Buah Roh:Lemah Lembut

Buah Roh:Lemah Lembut

1 Komentar 595 Views

Lemah lembut bukanlah lemah, bukan juga lembut. Lemah lembut adalah hasil karya Roh Kudus. Ada 3 karakteristik dari seorang yang dipenuhi kuasa Roh Kudus sehingga ia menjadi lemah lembut:

Pertama, Matius 5:5 menjelaskan kata Lemah lembut dengan “orang yang menyatakan bahwa dia tidak punya apa-apa” (those who claim nothing). Maksudnya, jika kita menyadari bahwa semua yang kita miliki bukanlah milik kita semata, tetapi pemberian Tuhan. Kesadaran seperti itu dapat muncul saat kita memahami tetapi juga melatih diri kita untuk meyakini terus menerus bahwa Tuhanlah sumber segala berkat, pengetahuan dan keahlian. Seperti lagu… “…jika engkau dapat itu karena-Nya, jika engkau punya semua dari pada-Nya…”

Kedua, Bilangan 12:3 juga menyinggung tentang Musa yang lembut. Apakah berarti Musa seperti seorang yang “keibu-ibuan”? Inti dari kelembutan Musa disimpulkan melalui kisah pada perikop itu. Musa seorang pemimpin pilihan Tuhan. Namun di tengah kepemimpinannya, Kakak-kakaknya menjatuhkan dia dengan alasan bahwa ia tidak menikah dengan “sesama” mereka, melainkan dengan perempuan Kush. Namun Tuhan membela Musa hamba-Nya dengan menghukum Miriam. Apa respon Musa? Musa justru meminta Tuhan menyembuhkan Miriam. Dengan kata lain, lemah lembut berarti membiarkan diri kita ditaklukan oleh kuasa pengampunan Tuhan. Adakah seorang yang ingin kita balaskan kejahatannya, tetapi malah kita mendoakan agar dia dipulihkan Tuhan? Mari buka hati agar Roh Kudus menguasai kita!

Ketiga, Yesus dalam Matius 11:28-29 mengkaitkan “kuk” dengan kelemahlembutan. Orang yang lemah lembut adalah orang yang tidak merasakan tantangan dan kesulitan mengikut Yesus sebagai beban yang memberatkan hidupnya. Sebaliknya, ia tetap merasa lega, ringan dan tenang karena mendapatkan kelemahlembutan dan kerendahatian Yesus sebagai fokus hidup yang lebih berharga dari beban yang dia rasakan. Betapa nikmatnya hidup seperti itu. Hidup yang dikuasai Roh Kudus sehingga membuahkan ketenangan.

Sudahkah anda mengalaminya? Inikah saatnya…

RJ

1 Comment

  1. Zam 3000

    Lemah lembut dalam arti apa yang paling nyata di dalam keseharian kita sebagai Umat Kristen. Sesuai profesi yang kita jalankan dalam hidup tidaklah sama, apalagi yang paling sering hidup dengan lingkungan keras dan profesi yang penuh dengan resiko keselamatan diri sendiri. Banyak yang secara tidak sadar menjadi terbawa dalam dunia luar dari profesi kerja tersebut, sehingga sering lepas kendali. Terutama dalam rumah tangga ,perilaku itu secara tidak sadar mengikis sifat lemah lembut dalam rumah tangga dan menjadi KDRT yang sering muncul dalam berita di media massa.

    Hal ini harus menjadi perhatian dari pihak Gereja melalui wilayahnya, seperti konseling atau bantuan lain yang berhubungan dengan kejadian tersebut. Sekedar Himbauan saya tersebut kiranya menjadi bahan untuk perhatian keseharian kita agar menjadi Warga negara yang berkualitas dan mempunyai kepedulian yang utama.

    Tuhan Memberkati.

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • dalam
    MENANTI dalam PERCAYA
    Lukas 13: 31 - 35
    Kapan pertolongan itu datang? Ini pertanyaan yang sulit dijawab karena kita tidak berkuasa atas waktu. Kapan semua ini akan...
  • AKU BERSERU, dan IA BERTINDAK
    Ul. 26:1-11; Mzm. 91:1-2, 9-16; Rm. 10:8-13; Luk. 4:1-13
    Ini adalah Minggu Pra Paska kita yang pertama dari rangkaian Paska yang panjang, diawali di Rabu Abu dan berakhir...
  • Saatnya Membuka Kerudung
    Keluaran 34:29-35
    Minggu ini adalah minggu transfigurasi. Minggu Transfigurasi merujuk pada peristiwa Yesus dimuliakan di atas gunung saat bertemu dengan Musa...
  • Mata Ganti Mata Dan Seluruh Dunia Buta
    Lukas 6:27-38
    Bukan hukum “kejahatan dibalas dengan kejahatan”  yang berlaku dalam ajaran Tuhan Yesus, melainkan hukum kasih. Sebab di balik hukum...
  • Berbahagia walau….
    Lukas 6: 17-26
    Ungkapan “berbahagialah” mengingatkan kita pada pengajaran Tuhan Yesus tentang “Kotbah di Bukit”. Sebutan berbahagialah mereka yang miskin, yang lapar...
Kegiatan