ATENSI: Mendengarkan Seperti Tuhan

ATENSI: Mendengarkan Seperti Tuhan

Belum ada komentar 15 Views

MENDENGARKAN bukanlah sesuatu yang sederhana apalagi gampang. Banyak sekali kendalanya, baik dari luar maupun dan ter utama dari diri sendiri. Akibat terjadinya “tidak mendengarkan”, tidak dapat diduga. Baik itu dalam relasi, dalam keluarga, dalam persekutuan jemaat, maupun dalam pekerjaan, bahkan dalam kehidupan bersama Tuhan.

Syukur Allah kita adalah Tuhan yang sunguh-sungguh mendengarkan kita dan menghendaki kita mendengarkan-Nya, tidak dengan pasif serta fatalistik, melainkan dengan taat namun kreatif, sebagaimana nyata dari mukjizat yang dilakukan-Nya dalam perjamuan nikah di Kana.

Mukjizat dimulai dari Maria yang mendengarkan permasalahan yang dihadapi keluarga tuan rumah: anggur habis. Namun ia berhadapan dengan Tuhan dalam diri Kristus yang “tidak bisa dan tidak pernah boleh diatur oleh kehendak manusia”. Walau begitu ia dengan sabar dan taat menerima hal itu, sambil meminta para pelayan untuk menaati apapun yang akan dikatakan Yesus. Dan ternyata Tuhan bersedia mendengarkan bukan hanya Maria, tetapi permasalahan keluarga pengantin. Dan ketika semua bersedia “mendengarkan”, maka air menjadi anggur, bahkan anggur yang terbaik.

Bila Tuhan saja berkenan mendengarkan manusia, tidakkah kita mestinya setidaknya juga bersedia “mendengarkan”? Untuk itu kita perlu berefleksi dengan sungguh-sungguh, mengakui berbagai kelemahan kita dalam “mendengarkan”, serta berupaya mengatasi berbagai kendala untuk itu.

Mari belajar untuk mendengarkan orang lain: kekasih kita, keluarga kita, saudara-saudara kita seiman, sebangsa dan setanah-air, dalam terang mendengarkan Tuhan, dengan taat dan kreatif. Agar mukjizat terjadi: hidup kita menjadi anggur yang terbaik.

PWS

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • sukacita
    Menjalani Hidup Beriman Dengan Sukacita
    Amos 7:7-15; Mazmur 85:8-13; Efesus 1:3-14; Markus 6:14-29
    Renungan: Apalagi selain sukacita dan syukur, ketika kita menyadari kebaikan Allah yang sejak awal mengasihi kita dan menyelamatkan kita....
  • kekuatan dalam kelemahan
    Kekuatan dalam Kelemahan
    Yehezkiel 2:1-5; Mazmur123; 2 Korintus 12:2-10; Markus 6:1-13
    Renungan: Kekuatan dan kelemahan, mungkinkah bersatu? Nampaknya tidak, karena mereka saling bertentangan. Ada benarnya, jika kita hanya melihat ke...
  • sudah dimulai
    Menyelesaikan Yang Sudah Dimulai
    Ratapan 3:22-33; Mazmur 30; 2 Korintus 8:7-15; Markus 5:21-43
    Ada orang yang bisa memulai dengan baik, tetapi tidak bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu bagaimana dengan kita? GKI PI...
  • Setelah Badai Berlalu
    Markus 4:35-41
    Kisah angin ribut diredakan dalam injil Markus, merupakan sebuah pengalaman spektakuler bagi murid-murid Yesus yang berada di dalam perahu....
  • penabur dan benih
    Hidup Sebagai Penabur dan Benih
    Markus 4 : 26-34
    Injil Markus berbicara tentang Kerajaan Allah seperti benih yang tumbuh. Konsep ini berbeda dengan paham Kerajaan Allah dalam masyarakat...
Kegiatan