Bertanggungjawab atas alam, bukan menguasainya..!

Bertanggungjawab atas alam, bukan menguasainya..!

Belum ada komentar 1 View

Banyak orang tua menghadiahkan sebuah telepon genggam atau HP kepada anaknya, setelah anak itu mencapai usia tertentu, atau dalam rangka ulang tahunnya atau peristiwa serupa. Tujuannya jelas: memudahkan komunikasi dan memang hendak menyenangkan hati sang anak. Tetapi kemudian si anak ternyata sangat sembrono menggunakan HP miliknya itu. Dalam waktu kurang dari dua bulan HP itu sudah babak-belur. Dan karena sembarangan meletakkannya, baru sekitar kurang dari dua bulan kemudian, HP pemberian orangtuanya itu hilang.

Orangtuanya tentu saja marah besar. Terutama karena dua hal. Pertama-tama lantaran raibnya HP itu, komunikasi di antara si anak dan mereka menjadi amat terganggu. Dan yang kedua, yang tak kalah beratnya, adalah sikap si anak yang tidak menghargai pemberian orangtuanya. Lupa bahwa orangtuanya membeli HP itu dengan hasil keringatnya. Alpa untuk memahami bahwa HP itu sebenarnya dipercayakan kepadanya, sebagai alat komunikasi di antara mereka, bukan untuk diperlakukan dengan sekehendak hati.

Begitu pun dengan alam dan lingkungan hidup kita, karunia Allah bagi kita dan segenap ciptaan. Mestinya tidak seperti sekarang ini, kita eksploitasikan habis-habisan, sehingga jangan-jangan alam kita ini tidak lagi bisa menjadi lingkungan hidup yang memenuhi syarat bagi generasi-generasi mendatang manusia dan segala makhluk hidup.

Mari kita tidak melupakan bahwa Allah mengaruniakan alam dan lingkungan hidup kita ini untuk segenap ciptaan, bukan hanya untuk kita. Mari kita ingat bahwa alam dan lingkungan hidup kita ini mesti kita syukuri dengan mengelolanya sedemikian rupa, sehingga tetap ideal bagi segenap makhluk hingga kapan pun.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan