Berhikmat dalam Roh Kudus

Berhikmat dalam Roh Kudus

Belum ada komentar 10 Views

Membuat keputusan yang benar adalah kerinduan setiap orang. Setiap orang berusaha agar keputusannya mendatangkan kebaikan dalam hidupnya. Resiko-resiko yang akan dihadapi menjadi bahan pertimbangan seseorang dalam mengambil keputusan. Semakin beresiko tinggi keputusan itu maka semakin kita menghindarinya. Banyak hal yang menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Pertanyaannya apakah kita pun mempertimbangkan dalam kaca mata iman kita bukan sekedar soal untung rugi bagi diri kita sendiri?

Yusuf telah bertetapan hati untuk menceraikan Maria karena baginya ini adalah keputusan yang terbaik bagi semua pihak (dirinya dan juga Maria?). Dalam kisah ini kita melihat bahwa kadang kala yang terbaik bagi manusia menjadi sebuah kesalahan besar pada saat dibawa ke terang kehendak Allah. Yusuf pun diingatkan untuk tidak mengambil keputusan yang telah dipikirkannya. Allah menyatakan maksud-Nya kepada Yusuf. Yusuf bersedia mengubah keputusannya karena ia mempercayai Allah yang memberikan yang terbaik walau pun itu belum dilihat dan dirasakannya (juga Maria) saat itu.

Kehidupan memberikan kesempatan bagi kita untuk membuat keputusan. Kiranya setiap hari dalam setiap keputusan yang kita buat, kita tidak melupakan untuk memberi waktu untuk melihatnya dalam kaca mata iman. Memberi waktu untuk mengerti dan mencerna kehendak Allah dalam hidup kita. Memberi waktu untuk memiliki keberanian menghadapi segala resiko, bahkan ketika keputusan itu tampaknya tidak populer sekalipun. Mempercayai hidup dalam rahmat Allah, mempercayakan kuasa Roh Allah bekerja, maka kita akan membuktikan bahwa rancangan Allah adalah rancangan damai sejahtera. Selamat mengambil keputusan dalam hikmat Allah, Roh Kudus menolong kita

 

dva

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan