Betapa Banyak Perbuatan-Mu, ya Tuhan…

Betapa Banyak Perbuatan-Mu, ya Tuhan…

Belum ada komentar 10 Views

Masih ingat perumpamaan Yesus tentang pengampunan dalam Matius 18, tentang seseorang yang “hutangnya” yang amat besar diampuni, tetapi segera setelah itu menuntut tetangganya yang  berhutang jauh lebih kecil kepadanya? Intinya amat sederhana: hidup konsekuen. Bila mau/ingin diampuni, mesti bersedia pula mengampuni. Walau tidak tepat sejajar, inti yang sama seharusnya dikenakan pada pujian kepada Tuhan.

Mazmur 104 adalah nyanyian pujian yang amat indah bagi    Tuhan yang telah menciptakan dunia dan segala makhluk, termasuk manusia, di dalamnya. Pujian yang lahir dari ketakjuban yang tulus atas keindahan semua ciptaan-Nya. Kita kerap pula menyanyikannya dengan penuh perasaan: “Bila kulihat bintang gemerlapan… maka jiwaku pun memuji-MU…. Sungguh besar Kau Allahku! (KJ 64).

Namun menyanyikan pujian atas ciptaan Tuhan yang sempurna dan indah, mesti dibarengi sikap dan tindakan mensyukuri serta menatalayaninya, sebagaimana yang dikehendaki-Nya. Takjub atas ciptaan Tuhan yang “baik di mata Tuhan” (Kej. 1:4, 10, 12, 18, 21, 25, 31), mesti diikuti oleh tanggung jawab dan tindakan menjaga agar ciptaan-Nya yang indah itu tetap berkenan di hadapan-Nya. Sebab bila tidak demikian, maka nyanyian pujian kita hanyalah   indah untuk didengar (dalam ibadah atau di mata orang misalnya), tetapi kosong makna di hadapan Tuhan sendiri.

Sang pemazmur menggarisbawahi nyanyian pujiannya dengan ayat 31: “Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya! Kiranya kita pun. Khususnya di Bulan Peduli ini, ketika kita belajar untuk peduli pada alam lingkungan hidup kita, dan berusaha  menyatakannya secara kongkret. Belajar “menatalayani ciptaan – menata diri”.

 

PWS

 

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sekolah kehidupan
    Sekolah Kehidupan: Tuhanlah Gembalaku!
    Mazmur 23:1 Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    Apakah saudara pernah merasa sendirian dan kesepian? Daud pernah mengalaminya. Hal yang paling tidak mudah dilalui oleh seorang adalah...
  • pulihkan
    Sekolah Kehidupan: Tuhan Pulihkanku!
    Mazmur 80:3
    Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat. Bagaimana mungkin wajah Tuhan bersinar kepada kita jika...
  • sekolah kehidupan
    Keluarga: SEKOLAH KEHIDUPAN
    Filipi 2:5
    hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. Bagaimana mungkin kita dapat...
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
Kegiatan