Buah Roh:Lemah Lembut

Buah Roh:Lemah Lembut

1 Komentar 290 Views

Lemah lembut bukanlah lemah, bukan juga lembut. Lemah lembut adalah hasil karya Roh Kudus. Ada 3 karakteristik dari seorang yang dipenuhi kuasa Roh Kudus sehingga ia menjadi lemah lembut:

Pertama, Matius 5:5 menjelaskan kata Lemah lembut dengan “orang yang menyatakan bahwa dia tidak punya apa-apa” (those who claim nothing). Maksudnya, jika kita menyadari bahwa semua yang kita miliki bukanlah milik kita semata, tetapi pemberian Tuhan. Kesadaran seperti itu dapat muncul saat kita memahami tetapi juga melatih diri kita untuk meyakini terus menerus bahwa Tuhanlah sumber segala berkat, pengetahuan dan keahlian. Seperti lagu… “…jika engkau dapat itu karena-Nya, jika engkau punya semua dari pada-Nya…”

Kedua, Bilangan 12:3 juga menyinggung tentang Musa yang lembut. Apakah berarti Musa seperti seorang yang “keibu-ibuan”? Inti dari kelembutan Musa disimpulkan melalui kisah pada perikop itu. Musa seorang pemimpin pilihan Tuhan. Namun di tengah kepemimpinannya, Kakak-kakaknya menjatuhkan dia dengan alasan bahwa ia tidak menikah dengan “sesama” mereka, melainkan dengan perempuan Kush. Namun Tuhan membela Musa hamba-Nya dengan menghukum Miriam. Apa respon Musa? Musa justru meminta Tuhan menyembuhkan Miriam. Dengan kata lain, lemah lembut berarti membiarkan diri kita ditaklukan oleh kuasa pengampunan Tuhan. Adakah seorang yang ingin kita balaskan kejahatannya, tetapi malah kita mendoakan agar dia dipulihkan Tuhan? Mari buka hati agar Roh Kudus menguasai kita!

Ketiga, Yesus dalam Matius 11:28-29 mengkaitkan “kuk” dengan kelemahlembutan. Orang yang lemah lembut adalah orang yang tidak merasakan tantangan dan kesulitan mengikut Yesus sebagai beban yang memberatkan hidupnya. Sebaliknya, ia tetap merasa lega, ringan dan tenang karena mendapatkan kelemahlembutan dan kerendahatian Yesus sebagai fokus hidup yang lebih berharga dari beban yang dia rasakan. Betapa nikmatnya hidup seperti itu. Hidup yang dikuasai Roh Kudus sehingga membuahkan ketenangan.

Sudahkah anda mengalaminya? Inikah saatnya…

RJ

1 Comment

  1. Zam 3000

    Lemah lembut dalam arti apa yang paling nyata di dalam keseharian kita sebagai Umat Kristen. Sesuai profesi yang kita jalankan dalam hidup tidaklah sama, apalagi yang paling sering hidup dengan lingkungan keras dan profesi yang penuh dengan resiko keselamatan diri sendiri. Banyak yang secara tidak sadar menjadi terbawa dalam dunia luar dari profesi kerja tersebut, sehingga sering lepas kendali. Terutama dalam rumah tangga ,perilaku itu secara tidak sadar mengikis sifat lemah lembut dalam rumah tangga dan menjadi KDRT yang sering muncul dalam berita di media massa.

    Hal ini harus menjadi perhatian dari pihak Gereja melalui wilayahnya, seperti konseling atau bantuan lain yang berhubungan dengan kejadian tersebut. Sekedar Himbauan saya tersebut kiranya menjadi bahan untuk perhatian keseharian kita agar menjadi Warga negara yang berkualitas dan mempunyai kepedulian yang utama.

    Tuhan Memberkati.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan