Bukan Suatu Kebetulan

Bukan Suatu Kebetulan

Belum ada komentar 80 Views

Saya percaya bahwa dalam perjalanan hidup anak Tuhan, tidak ada kata ‘kebetulan’:

kebetulan saya anggota jemaat gereja ini,

kebetulan saya pendeta sehingga melayani di sini,

kebetulan suara saya merdu sehingga ikut paduan suara.

Saya yakini kisah ini bukan suatu kebetulan

Pada pertengahan tahun 2009, saya membaca catatan perjalanan pelayanan Komisi PI GKI Pondok Indah di Desa Kemang lewat website gkipi.org. Sejak saat itu, pos pelayanan di Desa Kemang tidak lepas dari pergumulan saya. Setiap ada kesempatan, saya membuka website gkipi untuk melihat perkembangan di sana. Namun hanya catatan itulah satu-satunya yang ada… (semoga saya tidak keliru). Saya lalu memberanikan diri menulis di inbox GKI PI guna menyampaikan kesediaan saya untuk terlibat di dalam pelayanan Komisi PI di Pos Desa Kemang. Sayang, respons yang saya harapkan tak kunjung datang.

Akhirnya saya memutuskan untuk melupakan Pos PI Desa Kemang dan berfokus pada pelayanan sebagai pendeta seazas di GPIB Marturia Jambi yang sudah 13 tahun memberi saya ruang untuk melayani. Saya juga ikut dalam pelayanan Komisi Sekolah Minggu PGIW Jambi yang penuh tantangan.

Suatu ketika, pekerjaan suami mengharuskan kami sekeluarga pindah ke Pulau Jawa. Dengan pergumulan dan berbagai pertimbangan, kami memilih Bogor sebagai domisili kami. Sanak keluarga dan teman bertanya kepada saya, mengapa kami memilih Bogor. Mengapa bukan Jakarta, Depok, Tangerang atau Bekasi? Jawaban saya selalu sama: “Kami sedang mengikuti rencana Tuhan.”

Kami memutuskan untuk pindah pada akhir tahun 2009. Meskipun saya tahu bahwa perpindahan ini bukan hal yang mudah karena kami belum pernah ke Bogor atau memiliki saudara/kerabat dekat di kota ini yang dapat menjadi sumber informasi bagi kami, tetapi kami percaya bahwa Tuhan, yang memenuhi kebutuhan kami, telah menanti kami sekeluarga di tempat yang baru ini.

Pada bulan November 2009 saya berangkat ke Bogor untuk menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan perpindahan itu, mulai dari rumah sampai sekolah bagi putra-putri kami. Pada hari Minggu Adven pertama, saya masih di Bogor. “Ke mana saya akan beribadah?” pikir saya. Tak terbersit di ingatan saya untuk beribadah ke Pos PI Desa Kemang. Sebelum berangkat, saya berdoa minta tuntunan Tuhan, lalu dari rumah saya naik angkot no. 16 dan berhenti di Salabenda. Di sana saya bertanya ke beberapa orang dan mendapat informasi bahwa ada Pos GKI di Jati Tonjong dan bahwa untuk mencapainya, saya harus menggunakan ojek dari pertigaan PWRI. Wah, ini cukup sulit bagi saya karena saya belum tahu peta lokasi gereja tersebut.

Mengingat waktu yang terbatas, saya harus cepat mengambil keputusan, apakah beribadah di Tonjong atau mencari gereja lain saja, kalau tidak ingin terlambat beribadah pada pagi itu. Tiba-tiba di depan saya berhenti angkot jurusan Pasar Anyar–Parung, dan si sopir bersedia mengantarkan saya ke Pos Jati Tonjong pulang-pergi. Saya tak perlu berpikir untuk naik ojek lagi. Puji Tuhan, saya jadi beribadah pada hari Minggu Adven pertama itu dan selesai ibadah saya tak perlu menunggu kendaraan umum karena angkotnya sudah siap untuk mengantar saya pulang.

Dalam perjalanan pulang ke rumah, si sopir bercerita tentang Pos Desa Kemang, dan menginformasikan bahwa jaraknya tidak begitu jauh dari rumah yang akan saya dan keluarga tempati, bahkan mengajak saya untuk melihat tempat itu. Ternyata sopirnya adalah Bapak Iwan, warga jemaat Pos PI Desa Kemang. Mendengar nama Desa Kemang membuat hati saya bergetar kembali. “Ada apa dengan Pos PI di sini, Tuhan?” tanya saya dalam hati. Sungguh, saya percaya bahwa hal ini bukan sejumlah kebetulan: bukan kebetulan saya mengenal Desa Kemang lewat situs gkipi, bukan kebetulan saya bertemu dengan Bapak Iwan, bukan kebetulan saya pindah ke Bogor, bukan kebetulan tempat tinggal saya searah dengan Desa Kemang, tetapi inilah rencana Tuhan yang saya imani.

Saya benar-benar tiba di Desa Kemang tanpa saya rencanakan. Ternyata Tuhan sudah merencanakan semuanya, sehingga tak terasa sudah setahun saya bersekutu, bersaksi, melayani bersama di Pos PI Desa Kemang sampai hari ini.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Sudut Hidup
  • Kisah Nyata Kehidupan Sahabatku
    Kisah Nyata Kehidupan Sahabatku
    Kisah ini bermula pada tahun 1971, ketika tugasku beralih menjadi “eksekutif” salah satu organisasi komoditas tanaman keras yang baru...
  • BAKSOS Katarak yang berkesan dalam
    BAKSOS Katarak yang berkesan dalam
    Sejak kecil, aku dididik ayah untuk berdoa setiap pagi sebelum melakukan aktivitas hari itu. Sampai kini, doa pagi itu...
  • Mozaik Kehidupan
    Mozaik Kehidupan
    Salah satu kegemaran saya adalah bidang sejarah. Selain sejarah perkembangan peradaban dan sejarah politik, sejarah gereja menarik minat saya....
  • Lely simatupang: Fighting for My One Minute
  • Ruth K. Trijoso: Tantangan  Menghadapi  Transplantasi  Kornea
Kegiatan