dalam suatu kesempatan, ada beberapa anak laki-laki yang &#8220;hanya diam&#8221; dalam latihan, kurang bersemangat dan kelihatan tidak berminat. Demi sempurnanya pelayanan Gabrielle, maka Meilita sebagai pelatih memanggil anak-anak itu dan memberikan &#8220;wejangan,&#8221; bahwa apabila mereka tidak sungguh-sungguh berlatih, maka teman-teman yang berlatih dengan serius akan ikut menanggung akibatnya. Juga bahwa mereka mengikuti latihan ini bukan karena keinginan orangtua, tetapi karena mereka sendiri memang menginginkannya. Beberapa &#8220;hukuman&#8221; kecil terselip dalam latihan ini, misalnya harus berdiri di pojok dan tidak boleh ikut latihan, tetapi tetap memperhatikan teman-teman yang berlatih. &#8220;Hukuman&#8221; itu bertujuan untuk mendisiplinkan anak, agar anak-anak tahu bahwa mereka ikut Gabrielle karena memang ingin ikut melayani Tuhan. Terima kasih ya anak-anak yang manis&#8230;</p>
<p>Semakin dekat waktu HWJ, semakin heboh latihannya. Apalagi beberapa anak sudah duduk di kelas 6, sehingga pelayanan mereka di HWJ ini merupakan pelayanan terakhir sebelum mereka memasuki jenjang SMP dan meneruskan pelayanan melalui Paduan Suara Remaja &#8220;Shema&#8221;.</p>
<p>Kami sempat deg-degan juga, apakah anak-anak mampu menghafal lagu dan gerak yang begitu banyak dalam waktu singkat. Puji syukur, Tuhan memampukan mereka menghafalnya dengan cepat. Dalam Gladi Resik (GR), anak-anak tetap semangat berlatih walaupun dilakukan sore hingga malam hari (langsung dengan band pengiring, terima kasih kepada semua Kakak yang mengiringi Gabrielle!).</p>
<p><strong>Tibalah d-day, Minggu, tanggal 19 Juni 2011.</strong></p>
<p>Pagi. Anak-anak sudah disendirikan sejak pagi di lantai 2 gedung Serba Guna. Kemudian, karena ruangan lantai 2 akan dipakai untuk Kebaktian Pemuda, atas izin Majelis, anak-anak diperbolehkan memakai ruang Konsistori. Sementara orangtua mengikuti kebaktian pukul 09.00, anak-anak juga mengikuti Sekolah Minggu dalam ibadah bersama yang dipimpin oleh Kak Aiko. Terima kasih Kak Aiko!</p>
<p>Seusai kebaktian anak-anak, acara pertama dimulai, yaitu memakai kostum, kaos kuning dan rok/sarung batik. Ramainya&#8230; anak-anak mencari kostum masing-masing. Ternyata ada yang belum beres. Beberapa lubang kancing di rok anak-anak masih terjahit. Dengan tergesa-gesa saya menuju ke kantor gereja untuk meminjam gunting. Hebohlah anak-anak, karena mereka harus antri satu per satu untuk membuka lubang-lubang kancing itu. Kebetulan pada waktu itu Ibu Purboyo melihatnya, sehingga ia ikut membantu. Terima kasih, Bu!</p>
<p>Selesai sudah urusan kostum, rambut dan riasan. Terima kasih kepada Kak Shinto yang siap dengan pernak-pernik meriasnya, pita dan karet rambut. Yang lucu, anak-anak perempuan susah disuruh memakai lipstik&#8230; he&#8230; he&#8230; akhirnya hanya memakai lips gloss saja, biar kelihatan segar pada saat diabadikan dengan video.</p>
<p>Kini saatnya berbaris di luar gereja untuk menanti giliran Gabrielle di penutupan HWJ. Waktunya pun tiba. Dengan lagu pembukaan &#8220;Kereta Apiku, &#8230;Jes-Jes-Jes…&#8221; anak-anak memasuki gereja dengan berbaris &#8220;menuju Sekolah Minggu,&#8221; lalu menempatkan diri di posisi masing-masing yang telah disediakan di panggung.</p>
<p>Pertunjukan ini digelar oleh anak-anak Gabrielle yang berperan sebagai anak-anak Sekolah Minggu, dan Meilita sebagai guru mereka. Mereka bercerita tentang kasih Tuhan melalui beberapa lagu yang dinyanyikan di awal, yaitu King Kong, Happy Ya, Burung Pipit, Terima kasih Seribu.</p>
<p>Selanjutnya Meilita sebagai Guru Sekolah Minggu memberi pelajaran kepada anak-anak tentang &#8220;How Wonderful God’s Love In Our Life,&#8221; yang artinya &#8220;Betapa Indahnya Kasih Tuhan Dalam Hidup Kita.&#8221; Anak-anak menyambutnya dengan lagu &#8220;The Love of Jesus&#8221; dan &#8220;Look at the World.&#8221;</p>
<p>Di tengah keceriaan tersebut, seorang anak (Danesh) duduk diam bertopang dagu dengan muka sedih. Ia kemudian curhat kepada Guru Sekolah Minggunya. Intinya adalah, papa dan mamanya sibuk bekerja, ia merasa kesepian dan mengenang masa kecilnya dulu yang selalu bersama dan bercanda dengan papa dan mama.</p>
<p>Ia menginginkan perubahan, lalu menyanyikan lagu &#8220;I Wanna Make a Difference.&#8221; Kemudian anak-anak yang lain berteriak, bahwa perubahan itu susahhhh&#8230;</p>
<p>Lalu datanglah seorang guru Sekolah Minggu lain (Andreas), yang menanyakan mengapa kelas gaduh. Mereka menceritakan bahwa Danesh lagi sedih, karena orangtuanya sibuk dan tidak memperhatikannya, tapi di sisi lain ia harus tetap sabar dan sayang kepada mereka. Anak-anak bingung, bagaimana mereka bisa menerima keadaan seperti ini? Kak Andreas menasihati bahwa mereka bisa melakukannya, dengan tetap berdoa. Ia kemudian menyanyikan &#8220;Nothing Is Too Hard For You,&#8221; yang diikuti anak-anak.</p>
<p>Akhirnya, pelajaran yang ditarik ialah bahwa segala perubahan untuk menjadi lebih baik tidak akan terasa sulit kalau anak-anak berdoa dan meminta tolong kepada Tuhan Yesus, karena Tuhan Yesus adalah Pahlawan buat kita semua.</p>
<p>Pada akhir cerita, anak-anak dengan penuh semangat menyanyikan &#8220;God Is My Hero&#8221; bersama-sama dengan teman-teman Sekolah Minggu lainnya. Sungguh Tuhan Yesus adalah Pahlawan kita semua.</p>
<p>Selesai sudah &#8220;konser&#8221; kecil Gabrielle dalam melayani Tuhan melalui HWJ pada tahun 2011. Anak-anak luar biasa! Terbayar sudah rasa lelah selama berbulan-bulan latihan.<br />
Selanjutnya, acara foto bersama. Alangkah serunya! Oh senangnya anak-anak!</p>
<p>Terima kasih Tuhan, karena Engkau mampukan anak-anak untuk melayani-Mu. Semoga acara ini membuat anak-anak lebih bersemangat melayani-Mu, Tuhan.<br />
Dengan berakhirnya HWJdan usainya &#8220;konser&#8221; Gabrielle, bukan berarti bahwa pelayanan anak-anak Gabrielle kepada Tuhan berakhir. Justru ini merupakan babak baru untuk melayani Tuhan: sekarang, lusa, dan selama-lamanya.</p>
<p>Terima kasih kepada semua pihak yang telah turut membantu pelayanan ini, teristimewa para orangtua Gabrielle yang senantiasa mengantar jemput anak-anak, menunggui latihan dengan sabar serta terus mendorong anak-anak mereka untuk tetap latihan dan melayani Tuhan.</p>
<p>Sampai jumpa dalam pelayanan berikutnya. Tuhan Memberkati.</p>
<p>Jakarta, Agustus 2011. (a.r.y-71)</p>

<a  href="http://gkipi.org/holiday-with-jesus-2011-dan-konser-gabrielle/hwj01/" title="hwj01"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/10/hwj01-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="hwj01" title="hwj01" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/holiday-with-jesus-2011-dan-konser-gabrielle/hwj02/" title="hwj02"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/10/hwj02-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="hwj02" title="hwj02" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/holiday-with-jesus-2011-dan-konser-gabrielle/hwj03/" title="hwj03"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/10/hwj03-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Para HERO peserta HHQ" title="hwj03" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/holiday-with-jesus-2011-dan-konser-gabrielle/hwj04/" title="hwj04"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/10/hwj04-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Para HERO peserta HHQ" title="hwj04" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/holiday-with-jesus-2011-dan-konser-gabrielle/hwj05/" title="hwj05"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/10/hwj05-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="hwj05" title="hwj05" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/holiday-with-jesus-2011-dan-konser-gabrielle/hwj06/" title="hwj06"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/10/hwj06-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="PS Gabrielle bersama tokoh Hero Headquarters." title="hwj06" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/holiday-with-jesus-2011-dan-konser-gabrielle/hwj07/" title="hwj07"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/10/hwj07-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Pendukung HWJ beserta tokoh HHQ" title="hwj07" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gkipi.org/holiday-with-jesus-2011-dan-konser-gabrielle/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komisi Pekabaran Injil: Ada untuk Menjadi Berkat!</title>
		<link>http://gkipi.org/komisi-pekabaran-injil-ada-untuk-menjadi-berkat/</link>
		<comments>http://gkipi.org/komisi-pekabaran-injil-ada-untuk-menjadi-berkat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2011 15:28:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paurogkipi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Antar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=6630</guid>
		<description><![CDATA[Komisi Pekabaran Injil GKI-PI mengadakan retret pada tanggal 22 dan 23 Juli yang lalu di kompleks Vila Biru di Gadok, Ciawi dengan dihadiri oleh sekitar 30 peserta yang terdiri atas pengurus Komisi PI dan 10 anggota aktivis dari Pos Desa Kemang serta para penatua pendamping. Pada acara hari pertama diselenggarakan ceramah/arahan tentang Pekabaran Injil yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Komisi Pekabaran Injil GKI-PI mengadakan retret pada tanggal 22 dan 23 Juli yang lalu di kompleks Vila Biru di Gadok, Ciawi dengan dihadiri oleh sekitar 30 peserta yang terdiri atas pengurus Komisi PI dan 10 anggota aktivis dari Pos Desa Kemang serta para penatua pendamping.</p>
<p>Pada acara hari pertama diselenggarakan ceramah/arahan tentang Pekabaran Injil yang disampaikan oleh Pdt. Dahlia Vera Aruan, dengan tema “Komisi PI Ada untuk Menjadi Berkat” yang garis besarnya sebagai berikut.</p>
<p>Pekabaran Injil sering dipahami orang sebagai kegiatan menginjili seseorang untuk menjadi Kristen, karena itu kiprah PI hanya diwujudkan dalam kegiatan berkhotbah dan menerangkan dogma gereja. Bentuk pelayanan ini kemudian direspons negatif oleh masyarakat, sehingga muncul istilah kristenisasi. Bahkan ketika gereja mulai mengubah pemahaman ini, kecurigaan tetap terasa kental. Apalagi masih ada gereja yang memakai tindakan-tindakan sosial untuk membungkus tujuan sesungguhnya. Inilah tantangan yang dihadapi saat melakukan Pekabaran Injil. Kita harus dapat membuktikan ketulusan hati kita, namun sekaligus tetap berani mengabarkan Injil Yesus Kristus.</p>
<p>Hari kedua dilanjutkan dengan tema “Pemahaman Tentang Pekabaran Injil”:</p>
<ol>
<li>Panggilan untuk bersaksi adalah panggilan yang datang dari Tuhan Yesus sendiri. “Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahluk!’” (Markus 16:15).</li>
<li>Kuasa Roh Kudus memberi kemampuan kepada kita untuk bersaksi dengan benar. “Tetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi bagi-Ku di Yerusalem, seluruh Yudea, Samaria sampai ke ujung bumi !” (Kisah Rasul 1:8).</li>
<li>Kesaksian diberikan kepada siapapun tanpa batas, termasuk kepada para penganut agama atau aliran kepercayaan lainnya (Kis.2:14-40, 17:23-31).</li>
<li>Menyatakan kabar baik, bahwa di dalam Yesus Kristus segala dosa diampuni dan kehidupan damai/syalom akan terwujud.</li>
</ol>
<p>Gereja dipanggil untuk tetap bersaksi, juga kepada orang-orang dari agama lain, namun cara-cara yang digunakan harus kontekstual dengan situasi di mana kita berada. Bentuk kesaksian yang dapat kita lakukan saat ini adalah:</p>
<ol>
<li>Terbuka untuk dialog. Kita menghargai dan memahami apa yang dipercaya oleh pihak lain tanpa kehilangan identitas iman dalam Yesus Kristus dan bukan dengan tujuan kristenisasi.</li>
<li>Percakapan-percakapan tentang kasih Allah, dan</li>
<li>Kesaksian dalam kata yang diwujudkan secara holistik (menyeluruh) demi terciptanya keadaan damai dan sejahtera, misalnya melalui proyek-proyek sosial kemasyarakatan.</li>
</ol>
<p>Hal ini bukanlah tugas yang mudah, karena konsekwensi adalah:</p>
<ul>
<li>Diterima dengan baik.</li>
<li>Diacuhkan atau tidak direspons sama sekali/dianggap angin lalu.</li>
<li>Ditolak: mengalami penderitaan dan kesulitan.</li>
</ul>
<p>Namun apa pun reaksi pihak lain, kita tidak boleh menghentikan karya PI kita. Kita harus bersikap sabar, cerdik, tulus, tekun dan setia, serta memiliki sikap sebagai seorang pelayan yang siap diutus Tuhan. Reaksi dari pihak yang dilayani bukan merupakan tanggung jawab kita. Sebagai pelayan, tugas kita adalah terus melayani dengan baik, benar, santun dan bertanggung jawab.<br />
Yang Perlu Disiapkan untuk Melaksanakan Pekabaran Injil:</p>
<p><strong>1.    Memiliki pemahaman iman kekristenan yang benar dan sehat</strong><br />
Agar kita menghayati identitas kita dan tidak mudah terombang-ambing. Sebagai pelayan, kita harus memiliki ketekunan untuk mengenal dan mendalami Firman Tuhan, baik secara pribadi maupun bersama-sama, Kita harus selalu ingin belajar karena hal itulah yang membuat kita semakin berkembang dalam pelayanan. Jangan kita cepat merasa sudah tahu dan cukup puas dengan mengikuti kebaktian pada hari Minggu, PA Wilayah, atau Persekutuan Wilayah.</p>
<p><strong>2.    Menunjukkan keteladanan dalam sikap hidup keseharian</strong><br />
Kita patut memperhatikan bagaimana kita hidup di tengah-tengah masyarakat, karena hal itu akan menjadi kesaksian yang dengan sendirinya berbicara kepada mereka. Perubahan cara hidup pun harus dimulai dari diri kita sendiri, baru kemudian menular kepada yang lain. Kalau dulu kita malas, senang berjudi, atau hidup tak kudus, kita harus meninggalkan semuanya secara total. Kita perlu menyadari bahwa pelayanan kita adalah pembelajaran dan pembentukan Tuhan yang dimulai dari diri kita untuk menyangkal diri dan tidak mementingkan diri sendiri. Jabatan dan pemujaan diri harus dihilangkan dalam pelayanan. Jangan kita gusar bila pihak lain menganggap diri kita tidak berarti dan merendahkan kita. Walau sikap itu menyakitkan, kita harus menerimanya dengan besar hati untuk mendorong pelayanan yang lebih baik.<br />
Dalam Alkitab ada dua model keteladanan yang cukup menonjol, yaitu keteladanan gembala dan keteladanan hamba Tuhan. Gembala berasal dari golongan rakyat jelata, dan hamba adalah manusia yang diperlakukan sebagai harta pada zaman dahulu kala. Keduanya adalah jenis pekerja yang tidak dihormati walaupun telah melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh.</p>
<ul>
<li>Model keteladanan gembala menekankan pada upaya-upaya dan tindakan-tindakan yang selalu dilakukan olehnya dalam menyejahterakan kawanan domba yang digembalakannya. Ini adalah keteladanan kepemimpinan di Israel.</li>
<li>Keteladanan hamba Tuhan menekankan pada kesediaan dan kerelaannya untuk menderita demi kepentingan misi yang diembannya, meskipun ia tidak bersalah. Model ini dinyatakan oleh Tuhan Yesus yang rela menderita dan mati demi keselamatan manusia.</li>
</ul>
<p>Kedua model ini memberi gambaran yang jelas tentang fungsi dan keberadaan pelayan. Ia seorang pemimpin yang memberikan pelayanan yang baik dengan memperhatikan dan menolong orang-orang yang dipimpinnya. Kehormatan seorang pemimpin adalah ketika ia melakukan pelayanannya dengan baik dan dengan kerendahan hati sebagai pelayan yang menghamba. Kedua model keteladanan inilah yang harus mewarnai kiprah pelayanan kita.</p>
<p><strong>3.    Menunjukkan ketekunan dalam memperjuangkan karya dan keteladanan.</strong><br />
Sungguh hal ini tidak mudah dilakukan. Tanpa ketekunan, kita akan mudah menyerah, putus asa bahkan bisa jatuh ke dalam dosa yang dalam. Untuk itu kita harus ingat bahwa semuanya kita lakukan dalam pimpinan kuasa Roh Kudus yang memberikan kekuatan dan kemampuan kepada kita.</p>
<p><strong>4.    Meneladani Yesus Kristus sebagai dasar pelayanan Kristiani</strong><br />
Gereja hadir untuk memberikan pelayanan yang mengacu pada pelayanan Kristus dan bertanggung jawab kepada-Nya. Dalam suratnya kepada jemaat Korintus, Paulus menasihatkan mereka untuk tidak menyombongkan diri (1 Kor. 3:18-4:6). Pelayanan ditentukan oleh Kristus untuk membawa karya Kristus ke dalam kehidupan gereja, sehingga gereja melakukan pelayanan yang sama ke dalam dunia.</p>
<p>Prinsip dasar hubungan pelayanan dengan gereja:</p>
<ul>
<li>Kristus yang telah mati bagi semua orang dan</li>
<li>Karya Kristus, yaitu pendamaian.</li>
</ul>
<p>Pekabaran Injil bukan hanya terbatas pada hal berbicara dan berkhotbah tentang berita keselamatan. Pekabaran Injil berarti menghadirkan Kristus di dunia. Pelayanan pertama-tama ditujukan kepada gereja, supaya gereja menghadirkan pelayanan Kristus di dunia. Kristus telah memulainya dalam gereja agar gereja menjadi berkat.</p>
<p>Sesi terakhir adalah Suara Peserta Retret yang dipimpin oleh Pnt. Agus Hamdani. Dalam acara ini, setiap peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan usulan maupun kendala di lapangan secara bebas dan terbuka sebagai bahan masukan bagi Majelis maupun pengurus Komisi PI untuk menata kembali program dan strategi pelaksanaannya.</p>
<p>Acara retret ditutup dengan makan siang dan foto bersama. Rombongan berpisah tetapi tetap akan bersatu dalam tugas dan pelayanan yang Tuhan telah percayakan bagi Komisi Pekabaran Injil GKI PI.</p>

<a  href="http://gkipi.org/komisi-pekabaran-injil-ada-untuk-menjadi-berkat/retret-6/" title="retret-6"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/10/retret-6-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="retret-6" title="retret-6" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/komisi-pekabaran-injil-ada-untuk-menjadi-berkat/retret-2/" title="retret-2"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/10/retret-2-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="retret-2" title="retret-2" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/komisi-pekabaran-injil-ada-untuk-menjadi-berkat/retret-3/" title="retret-3"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/10/retret-3-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="retret-3" title="retret-3" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/komisi-pekabaran-injil-ada-untuk-menjadi-berkat/retret-5/" title="retret-5"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/10/retret-5-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="retret-5" title="retret-5" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gkipi.org/komisi-pekabaran-injil-ada-untuk-menjadi-berkat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berita Dari Pos PI  Desa Kemang</title>
		<link>http://gkipi.org/berita-dari-pos-pi-desa-kemang/</link>
		<comments>http://gkipi.org/berita-dari-pos-pi-desa-kemang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Sep 2011 11:31:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paurogkipi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Antar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=6458</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin bagi sebagian besar anggota Jemaat GKI PI, Rabu Abu dan Kamis Putih merupakan liturgi ibadah Pra Paska yang telah dipahami. Berbeda dengan jemaat di Pos PI Desa Kemang. Istilah Rabu Abu dan Kamis Putih menjadi suatu teka teki bagi mereka.Tak dapat dimungkiri bahwa pemikiran sebagian jemaat langsung tertuju pada &#8220;abu&#8221; (meja hiolo) untuk memberikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin bagi sebagian besar anggota Jemaat GKI PI, Rabu Abu dan Kamis Putih merupakan liturgi ibadah Pra Paska yang telah dipahami. Berbeda dengan jemaat di Pos PI Desa Kemang. Istilah Rabu Abu dan Kamis Putih menjadi suatu teka teki bagi mereka.Tak dapat dimungkiri bahwa pemikiran sebagian jemaat langsung tertuju pada &#8220;abu&#8221; (meja hiolo) untuk memberikan penghormatan kepada leluhur keluarga dan &#8220;putih&#8221; yang merupakan warna kedukaan bagi pemeluk Kong Hu Cu. Karena salah satu alasan itulah ibadah Kamis Putih dilaksanakan tersendiri di Desa Kemang, tidak bergabung dengan GKI Pondok Indah.</p>
<p>Sekitar 75 jemaat dan simpatisan dengan sangat antusias mengikuti ibadah yang dimulai tepat pukul 19.00 dan berakhir pada pukul 20.30. Kemudian hadirin mengikuti acara ramah tamah dengan menikmati makanan kecil yang sudah disiapkan oleh para ibu di Pos ini.</p>
<p>Dalam ibadah ini, jemaat diajak untuk merenungkan makna perjamuan malam terakhir dan pembasuhan kaki yang diadakan oleh Yesus kepada para murid-Nya. Tindakan membasuh kaki merupakan salah satu bentuk pelayanan bagi sesama, dan membutuhkan kerendahan hati. Semula jemaat berkeberatan apabila kaki mereka dibasuh oleh pendeta, tetapi setelah diberi penjelasan singkat, akhirnya Bapak Hon Sin dan Ibu Eng Nyoh bersedia mewakili jemaat dalam upacara simbolis ini. Bagi jemaat, inilah hal yang paling menarik dalam ibadah Kamis Putih, dan setelah mendengarkan khotbah dari Yohanes 13 :1-15, mereka semakin memahami makna Kamis Putih.</p>
<p><strong>Paska</strong></p>
<p>Sekitar 175 jemaat Pos Desa Kemang, termasuk beberapa anggota Komisi PI, menghadiri ibadah Paska di Neng Anggrek, Parung, Bogor. Ibadah yang dipimpin oleh Pdt Luisye dengan pendamping Pnt. Yanti Sabarinah dan Pnt. Sylvia berjalan dengan baik. Suasana ibadah bertambah hidup dengan adanya spontanitas drama yang mengisahkan tentang beberapa perempuan yang pergi ke kubur Yesus pada hari Minggu pagi. Ibu Netty, Ibu Elyana, dan Ibu Yanti terlihat begitu piawai membawakan peran tersebut. Mereka kemudian berjumpa dengan Ibu Eng Nyoh yang berperan sebagai malaikat. Tak ketinggalan Ibu Me Hua, yang memerankan peran Simon Petrus, sempat membuat jemaat tersenyum.</p>
<p>Acara Paska kali ini juga dimeriahkan oleh VG Sangkakala dari GPIB Sawangan. Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan perlombaan Cerdas Cermat Alkitab (CCA), yang diikuti oleh 18 orang yang tergabung dalam kelompok pemuridan wanita di Pos ini. Kemudian acara Paska ditutup dengan makan siang bersama-sama.</p>
<p>Berbeda dengan ibadah kaum dewasa, ibadah bagi anak-anak dan remaja berlokasi di alam terbuka, sesuai dengan tema &#8220;Paska Ceria Anak dan Remaja.&#8221; Berbagai acara yang dikemas oleh PIC Desa Kemang (Ibu Nesy dan Ibu Yuli) dan para Guru Sekolah Minggu (GSM) berlangsung dengan sangat menyenangkan sehingga momen Paska ini benar-benar menjadi suatu pelajaran rohani yang mendasarbagi generasi muda di sana.</p>
<p>Ibadah &#8220;Paska Ceria&#8221; dipimpin oleh Ibu Natali dengan drama yang dibawakan oleh GSM. Kemudian acara dilanjutkan dengan perlombaan menggambar yang diikuti oleh anak-anak Sekolah Minggu (ASM) kelas kecil, lomba menghias telur Paska oleh ASM kelas besar, dan lomba membuat ringkasan film ”Pengadilan Yesus” yang sebelumnya telah disaksikan oleh ASM dalam ibadah Jumat Agung.</p>
<p>Para remaja dan pemuda juga terlihat dalam permainan &#8220;Cepat, Tepat Dia Dapat.&#8221; Lomba mencari dan memperagakan ayat Firman Tuhan ini dipandu Oleh Kak Dinda.<a  href="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/09/Pos-Kemang-06.jpg"><br />
</a></p>
<p>Seluruh jemaat yang hadir, terlibat dalam perayaan Paska. sehingga semangat Paska &#8220;Perayaan Kemenangan Orang Beriman di Dalam Kristus&#8221; benar-benar dialami oleh jemaat Pos PI Desa Kemang. (LS)</p>

<a  href="http://gkipi.org/berita-dari-pos-pi-desa-kemang/pos-kemang-07/" title="Lomba menghias telur Paska"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/09/Pos-Kemang-07-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Lomba menghias telur Paska" title="Lomba menghias telur Paska" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/berita-dari-pos-pi-desa-kemang/pos-kemang-02/" title="Pos-Kemang-02"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/09/Pos-Kemang-02-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Drama Paska" title="Pos-Kemang-02" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/berita-dari-pos-pi-desa-kemang/pos-kemang-03/" title="Drama Paska"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/09/Pos-Kemang-03-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Drama Paska" title="Drama Paska" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/berita-dari-pos-pi-desa-kemang/pos-kemang-05/" title="VG. Sangkakala GPIB Sawangan"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/09/Pos-Kemang-05-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="VG. Sangkakala GPIB Sawangan" title="VG. Sangkakala GPIB Sawangan" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/berita-dari-pos-pi-desa-kemang/pos-kemang-06/" title="Remaja Pos PI Desa Kemang "><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/09/Pos-Kemang-06-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Remaja Pos PI Desa Kemang" title="Remaja Pos PI Desa Kemang" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/berita-dari-pos-pi-desa-kemang/pos-kemang-09/" title="Ibadah Paska Sekolah Minggu dipimpin  oleh Ibu Natali"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/09/Pos-Kemang-09-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Ibadah Paska Sekolah Minggu dipimpin oleh Ibu Natali" title="Ibadah Paska Sekolah Minggu dipimpin  oleh Ibu Natali" /></a>

<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gkipi.org/berita-dari-pos-pi-desa-kemang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dasawarsa Charity Shop</title>
		<link>http://gkipi.org/dasawarsa-charity-shop/</link>
		<comments>http://gkipi.org/dasawarsa-charity-shop/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 05:14:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paurogkipi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Antar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=5931</guid>
		<description><![CDATA[Tahun-tahun begitu cepat berlalu dan tanpa terasa, Charity Shop kini sudah genap berusia 10 tahun. Oleh karena itu, dengan rasa penuh syukur dan sukacita kepada Tuhan yang telah menyertai perjalanan mereka selama ini, para ibu yang tergabung di dalamnya mengadakan ibadah sederhana pada tanggal 15 Maret yang lalu, dengan dipimpin oleh Pdt. Rudianto Djajakartika. Doa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun-tahun begitu cepat berlalu dan tanpa terasa, Charity Shop kini sudah genap berusia 10 tahun. Oleh karena itu, dengan rasa penuh syukur dan sukacita kepada Tuhan yang telah menyertai perjalanan mereka selama ini, para ibu yang tergabung di dalamnya mengadakan ibadah sederhana pada tanggal 15 Maret yang lalu, dengan dipimpin oleh Pdt. Rudianto Djajakartika.</p>
<p>Doa, pujian dan renungan didasarkan pada Injil Markus 4:26-29 dan Yohanes 12:24, yang mengandung inti bahwa benih-benih kecil yang ditanam bertahun-tahun lalu, sekarang sudah menjadi pohon besar yang buahnya tersebar ke mana-mana dan menjadi berkat bagi banyak orang.</p>
<p>Dalam khotbahnya, Pdt. Rudianto menekankan tentang tugas yang telah Tuhan berikan kepada para ibu yang berusia antara 64 sampai 89 tahun ini, untuk mengelola Charity Shop dengan penuh tanggung jawab. Pelayanan yang dipercayakan kepada mereka itu telah dilakukan dengan setia, meskipun banyak menyita waktu dan tenaga.</p>
<p>Beliau berharap bahwa generasi muda dapat memanfaatkan teladan ketekunan yang sudah dimulai oleh para ibu ini, agar pekerjaan ini tidak berhenti di sini saja, tetapi dapat bertumbuh subur sampai 10, 20 bahkan 30 tahun mendatang.</p>
<p>Dengan demikian nama Tuhan akan dipermuliakan.</p>
<p>Ibadah ditutup dengan doa oleh Pdt. Rudianto. Setelah itu hadirin yang berjumlah 19 orang, yang terdiri atas para ibu pengelola Charity Shop dan beberapa undangan, menikmati nasi tumpeng dan membaca buku “Charity Shop Highlights” yang telah dibagikan.</p>

<a  href="http://gkipi.org/dasawarsa-charity-shop/wajah-wajah-bahagia/" title="wajah-wajah-bahagia"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/06/wajah-wajah-bahagia-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="wajah-wajah-bahagia" title="wajah-wajah-bahagia" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/dasawarsa-charity-shop/tim-charity-shop/" title="tim-charity-shop"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/06/tim-charity-shop-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="tim-charity-shop" title="tim-charity-shop" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/dasawarsa-charity-shop/potong-tumpeng/" title="potong-tumpeng"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/06/potong-tumpeng-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="potong-tumpeng" title="potong-tumpeng" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/dasawarsa-charity-shop/old-cracks/" title="old-cracks"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/06/old-cracks-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="old-cracks" title="old-cracks" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/dasawarsa-charity-shop/membaca-buku-charity-shop-highlights/" title="membaca-buku-Charity-Shop-Highlights"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/06/membaca-buku-Charity-Shop-Highlights-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="membaca-buku-Charity-Shop-Highlights" title="membaca-buku-Charity-Shop-Highlights" /></a>
<a  href="http://gkipi.org/dasawarsa-charity-shop/dicicipi-dulu-enak-tidak/" title="dicicipi-dulu-enak-tidak"><img width="150" height="150" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/06/dicicipi-dulu-enak-tidak-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="dicicipi-dulu-enak-tidak" title="dicicipi-dulu-enak-tidak" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gkipi.org/dasawarsa-charity-shop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rangkaian Masa Pra-Paska</title>
		<link>http://gkipi.org/rangkaian-masa-pra-paska/</link>
		<comments>http://gkipi.org/rangkaian-masa-pra-paska/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2011 03:35:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paurogkipi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Antar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=5650</guid>
		<description><![CDATA[Rabu Abu, yaitu hari Rabu sebelum Pra-Paska pertama atau empat puluh hari sebelum hari Jumat Agung (dihitung tanpa hari Minggu) adalah permulaan Masa Pra-Paska, yaitu masa pertobatan, pemeriksaan batin dan berpantang guna mempersiapkan diri untuk Kebangkitan Kristus dan Penebusan dosa kita. Inilah titik awal bagi kita untuk mengingat dan merenungkan 40 hari perjalanan Tuhan hingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a  href="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/abu1.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-5650" title="abu1"><img class="size-thumbnail wp-image-5652 alignright" title="abu1" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/abu1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Rabu Abu, yaitu hari Rabu sebelum Pra-Paska pertama atau empat puluh hari sebelum hari Jumat Agung (dihitung tanpa hari Minggu) adalah permulaan Masa Pra-Paska, yaitu masa pertobatan, pemeriksaan batin dan berpantang guna mempersiapkan diri untuk Kebangkitan Kristus dan Penebusan dosa kita. Inilah titik awal bagi kita untuk mengingat dan merenungkan 40 hari perjalanan Tuhan hingga berujung pada kebangkitan-Nya.</p>
<p>Setiap perbuatan, pengajaran dan sabda Tuhan Yesus Kristus semakin dimengerti dalam satu benang merah, yaitu Karya Keselamatan Sang Bapa. Dalam masa empat puluh hari ini kita diberi kesempatan untuk bertobat, dibaptiskan menjadi bagian dari tubuh Kristus. Selama 40 hari ini kita diajak juga untuk menghayati masa-masa Pra-Paska, dengan melakukan pemeriksaan diri, penyesalan, doa, puasa, dan kemurahhatian; juga melalui pembacaan dan perenungan terhadap Firman Tuhan.</p>
<p><a  href="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/abu2.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-5650" title="abu2"><img class="size-thumbnail wp-image-5653 alignleft" title="abu2" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/abu2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Sejak tahun 2005, Panitia Paska GKI Pondok Indah telah mengadakan juga ibadah Rabu Abu di GKI Pondok Indah. Pada tahun 2011 ini, tema ibadah Rabu Abu adalah “Koyakkanlah Hatimu, Bukan Pakaianmu”. Tujuan yang ingin dicapai ialah menyampaikan bahwa pertobatan bukan sekadar simbol melainkan harus terjadi di dalam hati, betapapun menyakitkannya. Berbeda dengan biasanya, tahun ini ibadah Rabu Abu dilakukan dalam bentuk Lessons &amp; Carols, yaitu suatu bentuk ibadah yang hanya berisi pembacaan Alkitab, doa dan nyanyian bersama.</p>
<p>Ibadah Rabu Abu dibuka dengan sebuah pantomim yang menggambarkan situasi di dunia, betapa manusia menyalahgunakan tangan-tangan yang diberikan oleh Allah.</p>
<blockquote><p>Ketika Tuhan menciptakan manusia,<br />
Ia memberikan kepada mereka sepasang tangan.<br />
Tuhan memberikan kepada manusia tangan untuk membangun,<br />
Tapi ia belajar menghancurkan.<br />
Tuhan memberikan tangan untuk menunjukkan kasih sayang,<br />
<a  href="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/abu3.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-5650" title="abu3"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-5654" title="abu3" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/abu3-150x150.jpg" alt="" width="135" height="135" /></a>Tapi manusia belajar menyakiti.<br />
Tuhan memberikan kepada manusia tangan untuk menolong,<br />
Tapi ia belajar melukai.<br />
Tuhan memberikan tangan untuk memberi,<br />
Tapi manusia belajar mencuri.<br />
Tuhan memberikan kepada manusia tangan untuk mengundang,<br />
Tapi ia belajar untuk menolak.<br />
Tuhan memberikan tangan untuk memerhatikan,</p>
<p><a  href="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/abu5.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-5650" title="abu5"><img class="size-thumbnail wp-image-5656 alignright" title="abu5" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/abu5-150x150.jpg" alt="" width="135" height="135" /></a>Tapi manusia belajar bersikap acuh.<br />
Tuhan memberikan kepada manusia tangan untuk melindungi,<br />
Tapi ia belajar untuk membunuh.<br />
Tuhan memberikan tangan untuk berdoa,<br />
Tapi manusia belajar menyumpahi.</p>
<p>Karena itu, Tuhan mengirimkan seseorang yang tangan-Nya<br />
Menunjukkan kasih sayang,<br />
Menolong,<br />
<a  href="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/abu4.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-5650" title="abu4"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-5655" title="abu4" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/abu4-150x150.jpg" alt="" width="135" height="135" /></a>Memberi,<br />
Mengundang,<br />
Memerhatikan,<br />
Melindungi,<br />
Memberkati.</p>
<p>Tapi tangan-tangan yang lain memaku-Nya ke kayu salib&#8230;<br />
Tangan Pilatus,<br />
Tangan prajurit Romawi,<br />
<a  href="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/abu6.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-5650" title="abu6"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-5657" title="abu6" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/abu6-150x150.jpg" alt="" width="135" height="135" /></a>Tangan orang Yahudi,<br />
Tangan mereka yang tidak percaya,<br />
Tangan tangan kita&#8230;<br />
Tangan saya!</p>
<p>Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga<br />
Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang<br />
yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh<br />
hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)</p></blockquote>
<p>Ibadah kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Alkitab tentang penciptaan alam semesta membuat kita mengingat kembali tujuan Allah Bapa menciptakan manusia. Dan betapa kita, manusia, telah menyalah gunakan semua kuasa yang telah Tuhan berikan itu. Hanya karena kasih Allah yang mahabesar, umat manusia mendapat kesempatan untuk berdamai dengan Bapa di surga. Apabila kita mau bertobat dan percaya kepada Tuhan, maka Tuhan akan menebus kita dari maut. Pertobatan kita ditandai oleh abu yang dioleskan di kening pada akhir ibadah Rabu Abu tersebut. Yang menarik, ibadah Rabu Abu tidak ditutup dengan eksplisit, sebagai tanda bahwa masa raya Paska baru dimulai dan pertobatan harus dijalankan sepanjang waktu tersebut. Setelah maju ke depan untuk menerima pengolesan abu yang dilakukan oleh 3 orang pendeta yaitu Pdt. Purboyo Susilaradeya, Pdt. Rudianto Djajakartika dan Pdt. Riani Josaphine, umat dipersilakan untuk langsung meninggalkan ruangan ibadah.</p>
<p><a  href="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/abu-panitia.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-5650" title="abu-panitia"><img class="aligncenter size-large wp-image-5651" title="abu-panitia" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/abu-panitia-1024x614.jpg" alt="" width="614" height="368" /></a></p>
<p>Pada kesempatan ini, umat yang hadir juga mendapatkan amplop berwarna ungu yang merupakan amplop puasa. Amplop puasa ini meneruskan tradisi setiap tahun yaitu mengajak jemaat untuk melakukan puasa tertentu sepanjang masa raya Paska. Puasa ini dapat dipilih sendiri oleh anggota jemaat. Misalnya, anggota jemaat yang merokok diajak untuk puasa merokok selama masa raya Paska. Atau, yang biasa makan di restoran, diajak untuk mengurangi frekuensi makan di restoran tersebut. Kemudian, jemaat diajak untuk memberikan persembahan yaitu hasil dari puasa yang dilakukan melalui amplop ungu tersebut. Persembahan yang terkumpul rencananya akan disalurkan oleh panitia melalui tim Bulan Peduli GKI Pondok Indah. Selain itu, panitia juga menyediakan sebuah gelang bertuliskan LIHATLAH MANUSIA ITU yang dapat dipakai untuk mengingatkan jemaat agar hidup seperti Kristus hidup.</p>
<p><a  href="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/praps1.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-5650" title="praps1"><img class="alignleft size-medium wp-image-5670" title="praps1" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/praps1-133x200.jpg" alt="" width="133" height="200" /></a>Minggu-minggu Pra-Paska di GKI Pondok Indah mengajak jemaat untuk belajar bagaimana dapat hidup seperti Kristus hidup. Setiap Minggu, jemaat diajak melihat tayangan video tentang kehidupan Yesus yang kemudian dibahas secara mendalam dalam khotbah hari itu. Hari Minggu setelah Rabu Abu adalah Pra-Paska pertama yang bertemakan Hidup Dalam Ketaatan. Ada pergumulan dalam pertobatan, karena itu dibutuhkan ketaatan. Pada Pra-Paska kedua yaitu hari Minggu tanggal 20 Maret 2011, dengan tema: Hidup Dalam Roh Bukan Dalam Daging, mengingatkan kita untuk selalu hidup dipimpin oleh Roh, karena ketaatan itu berarti hidup dalam Roh.</p>
<p>Pada Pra-Paska ketiga, dengan tema Hidup Penuh Kasih Karunia mengajak kita untuk dapat menerima setiap orang, tanpa kecuali. Pra-Paska keempat, 3 April 2011, dengan tema Hidup Melihat Rencana Tuhan mengajak kita untuk peka melihat rencana Tuhan dalam diri setiap orang.</p>
<p><a  href="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/praps2.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-5650" title="praps2"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-5671" title="praps2" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/praps2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Pra-Paska kelima, yaitu tanggal 10 April 2011, dengan tema Hidup Yang Memulihkan, mengajar kita memulihkan hidup kita dengan memiliki empati kepada orang lain. Karena Allah sudah memberikan contoh kepada kita, sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Cinta Allah membuat kita tak terpisah dari Dia.</li>
<li>Sang Cinta itu berinkarnasi menjadi Manusia dan hidup melulu mencintai.</li>
<li>Cinta Allah memberi kehidupan sejati.</li>
</ol>
<p>Pra-Paska keenam, yaitu minggu Pra-Paska yang terakhir, dikenal juga sebagai Minggu Palma. Minggu Palma memperingati masuknya Yesus ke Yerusalem yang disambut oleh arak-arakan bangsa Israel. Jemaat di GKI Pondok Indah pun diajak merasakan kemeriahan tersebut, namun belajar hidup seperti Yesus yang Hidup dengan Hati Seorang Hamba. (Aiko)</p>
<p style="text-align: center;"><a  href="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/praps3.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-5650" title="praps3"><img class="aligncenter size-full wp-image-5672" title="praps3" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/praps3.jpg" alt="" width="567" height="242" /></a><a  href="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/praps4.jpg" class="thickbox no_icon" rel="gallery-5650" title="praps4"><img class="aligncenter size-large wp-image-5669" title="praps4" src="http://gkipi.org/wp-content/uploads/2011/04/praps4-1024x679.jpg" alt="" width="655" height="434" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gkipi.org/rangkaian-masa-pra-paska/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Patmos</title>
		<link>http://gkipi.org/patmos/</link>
		<comments>http://gkipi.org/patmos/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Apr 2011 03:27:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paurogkipi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Antar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=5577</guid>
		<description><![CDATA[PATMOS&#8230; adalah nama sebuah pulau di Asia Kecil di mana Yohanes (bukan Yohanes Pembaptis, tapi salah seorang murid Yesus yang dikasihi) dibungkam dan diasingkan alias dibuang oleh kaisar Romawi karena dia mbalelo (bandel banget), tidak mau tunduk pada perintah Kaisar Domitianus agar seluruh warganegara menyembahnya dan memanggilnya sebagai Tuhan dan Allah. Yohanes dianggap sebagai provokator, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PATMOS&#8230; adalah nama sebuah pulau di Asia Kecil di mana Yohanes (bukan Yohanes Pembaptis, tapi salah seorang murid Yesus yang dikasihi) dibungkam dan diasingkan alias dibuang oleh kaisar Romawi karena dia mbalelo (bandel banget), tidak mau tunduk pada perintah Kaisar Domitianus agar seluruh warganegara menyembahnya dan memanggilnya sebagai Tuhan dan Allah. Yohanes dianggap sebagai provokator, karena memengaruhi umat Kristen supaya tetap berpegang teguh pada iman mereka. Itu terjadi pada akhir abad pertama, sekitar tahun 95 Masehi. Saat itu memang Patmos dikenal sebagai pulau pembuangan, kira-kira sama seperti Tebet pada tahun 1950-an ketika orang menyebutnya sebagai tempat ‘jin buang anak,’ atau juga Pondok Indah sebelum ada rumah/gedung bertingkat, belum ada PIM, belum ada jalan aspal, apalagi bus way. Juga belum ada GKI PI di mana kita dapat bersekutu dengan penuh kasih dan kepedulian.</p>
<p>Pada saat pembuangan itu, Yohanes mendapat wahyu dan ditulis dalam kitab Wahyu. Sebagian besar kitab ini terdiri atas beberapa rangkaian wahyu dan penglihatan yang arti dan maksudnya mudah dimengerti oleh orang-orang Kristen zaman itu. Akan tetapi hal ini sekarang sulit dimengerti karena memakai simbolisme yang rumit. Meskipun banyak perbedaan pendapat mengenai interpretasi yang terinci dari isi kitab ini, namun intisari pokok pikirannya jelas, yaitu bahwa “Yesus Kristus” akhirnya akan mengalahkan semua musuh-Nya, termasuk Iblis.</p>
<p>PATMOS&#8230; Di pulau ini jugalah Bang Yo mengirim surat kepada ketujuh jemaat-Nya yang waktu itu banyak menyimpang dari standar kebenaran-Nya, sehingga perlu ditegur. Ia menghimbau mereka supaya bertobat dan berbalik kepada kasih mereka yang semula (bagi jemaat yang di Efesus). Apabila kita melihat surat ini dari sudut pandang sejarah gereja, banyak gereja yang juga sudah kehilangan kasih yang semula dan beralih dari pelayanan penuh kasih menjadi institusi religius yang formal dan tanpa kasih. Gereja penuh dengan konflik dan argumentasi teologis.</p>
<p>Demikian juga jemaat yang di Laodekia, yang suam-suam kuku, tidak panas dan juga tidak dingin. Mereka tidak miskin, bahkan hidup berkecukupan. Namun mereka tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya miskin rohani, miskin kasih, miskin kepedulian, terlalu memikirkan diri sendiri, serakah dan bahkan (barangkali) tamak.</p>
<p>Seiring dengan berjalannya waktu, sejarah pemerintahan Romawi berubah</p>
<p>PATMOS… pun berubah. Untuk memperingati Yohanes, dibangunlah sebuah biara/seminari di puncak bukit. Tempat ini tepat untuk belajar karena udaranya segar dan bersih, bebas polusi. Pemandangannya pun luas, jauh menatap laut, dan suasananya masih tenang-aman dan alami. Pulau yang agak menjorok ke dalam ini, terlindung oleh pulau-pulau di sekitarnya, tidak seperti pulau Kreta (di mana Paulus pernah terdampar) yang langsung berhadapan dengan Laut Tengah yang luas dan terkenal dengan gelombang ganasnya.</p>
<p>PATMOS&#8230; pada abad sekarang ini dengan keadaan alam yang sangat mendukung, tidak luput dari serbuan pengusaha tour and travel. Sudah banyak kapal pesiar dari seluruh penjuru dunia dan dipenuhi dengan wisatawan, datang berlabuh dan menikmati segala fasilitas yang sudah disesuaikan sebagai layaknya tempat wisata, tidak kalah dengan salah satu tempat wisata Indonesia&#8230; Bali. Semua bisa diakses dengan teknologi canggih, serba komputer; memesan tempat di hotel, ikut tur, olah raga, tempat-tempat restoran dan seterusnya tinggal CLICK HERE.</p>
<p>Adakah surat dari PATMOS buat jemaat-Nya di GKI PI?</p>
<p>Kita tunggu surat dari Bang Yohanes? Kagak mungkinlah, yao! Beda 20 abad, lo! Sebenarnya masalahnya bukan surat dari Patmos atau dari Paulus atau dari Yohanes, namun lebih tertuju kepada diri sendiri. Dengan umur yang sudah lebih dari 25 tahun, GKI PI cukup matang untuk melakukan introspeksi. Coba, seandainya ada ‘e-mail‘ yang senada dengan surat Yohanes itu, yang intinya memuji keberadaan dan keberhasilan sebuah jemaat, tepatnya GKI PI, sekaligus mengkritik kekurangannya; sudah cukup dewasakah kita untuk menanggapinya dan bebenah diri atau bertobat? Akankah kita menepuk dada karena bangga atas pujiannya, lalu defensif bahkan marah dan menyalahkan pengkritiknya? Kan semuanya sudah ditata rapi, dikelola secara profesional, dan tinggal ikut program yang sudah disusun; dan&#8230; zero error! Sukses!</p>
<p>Masih ingat pada buku Peringatan 25 tahun GKI PI? Sebenarnya buku ini sarat dengan kritik namun disampaikan secara bijak sehingga diperlukan hati yang peka dan responsif. Misalnya program Komisi yang dibuat tiap tahun dengan hanya copas (copy and paste), KOMBAS yang terpencar namun belum memancar. Siapa yang berani mengkritik kepedulian kita yang sudah meliputi seluruh Nusantara, dari tsunaminya Aceh, gempa dan wedus gembelnya gunung Merapi sampai di ujung timur/Papua? Pendidikan untuk sesama? Ada GOTA. Kerjasama antar gereja? Ingat Operasi Katarak. Kesehatan? Ada poliklinik umum dan gigi. Kurang apa lagi, bukankah semua kepedulian sudah dirancang dan sedang berjalan dari tahun ke tahun? Bukankah “kasih semula” sudah ada dan tertuang dalam program?</p>
<p>Suatu hari, seperti biasa, salah satu kegiatan Komisi Perlawatan ialah berkunjung dan memberi bingkisan kepada warga jemaat yang dianggap kurang beruntung dalam kehidupan ekonominya. Di satu pihak, mereka yang dilawat tentunya menerima bingkisan itu dengan penuh rasa syukur. Hati pelawat/aktivis pun merasa ‘plong’ karena sudah dapat melaksanakan tugasnya. Namun, di pihak “hati,” bagaimana tidak sedih melihat saudara sepersekutuan tinggal di sebuah rumah yang kurang layak dihuni; atap yang (entah sudah berapa kali kunjungan) tetap bocor di sana-sini; dan setiap kali kunjungan kita hanya dapat menyampaikan “kepedulian” yang sesuai dan sejauh program. Adakah sesuatu yang dapat dan mampu kita lakukan lebih jauh, seperti orang Samaria yang baik itu, yang tuntas kepeduliannya? Inikah yang dimaksud dengan kasih yang semula itu?</p>
<p>Seperti Yesus, saat Ia harus menentukan pilihan, apakah “peduli Hari Sabat” atau “hati yang peduli sobat,” maka pilihan-Nya tetap merujuk pada sifat-Nya yang kasih agape, meski menyebabkan-Nya makin di’satroni’ dan dikecam oleh pejabat agama saat itu. Namun, di situlah Yesus tampil beda. Ia sama seperti manusia biasa namun&#8230; ada yang ilahi. Demikian juga gereja, yang juga adalah organisasi dunia, namun&#8230; bersifat rohani, ada karya Roh Kudus. Gereja di Efesus sangat sukses, tapi mulai kehilangan kasih yang semula, yang merupakan motivasi yang sangat penting dalam hidup kekristenan. Mana yang kita pilih: Peduli yang terprogram atau peduli yang agape? Apapun pilihannya, jangan sampai peduli yang agape itu tersisih hanya karena tidak ada di program! Organisasi gereja harus berbeda dengan organisasi dunia lainnya, harus tetap memancarkan terang dan menjadi garam.</p>
<p>We are free to choose and the choice is yours. Benar, kita harus bertanggungjawab pada kehidupan organisasi yang‘sehat; namun&#8230; juga tetap “peduli sobat.”</p>
<p>Have a right choice! Have a loving care to each other, sesama warga jemaat! Selamat membuat program gereja, gereja-Nya Tuhan, organisasi yang sehat sekaligus ilahi, yang masih mempunyai terang dan menjadi garam.</p>
<p>Salam Patmos.</p>
<p>Nia Gatugapan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gkipi.org/patmos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hatiku Untuk Yesus. Natal Komisi Anak Januari 2011</title>
		<link>http://gkipi.org/hatiku-untuk-yesus-natal-komisi-anak-januari-2011/</link>
		<comments>http://gkipi.org/hatiku-untuk-yesus-natal-komisi-anak-januari-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 13:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paurogkipi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Antar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=5278</guid>
		<description><![CDATA[Lukas 2:11: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Pada perayaan Natal Komisi Anak di GKI Pondok Indah yang diadakan pada hari Sabtu, tanggal 18 Desember yang lalu, ada sedikit perubahan dalam pelaksanaannya. Acara dibagi dalam tiga kelompok usia dan dilaksanakan di tiga tempat yaitu: di Gedung Pertemuan-ruang Korintus lantai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Lukas 2:11:</p>
<p>Hari ini telah lahir bagimu</p>
<p>Juruselamat yaitu Kristus,</p>
<p>Tuhan, di kota Daud.</p></blockquote>
<p>Pada perayaan Natal Komisi Anak di GKI Pondok Indah yang diadakan pada hari Sabtu, tanggal 18 Desember yang lalu, ada sedikit perubahan dalam pelaksanaannya. Acara dibagi dalam tiga kelompok usia dan dilaksanakan di tiga tempat yaitu: di Gedung Pertemuan-ruang Korintus lantai 3, khusus untuk anak-anak kelas bayi sampai Play Group 2 (PG-2) yang berusia di bawah 2 tahun dan di gedung Gereja untuk anak-anak kelas PG 3 sampai kelas 1 yang berusia antara 3 sampai 6 tahun. Untuk kedua kelompok tersebut, acara dimulai sekitar pukul 10.00. Acara Natal untuk anak-anak kelas 2-6 SD dilaksanakan pada sore hari pukul 16.00 di gedung Gereja.</p>
<p>Acara Natal anak-anak dari kelompok usia di bawah 2 tahun dihadiri oleh sekitar 60 orang ASM. Mereka sangat menikmati acara Natal yang disajikan, yang berbeda daripada tahun-tahun yang lalu. Mungkin karena suasana ibadah yang tidak terlalu ramai, hanya anak-anak kecil saja, maka anak-anak merasa lebih nyaman. Sungguh sebuah ide yang cemerlang, karena mereka dapat menikmati acara dari awal sampai akhir dengan baik. Pada saat mendengarkan firman yang di bawakan oleh Pdt. Wendy Pratama Gouw, anak-anak dengan tertib dan antusias mendengarkan.</p>
<p>Pertama-tama Pdt. Wendy membacakan ayat Alkitab dari Lukas 2:11. Kemudian dilanjutkan dengan cerita yang menggunakan alat peraga berupa buku dan beberapa boneka. Firman diberitakan dengan sangat menarik dan memukau. Sebagai ilustrasi, Pdt. Wendy bercerita tentang seekor bebek yang mengerami telurnya. Setelah dewasa, ternyata yang dieraminya adalah telur angsa. Induk bebek tetap mengasihi anak angsa. Anak angsa itu juga mengasihi induk bebek, karena induk bebek telah menunjukkan kasihnya. Pesan dari cerita tersebut adalah: Tuhan Yesus telah mengasihi kita, maka hendaknya kita juga mengasihi Tuhan Yesus.</p>
<p>Setelah mendengarkan cerita dari Pdt. Wendy, acara Natal bagi anak-anak kecil dilanjutkan dengan persembahan dari tiap kelas. Kelas Bayi mempersembahkan gerak dan lagu, Ayun-ayun, di mana anak-anak bayi beserta orangtua mereka tampil dengan gembira karena mereka senang digendong dan berayun-ayun dengan musik. Setelah menyanyikan satu lagu bersama-sama, kelas berikutnya, PG-1, mempersiapkan persembahan mereka, yang juga adalah gerak dan lagu. Berbeda dengan kelas Bayi, anak-anak dari PG-1 sudah berani tampil sendiri tanpa ditemani oleh orangtua mereka. Sungguh membuat kami para guru Sekolah Minggu (GSM) bangga akan keberanian mereka. Lagu mereka berjudul Jesus, Holy Child. Anak-anak berseragam baju putih dan jeans mengenakan topi Santa Klaus merah. Sangat lucu&#8230;</p>
<p>Kembali semua ASM yang hadir menyanyikan sebuah lagu, dan anak-anak PG-2 mempersiapkan diri mereka untuk persembahan lagu mereka, yaitu Jingle Bells. Anak-anak sangat bersemangat. Mereka mengenakan bando yang menyerupai tanduk rusa dan gelang tangan lonceng kecil yang membuat suasana semakin meriah.</p>
<p>Sebagai penutup, anak-anak bersama menyanyikan sebuah lagu Natal dan diingatkan kembali akan pesan Natal, yaitu bahwa Tuhan Yesus mencintai mereka dan selalu ada di hati mereka. Tepat pukul 11.00 Acara Natal bagi anak-anak kelompok usia di bawah 2 tahun berakhir.</p>
<p>Sungguh perayaan Natal kelas Bayi sampai PG-2 kali ini sangat mengesankan, khususnya bagi saya sebagai GSM mereka, karena anak-anak dapat dengan tenang duduk mendengarkan dan menikmati acara ini. Orangtua juga turut duduk bersama mereka. Ada kesan yang mengharukan pada saat anak-anak tampil ke depan. Walaupun mereka masih kecil dan beberapa di antara mereka bahkan masih belajar berdiri, tapi mereka berani tampil di atas panggung dan dengan sukacita bergoyang mengikuti irama lagu. Terimakasih Tuhan atas Natal kali ini, semoga semua ASM dapat senantiasa mengingat bahwa Tuhan Yesus selalu ada di hati mereka.</p>
<p>Pada jam yang sama, sekitar 120 orang ASM mengisi gedung gereja untuk merayakan Natal yang diperuntukkan bagi ASM kelas PG-3, TKA,TKB dan kelas 1 SD, yaitu ASM berusia 3-6 tahun. Diawali dengan kelompok perkusi KIUT yang mengucapkan Slamat Slamat Datang kepada Bayi Yesus dan kita semua, semua ASM diajak oleh MC, Kak Miranda dan Kak Kris, untuk menyanyikan lagu-lagu Natal, dan mereka diingatkan kembali tentang peristiwa kelahiran Tuhan Yesus pada Natal yang pertama, dua ribu tahun yang lalu.</p>
<p>Setelah itu, setiap kelas diberi kesempatan untuk mempersembahkan apa yang telah mereka persiapkan bagi Bayi Yesus yang berulang tahun. Kelas PG-3 menyanyikan lagu Aduh-Aduh Senangnya dan Adalah Sukacita, karena mereka begitu bersukacita bahwa Tuhan Yesus mau datang ke dunia untuk menyelamatkan kita semua. Kelas TK-A menyanyikan sebuah lagu dengan gerak, yaitu Di Dalam Palungan. Kelas TK-B dengan gelang loncengnya menyanyikan lagu Ding-ding-ding, Lonceng Berbunyi. Tentunya kelas 1 juga mau mempersembahkan lagu untuk Bayi Yesus dan kita semua. Mereka menyanyikan lagu Perhatikan Sesamamu, untuk mengingatkan bahwa Tuhan Yesus begitu penuh perhatian kepada kita, jadi kita anak-anak Tuhan harus juga selalu memerhatikan sesama.</p>
<p>Setelah setiap kelas mempersembahkan kidung mereka kepada Tuhan dan umat-Nya, maka tibalah saatnya pemberitaan firman Tuhan yang dibawakan oleh Pdt. Wendy Pratama Gouw yang datang dari Bandung dan sudah melayani di kelas Bayi sampai kelas PG-2 pada pagi hari itu.</p>
<p>Pertama-tama Pdt. Wendy membacakan ayat dari Lukas 2:11, ”Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.” Kemudian muncul seekor monyet yang mengajak ASM bercakap-cakap. Boneka monyet tampil begitu baik, seakan-akan monyet itu hidup. Para ASM terpukau melihat dan mendengarkan celoteh sang monyet. Selanjutnya sebagai ilustrasi cerita, Pdt. Wendy menceritakan kisah yang sama seperti yang sudah diceritakannya kepada anak-anak di kelas Bayi sampai PG-2, yaitu tentang seekor bebek yang mengerami telur angsa. Pesan dari ilustrasi ini adalah: Tuhan Yesus mengasihi kita, dan ada di hati kita semua, karena itu hendaknya kita juga mengasihi Tuhan Yesus dan meniru teladan-Nya.</p>
<p>Acara Natal di kelompok kelas PG-3 sampai kelas 1 SD berjalan dengan baik dan tertib, para ASM yang masih kecil-kecil ini juga bisa mendengarkan dengan tenang, karena suasana yang menunjang. Terimakasih Tuhan Yesus atas acara Natal kali ini, kiranya semua ASM dapat senantiasa mengingat bahwa Tuhan Yesus selalu ada di hati mereka.</p>
<p>Acara Natal untuk kelas 2-6 SD diadakan pada sore hari pukul 16.00 di gedung gereja. Sekitar 80 orang ASM hadir untuk menyaksikan mempersembahkan sebuah drama musikal yang telah dipersiapkan oleh 36 orang ASM yang tergabung dalam paduan suara anak (PSA) Gabrielle selama kurang lebih 6 minggu. Masing-masing kelas diharapkan juga ikut berpartisipasi pada acara Natal kali ini dengan persembahan kidung mereka yang menunjang jalannya drama musikal ini.</p>
<p>Ternyata pada jam yang telah ditentukan, ruang gereja masih sepi, baru sedikit sekali ASM yang hadir. Padahal setiap kelas bertugas menyanyikan sebuah lagu yang telah mereka pelajari selama hampir satu setengah bulan. Sayang sekali&#8230; Tentu mereka tidak sempat berlatih terlebih dulu sebelum mempersembahkan lagu mereka. Padahal anak-anak paduan suara sudah berada di gedung gereja sejak pukul 14.00. Pelayanan yang hebat dari anak-anak paduan suara. Salut juga kepada para orangtua yang sudah mengantarkan putra-putri mereka untuk berlatih. Kali ini karena waktu yang sangat sempit, anak-anak peserta drama musikal harus meluangkan banyak waktu untuk berlatih tambahan. Dan karena mereka belum pernah menari sebelumnya, beberapa orang peserta berlatih begitu berat di rumah dengan cucuran air mata. Tapi hasilnya sangat memuaskan.</p>
<p>Akhirnya, dengan terlambat tiga puluh menit, acara Natal anak kelas besar pun dimulai. Christmas Carol dari PSA Gabrielle dengan dua buah lagu: Jingle Bells dan Hai Mari Berhimpun, membawa suasana Natal masuk ke dalam gedung gereja di mana Natal Anak diadakan. MC, Kak Redy dan Kak Aiko mulai menyapa anak-anak dan hadirin serta mengajak mereka menyanyi bersukacita memperingati hari kelahiran Bayi Yesus, Sang Penebus yang mau menjadi manusia untuk menyelamatkan kita semua. ASM kelas 2 mempersembahkan lagu Hai Dunia, Gembiralah dengan sukacita dan mengajak semua ikut menyanyikan lagu ini.</p>
<p>Setelah Kak Riani, pendeta kita yang setia mengasuh Komisi Anak menaikkan doa pembuka, maka munculah kelas 3 dengan lagunya Mari Dengar Saya Crita, yang mengawali drama musikal ini. Seorang ASM sedang berbincang dengan guru Sekolah Minggu (GSM) nya, karena dia bingung apakah hubungan Natal itu dengan kehidupan kita sekarang.</p>
<p>Nah, untuk menjawab pertanyaan ini, maka kakak GSM menceritakan tentang Natal yang pertama, yaitu tentang kelahiran Sang Bayi Yesus. Bagaimana pada suatu hari seorang gadis bernama Maria dikunjungi oleh malaikat Gabriel yang menyampaikan pesan Bapa di surga kepadanya, bahwa dia akan melahirkan seorang Bayi yang harus diberi nama Yesus. Bayi inilah yang akan menjadi Juruselamat dunia. Lalu ketika waktunya telah tiba, malaikat Gabriel mendatangi para gembala di padang dan memberitakan bahwa: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” ASM kelas 4 menyanyikan lagu yang menceritakan tentang para gembala dan malaikat ini, Di Malam Sunyi Bergema.</p>
<p>Para gembala yang ketakutan menjadi bersukacita dan segera berangkat ke tempat yang dikatakan oleh malaikat tadi, bahkan mereka meninggalkan domba-domba mereka. Kelas 5 menyanyikan tentang Bayi Di Dalam Palungan dan kelas 6 bernyanyi dengan diiringi musik ensambel mereka sendiri, melagukan dengan lembut Malam Kudus, yang kemudian juga dinyanyikan oleh semua anak yang hadir pada acara Natal Anak ini.</p>
<p>Drama ditutup dengan lagu Natal Yang Sejati. Setelah refleksi Natal oleh Kak Riani yang menjelaskan tentang hati kita yang harus dibersihkan dari segala dosa sehingga Bayi Yesus bisa mendapatkan palungan yang lebih baik, yaitu hati kita, maka Kak Riani mengajak semua ASM untuk memberikan hati mereka bagi Bayi Yesus.</p>
<p>Sebagai ungkapan syukur kita, maka semua yang hadir memberikan persembahan mereka untuk memperluas kerajaan surga di bumi dengan menyanyikan lagu tema Natal tahun ini yaitu, I’ll Give Him My Heart.</p>
<p>Pada kesempatan ini semua ASM yang diwakili oleh Ketua Panitia Natal Komisi Anak, Kak Saranti, telah menyerahkan sumbangan kepada Pak Hendro, sebagai Ketua Gugus Penanggulangan Bencana GKI Pondok Indah. Sumbangan ini berasal dari tabungan para ASM yang dikumpulkan sejak awal November 2010. Sebagian dari dana ini diberikan juga ke Panti Asuhan Abigail, yang dikunjungi pada hari Minggu tanggal 19 Desember 2011.</p>
<p>Acara Natal Anak ditutup dengan menyanyikan Muliakanlah, seperti kata para malaikat, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya,“ dan lagu-lagu Natal untuk mengucapkan Selamat Natal kepada semua yang hadir. Anak-anak pulang dengan sukacita dengan membawa hadiah Natal dan pasta untuk makan malam mereka.</p>
<p>Keesokan harinya ASM kelas 5 dan 6 melakukan kunjungan ke Panti Asuhan Abigail dan melayani di sana, bermain bersama anak-anak Panti Asuhan yang berjumlah 53 orang di bawah arahan Kak Lisa dan timnya dan juga membawakan sembako, hadiah untuk anak-anak dan makan siang. Anak-anak PSA Gabrielle kembali mempersembahkan drama musikal mereka yang diakhiri dengan refleksi yang dipimpin oleh Kak Aiko. Walaupun anak-anak PSA Gabrielle masih letih dan belum sempat beristirahat, mereka tetap menunaikan tugas mereka dengan sukacita. Sangat baik bagi anak-anak untuk mengetahui bahwa ada anak-anak yang kurang beruntung dan harus tinggal di sebuah Panti. Tetapi itu masih jauh lebih baik daripada tidak mempunyai tempat tinggal sama sekali.</p>
<p>Anak-anak, juga para orangtua dan GSM pulang dengan sukacita karena sudah melayani anak-anak di Panti Asuhan Abigail dan bergembira bersama di dalam bis yang membawa mereka kembali ke GKI Pondok Indah.  Natal, yang sejati yang terjadi di hati… Soli Deo Gloria.</p>

<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-46-5278">


	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-258" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/natal-anak-2010/anak-1.jpg" title=" " class="thickbox no_icon" rel="set_46">
								<img title="anak-1" alt="anak-1" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/natal-anak-2010/thumbs/thumbs_anak-1.jpg" width="100" height="74" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-259" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/natal-anak-2010/anak-10.jpg" title=" " class="thickbox no_icon" rel="set_46">
								<img title="anak-10" alt="anak-10" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/natal-anak-2010/thumbs/thumbs_anak-10.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-260" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/natal-anak-2010/anak-2.jpg" title=" " class="thickbox no_icon" rel="set_46">
								<img title="anak-2" alt="anak-2" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/natal-anak-2010/thumbs/thumbs_anak-2.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-261" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/natal-anak-2010/anak-3.jpg" title=" " class="thickbox no_icon" rel="set_46">
								<img title="anak-3" alt="anak-3" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/natal-anak-2010/thumbs/thumbs_anak-3.jpg" width="100" height="74" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-262" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/natal-anak-2010/anak-4.jpg" title=" " class="thickbox no_icon" rel="set_46">
								<img title="anak-4" alt="anak-4" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/natal-anak-2010/thumbs/thumbs_anak-4.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-263" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/natal-anak-2010/anak-5.jpg" title=" " class="thickbox no_icon" rel="set_46">
								<img title="anak-5" alt="anak-5" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/natal-anak-2010/thumbs/thumbs_anak-5.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-264" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/natal-anak-2010/anak-6.jpg" title=" " class="thickbox no_icon" rel="set_46">
								<img title="anak-6" alt="anak-6" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/natal-anak-2010/thumbs/thumbs_anak-6.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-265" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/natal-anak-2010/anak-7.jpg" title=" " class="thickbox no_icon" rel="set_46">
								<img title="anak-7" alt="anak-7" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/natal-anak-2010/thumbs/thumbs_anak-7.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-266" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/natal-anak-2010/anak-8.jpg" title=" " class="thickbox no_icon" rel="set_46">
								<img title="anak-8" alt="anak-8" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/natal-anak-2010/thumbs/thumbs_anak-8.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-267" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/natal-anak-2010/anak-9.jpg" title=" " class="thickbox no_icon" rel="set_46">
								<img title="anak-9" alt="anak-9" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/natal-anak-2010/thumbs/thumbs_anak-9.jpg" width="100" height="74" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>


]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gkipi.org/hatiku-untuk-yesus-natal-komisi-anak-januari-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis 2010</title>
		<link>http://gkipi.org/bakti-sosial-operasi-katarak-gratis-2010/</link>
		<comments>http://gkipi.org/bakti-sosial-operasi-katarak-gratis-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Jan 2011 11:21:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paurogkipi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Antar Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gkipi.org/?p=5178</guid>
		<description><![CDATA[Dua hari menjelang pelaksanaan Gelombang I Baksos Operasi Katarak Gratis 2010, Panitia kebingungan karena masih kekurangan ranjang operasi, namun kami teringat Firman Tuhan pada khotbah Minggu 31 Oktober lalu, yang menyatakan bahwa &#8220;Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan Firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya.&#8221; Panitia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua hari menjelang pelaksanaan Gelombang I Baksos Operasi Katarak Gratis 2010, Panitia kebingungan karena masih kekurangan ranjang operasi, namun kami teringat Firman Tuhan pada khotbah Minggu 31 Oktober lalu, yang menyatakan bahwa &#8220;Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan Firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya.&#8221; Panitia yang pasrah akhirnya menerima pinjaman ranjang operasi lebih dari yang dibutuhkan, yakni sebanyak 3 (tiga) buah dari umat yang berpartisipasi mendukung pelayanan ini.</p>
<p>Pada awalnya Panitia terlalu percaya diri (PD) –mengingat Baksos tahun lalu berhasil menjaring 567 calon pasien— sehingga menetapkan bahwa pendaftaran akan ditutup pada tanggal 15 Oktober 2010. Dengan sekuat tenaga Panitia berusaha menjaring calon-calon pasien melalui kerjasama dengan jemaat-jemaat GKI Klasis Jakarta II dan beberapa jemaat lainnya termasuk partner Gereja Katolik St. Stefanus dan GKJ Nehemia, seperti tahun 2009 lalu. Panitia juga mendapat dukungan dari beberapa stasiun radio seperti Heartline FM, BEN FM, I Radio yang menyiarkan iklan secara gratis mengenai acara Operasi Katarak yang diselenggarakan oleh GKI PI. Namun ternyata sampai dengan tanggal 6 Oktober, pendaftar baru mencapai 94 calon pasien, jauh di bawah target dan kesepakatan dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (PERDAMI), yaitu rencana operasi sebanyak 300 pasien.</p>
<p>Panitia yang terlalu PD itu kemudian sadar bahwa mereka kurang berdoa, kurang pasrah pada rencana Tuhan, dan akhirnya semua anggota panitia sepakat berdoa setiap hari di rumah masing-masing untuk mohon pimpinan Tuhan dengan keyakinan “… mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya,” serta memutuskan untuk mencabut batas akhir pendaftaran. Setelah itu, Tuhan mengirimkan calon-calon pasien yang tidak pernah putus-putusnya, baik melalui telpon maupun datang langsung ke kantor sekretariat GKI PI, sampai akhirnya terjaring 483 pendaftar ditambah lagi duapuluhan yang mendapat status cadangan. Sungguh Tuhan mengabulkan doa-doa Panitia yang didukung oleh doa para pendeta dari atas mimbar, doa rekan-rekan Persekutuan Doa Pagi serta doa seluruh umat.</p>
<p>Dari data yang kami himpun, tercatat bahwa pendaftar bukan hanya dari daerah sekitar JABODETABEK saja. Mereka ada yang datang dari Karawang, Pandeglang, Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Indramayu, Tegal, Cilacap, Semarang, Jepara, Salatiga, Jebres-Surakarta, Klaten, Magelang, Wonogiri, Malang bahkan Palembang dan Medan. Sungguh Tuhan memberkati GKI PI untuk menjadi berkat bagi masyarakat banyak yang membutuhkan bantuan agar penglihatan mereka jernih kembali. Panitia dan relawan mengingat pesan Pdt. Em. Agus Susanto pada saat pembekalan: “Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan” (Luk. 17:10). Ketika seluruh rangkaian kegiatan ini usai, kami ikut tersenyum bersama mereka yang bersyukur mendapatkan penglihatan normal kembali. Terpujilah nama Tuhan.</p>
<p>(has)</p>
<p><strong>
<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-45-5178">


	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-250" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/k-Periksa-awal.jpg" title="Pemeriksaan awal tekanan darah
" class="thickbox no_icon" rel="set_45">
								<img title="k-Periksa-awal" alt="k-Periksa-awal" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/thumbs/thumbs_k-Periksa-awal.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-255" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/k-Tes-Gula-darah.jpg" title="Tes Gula Darah" class="thickbox no_icon" rel="set_45">
								<img title="k-Tes-Gula-darah" alt="k-Tes-Gula-darah" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/thumbs/thumbs_k-Tes-Gula-darah.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-257" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/k-Ukur-Lensa.jpg" title="Ukur lensa	" class="thickbox no_icon" rel="set_45">
								<img title="k-Ukur-Lensa" alt="k-Ukur-Lensa" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/thumbs/thumbs_k-Ukur-Lensa.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-254" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/k-Tes-Bola-Mata.jpg" title="Tes Tekanan Bola Mata" class="thickbox no_icon" rel="set_45">
								<img title="k-Tes-Bola-Mata" alt="k-Tes-Bola-Mata" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/thumbs/thumbs_k-Tes-Bola-Mata.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-243" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/k-Bersihkan-Mata.jpg" title="Membersihkan mata saat kontrol" class="thickbox no_icon" rel="set_45">
								<img title="k-Bersihkan-Mata" alt="k-Bersihkan-Mata" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/thumbs/thumbs_k-Bersihkan-Mata.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-247" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/k-Gunting-Bulu-Mata.jpg" title=" " class="thickbox no_icon" rel="set_45">
								<img title="k-Gunting-Bulu-Mata" alt="k-Gunting-Bulu-Mata" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/thumbs/thumbs_k-Gunting-Bulu-Mata.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-244" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/k-Cuci-Kaki.jpg" title="Melayani cuci kaki pasien sebelum masuk ruang operasi" class="thickbox no_icon" rel="set_45">
								<img title="k-Cuci-Kaki" alt="k-Cuci-Kaki" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/thumbs/thumbs_k-Cuci-Kaki.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-245" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/k-Doa-n-renungan.jpg" title="Doa dan renungan mengawali kegiatan Baksos" class="thickbox no_icon" rel="set_45">
								<img title="k-Doa-n-renungan" alt="k-Doa-n-renungan" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/thumbs/thumbs_k-Doa-n-renungan.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-246" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/k-Dokter-Apoteker.jpg" title="Dokter dan Apoteker siap memeriksa" class="thickbox no_icon" rel="set_45">
								<img title="k-Dokter-Apoteker" alt="k-Dokter-Apoteker" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/thumbs/thumbs_k-Dokter-Apoteker.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-248" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/k-Konsultasi-dokter.jpg" title="Konsultasi dengan Dokter Mata" class="thickbox no_icon" rel="set_45">
								<img title="k-Konsultasi-dokter" alt="k-Konsultasi-dokter" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/thumbs/thumbs_k-Konsultasi-dokter.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-249" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/k-Panitia-&#038;-Relawan.jpg" title="Panitia dan relawan" class="thickbox no_icon" rel="set_45">
								<img title="k-Panitia-&amp;-Relawan" alt="k-Panitia-&amp;-Relawan" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/thumbs/thumbs_k-Panitia-&-Relawan.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-251" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/k-Relawan-Remaja.jpg" title="Relawan remaja" class="thickbox no_icon" rel="set_45">
								<img title="k-Relawan-Remaja" alt="k-Relawan-Remaja" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/thumbs/thumbs_k-Relawan-Remaja.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-252" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/k-Relawan-Senior.jpg" title="Relawan senior" class="thickbox no_icon" rel="set_45">
								<img title="k-Relawan-Senior" alt="k-Relawan-Senior" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/thumbs/thumbs_k-Relawan-Senior.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-256" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/k-Tunggu-Giliran.jpg" title="Tunggu giliran operasi" class="thickbox no_icon" rel="set_45">
								<img title="k-Tunggu-Giliran" alt="k-Tunggu-Giliran" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/thumbs/thumbs_k-Tunggu-Giliran.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-253" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a  href="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/k-Senyum.jpg" title="Senyum Bahagia Mbah Darmo " class="thickbox no_icon" rel="set_45">
								<img title="k-Senyum" alt="k-Senyum" src="http://gkipi.org/wp-content/gallery/katarak2010/thumbs/thumbs_k-Senyum.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>

</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gkipi.org/bakti-sosial-operasi-katarak-gratis-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

