ATENSI: Mendengarkan Seperti Tuhan

ATENSI: Mendengarkan Seperti Tuhan

Belum ada komentar 16 Views

MENDENGARKAN bukanlah sesuatu yang sederhana apalagi gampang. Banyak sekali kendalanya, baik dari luar maupun dan ter utama dari diri sendiri. Akibat terjadinya “tidak mendengarkan”, tidak dapat diduga. Baik itu dalam relasi, dalam keluarga, dalam persekutuan jemaat, maupun dalam pekerjaan, bahkan dalam kehidupan bersama Tuhan.

Syukur Allah kita adalah Tuhan yang sunguh-sungguh mendengarkan kita dan menghendaki kita mendengarkan-Nya, tidak dengan pasif serta fatalistik, melainkan dengan taat namun kreatif, sebagaimana nyata dari mukjizat yang dilakukan-Nya dalam perjamuan nikah di Kana.

Mukjizat dimulai dari Maria yang mendengarkan permasalahan yang dihadapi keluarga tuan rumah: anggur habis. Namun ia berhadapan dengan Tuhan dalam diri Kristus yang “tidak bisa dan tidak pernah boleh diatur oleh kehendak manusia”. Walau begitu ia dengan sabar dan taat menerima hal itu, sambil meminta para pelayan untuk menaati apapun yang akan dikatakan Yesus. Dan ternyata Tuhan bersedia mendengarkan bukan hanya Maria, tetapi permasalahan keluarga pengantin. Dan ketika semua bersedia “mendengarkan”, maka air menjadi anggur, bahkan anggur yang terbaik.

Bila Tuhan saja berkenan mendengarkan manusia, tidakkah kita mestinya setidaknya juga bersedia “mendengarkan”? Untuk itu kita perlu berefleksi dengan sungguh-sungguh, mengakui berbagai kelemahan kita dalam “mendengarkan”, serta berupaya mengatasi berbagai kendala untuk itu.

Mari belajar untuk mendengarkan orang lain: kekasih kita, keluarga kita, saudara-saudara kita seiman, sebangsa dan setanah-air, dalam terang mendengarkan Tuhan, dengan taat dan kreatif. Agar mukjizat terjadi: hidup kita menjadi anggur yang terbaik.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Keajaiban Belas Kasihan
    Apa bedanya kasihan dengan belas kasihan Tuhan? Dua puluh tahun yang lalu waktu saya melayani di sebuah rumah singgah,...
  • Keajaiban Pengampunan
    Mazmur 25:1-10
    Mana yang lebih mudah: meminta maaf atau memaafkan orang yang menyakiti kita? Kehadiran Tuhan dalam hidup orang percaya mengajak...
  • raja
    Raja-kan Yesus
    Raja menciptakan, sekaligus memimpin kerajaan mereka; dan sebuah kerajaan akan mencerminkan pemimpinnya. Tuhan Yesus kerap diumpamakan sebagai seorang raja...
  • Mendekat atau Menjauh?
    Ibrani 10:11-25
    Saudara, pernahkan saudara menolong seseorang yang sedang membutuhkan pertolongan, dan saudara tidak mengharapkan ia membalas pertolongan saudara karena saudara...
Kegiatan