Berkarya Sebaik Mungkin

Berkarya Sebaik Mungkin

Belum ada komentar 11 Views

Problem jemaat Tiatira adalah pembiaran. Munculnya ajaran sesat dari seorang nabiah bernama Izebel dibiarkan tumbuh subur oleh para pemimpin gereja di kota Tiatira. Namun, di sisi lain, jemaat yang sama dipuji Allah karena pekerjaan dan pelayanan yang mereka lakukan ternyata sangat berhasil dan bertumbuh.

Jemaat Tiatira adalah cermin sebuah jemaat yang bergumul di dalam ketegangan antara ajaran dan praktik, doktrin dan praksis. Keduanya sama pentingnya. Yang satu seharusnya membutuhkan yang lain; yang satu mustinya mendorong yang lain. Masing-masing berfungsi seperti sayap pesawat. Jika salah satu patah, maka olenglah pesawat itu.

Belakangan ini, makin banyak gereja yang merasa bahwa yang terpenting bagi sebuah gereja adalah karya pelayanannya. Doktrin atau ajaran iman dianggap tak penting, jika tidak malah mengganggu pelayanan. Doktrin dinilai telah usang dan tidak lagi punya arti. Anggapan ini tentu saja keliru. Sebab, praksis yang sehat membutuhkan doktrin yang sehat. Sebaliknya, mutu sebuah doktrin barulah teruji di dalam praksis yang bertumbuh. Tanpa praksis yang tepat, doktrin dan pertumbuhan iman hanya akan memunculkan obesitas spiritual; sebaliknya, tanpa doktrin yang sehat, praksis serajin apa pun berpotensi membawa kita ke dalam kondisi malnutrisi spiritual yang berbahaya.

Seorang bapa gereja bernama Tertulianus pernah berujar, “Engkau dapat menilai mutu iman mereka dari cara mereka berperilaku. Gaya hidup seorang murid adalah sebuah penunjuk pada doktrin.” Ucapan Tertulianus sangat tepat ditujukan kepada jemaat Tiatira … dan mungkin pula kepada kita sekarang di sini.

 

JA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
  • inisiatif
    Partisipatif : Berinisiatif
    Markus 2:1-12
    Wow..kembali sebuah kisah tentang keterbukaan Yesus. Ia menerima cara orang menghampiriNya, meski tidak lazim. Melalui atap! Bukankah tiap orang...
Kegiatan