Berbagai Aspek Belas Kasih

Belum ada komentar 6 Views

Bacaan Hari ini:
Yakobus 3:17 “Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.”

Belas kasih itu bagaikan sebuah berlian; itu memiliki banyak aspek.

Hari ini kita akan melihat tujuh aspek belas kasih, karena saya jamin jika Anda mau belajar untuk menjadi para pelaku kasih, itu akan mengubah hubungan Anda dengan orang lain.

Belas kasih berarti sabar dengan kekurangan orang lain.

Bagaimana Anda menjadi lebih sabar dengan anak-anak, pasangan, rekan kerja, atau teman Anda?
Alkitab berkata dalam Yakobus 3:17, “Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.”

Semakin bijak Anda, semakin sabar dan penuh belas kasih Anda.

Belas kasih berarti membantu siapa pun yang tengah terluka di sekeliling Anda.

Anda tidak bisa mencintai sesama seperti diri Anda sendiri tanpa menjadi orang yang penyayang.

Amsal 3:27 mengatakan, “Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.” Namun Tuhan tidak hanya memperhatikan apa yang Anda perbuat, Ia memperhatikan sikap Anda: “Siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita” (Roma 12:8).

Belas kasih berarti memberi orang lain kesempatan kedua.

Ketika seseorang menyakiti kita, kita biasanya ingin membalas dendam atau mengabaikan orang tersebut.

Tetapi Alkitab berkata, “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu” (Efesus 4: 31-32).

Belas kasih berarti berbuat baik kepada mereka yang menyakiti Anda.

Belas kasih memberi orang lain apa yang mereka butuhkan, bukan apa yang pantas mereka terima.

Mengapa kita harus melakukannya?
Karena itulah yang Tuhan lakukan terhadap kita: “Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat” (Lukas 6: 35-36).

Belas kasih berarti bersikap baik kepada mereka yang menyinggung Anda.

Anda harus lebih tertarik untuk memenangkan jiwa-jiwa kepada Kristus daripada memenangkan argumen Anda.

Yudas 1: 22-23 mengatakan, “Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.”

Belas kasih berarti membangun jembatan kasih dengan mereka yang sulit dikasihi.

Ini yang saya sebut kasih yang terencana, sebab Anda dengan sengaja membangun pertemanan dengan orang-orang yang tidak memiliki teman atau mereka yang dijauhi ataupun dimusuhi di tempat kerja atau di tengah masyarakat.

Ketika orang-orang Farisi mempertanyakan mengapa Yesus makan bersama para pemungut cukai dan orang-orang lainnya yang dibenci, Yesus berkata, “Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Matius 9:13).

Belas kasih lebih menghargai hubungan daripada hukum atau aturan yang terlalu kaku.

Roma 13:10 mengatakan, “Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.”

Jika Anda ingin menunjukkan belas kasih, lebih hargai hubungan dengan orang lain ketimbang aturan yang ada di masyarakat. Tempatkan kebutuhan mereka di atas prosedur. Tempatkan hubungan di atas aturan. Pilih kasih ketimbang hukum.

Renungkan hal ini: 
– Di tengah budaya kita saat ini, mengapa sering kali lebih mudah bagi kita untuk lebih tertarik untuk memenangkan argumen kita daripada memenangkan jiwa-jiwa kepada Kristus?
– Jika belas kasih berarti lebih menghargai hubungan ketimbang aturan, apa yang akan Anda ubah tentang cara Anda berinteraksi dengan rekan kerja Anda? 
– Bagaimana dengan anak-anak Anda?
– Minggu ini, bagaimana Anda dapat menunjukkan belas kasih kepada orang-orang di sekitar Anda yang tengah terluka?

Bacaan Alkitab Setahun :
Mazmur 33-34; Kisah Para Rasul 24

Berbelaskasihanlah pada orang lain sebagaimana Yesus telah berbelas kasih pada Anda selama ini.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Renungan Harian
  • Iman Ibranik
    Adventus 2019, Hari Enam Belas
    Kemudian datanglah seorang pelarian dan menceritakan hal ini kepada Abram, orang Ibrani itu, yang tinggal dekat pohon-pohon tarbantin kepunyaan...
  • Jiwa Yang Haus
    Mazmur 42
    Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? (Mzm. 42:3) Sekitar 70% dari...
  • Resiliensi
    Adventus 2019, Hari Kelima Belas
    “Unless your faith is firm, I cannot make you stand firm.” (Isa. 7:9b; NLT) Apa yang kita alami sesungguhnya...
  • Iman Yang Kritis
    Matius 11:2-11
    “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari...
  • Popok Bau Seorang Imam
    Adventus 2019, Hari Keempat Belas
    Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan...
Kegiatan