medengarkan

Berbicaralah Hamba-Mu Mendengarkan

Belum ada komentar 76 Views

Peristiwa penyataan Allah pada Imam Eli dan Samuel, merupakan pengalaman yang langka dan mengejutkan mereka. Mengapa begitu sulit seseorang menerima penyataan Allah dalam kehidupan ini ? Bahkan tidak sedikit orang yang menganggap bahwa penyataan Allah itu tidak akan pernah terjadi. Mengapa demikian ? anggapan bahwa penyataan Allah tidak akan pernah terjadi, ada benarnya, sebab sesuai dengan kodratnya, manusia itu tidak pernah berhenti berpikir. Ketika terjadi sesuatu dalam kehidupannya, ia mulai mencari tahu tentang hal itu, menganalisisnya, merenungkannya dan mencoba memahaminya. Jika upaya pencarian dengan akalnya mengalami jalan buntu, maka ia mulai cemas dan takut salah.

Jika saja manusia dapat berhenti berpikir dan mulai membuka diri dengan apapun yang ia alami, niscaya ia akan memperoleh kebebasan dari perasaan cemas dan rasa bersalah. Kemampuan kita untuk berpikir adalah anugerah yang paling besar, tetapi sekaligus merupakan sumber kesusahan kita yang paling besar pula. Apakah kita harus menjadi korban dari pikiran kita yang terus berjalan ? Tidak, kita dapat mengubah diri kita yang terus menerus berpikir menjadi terus menerus berdoa. Ini kita lakukan dengan mengubah monolog batin kita menjadi dialog dengan Allah kita, yang merupakan sumber segala cinta.

Belajar dari penyataan Allah pada diri Imam Eli dan Samuel, kita akan menjadi lebih peka mendengar suara Tuhan, ketika kita bersedia keluar dari sikap mengurung diri, dan mengubah orientasi diri dari berpusat pada diri sendiri menjadi berpusat pada Allah. Percayalah bahwa Tuhan selalu hadir dalam kehidupan kita. Ia yang selalu setia menyertai kita, berkenan mendengarkan dengan penuh kasih segala sesuatu yang mencemaskan kita, sehingga kita dilayakkan, dikuduskan dan diutus untuk menjadi saluran berkat dimanapun Tuhan menempatkan kita.

TT

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Yesus dan Petrus
    Ketika Yesus dan Petrus (dan kita) Saling Menghardik
    Yes. 50:4-9; Mzm. 116:1-9; Yak. 3:1-12; Mark. 8:27-38
    Percakapan dimulai dengan sangat indah. Yesus bertanya kepada para murid-Nya, “Kata orang, siapakah Aku ini?” Lantas para murid mengajukan...
  • anjing dan ludah
    Antara Anjing dan Ludah
    Bacaan Injil kita minggu ini menyajikan dua kisah penyembuhan; yang satu berisi penyembuhan Yesus atas anak seorang perempuan Siro-Fenisia...
  • Ritualisme atau Hati yang Bersih
    Ulangan 4:1-2, 6-9; Mazmur 15; Yakobus 1:17-27; Markus 7:1-8, 14-23
    Insiden “penistaan agama” terjadi lagi. Kali ini menimpa para murid Yesus. Pelapor dan penuntutnya adalah “serombongan orang Farisi dan...
  • Bersama Mengukir Narasi Cinta Bagi Bangsa
    Ulangan 10: 12-22; Mazmur 15; Roma 2: 12-29; Markus 12: 28-34
    Merupakan anugerah dari Tuhan saat ini GKI melangkah memasuki usianya yang ke 30. GKI menyebut dirinya sebagai Gereja Kristen...
  • Libatkan dan Alami Tuhan
    Ams. 9:1-6; Mzm. 34:9-14; Ef. 5:15-20; Yoh. 6:51-58
    Melalui dua kata kerja “mengecap dan melihat” menurut pemazmur, seseorang dapat mengenal dan mengalami Tuhan dalam kehidupannya. Namun, pengenalan...
Kegiatan