Apakah Buah Roh Hanya Milik Orang Kristen?

Apakah Buah Roh Hanya Milik Orang Kristen?

Belum ada komentar 70 Views

Sesuai dengan firman Tuhan bahwa buah roh seharusnya dimiliki oleh setiap orang Kristen.

Pertanyaannya:
Apakah orang yang bukan Kristen juga memiliki buah roh?
Mengapakah ada orang-orang bukan Kristen yang lebih menampakkan buah roh tersebut daripada orang-orang Kristen sendiri?

Atas penjelasan Bapak diucapkan terimakasih.

S di Jakarta

Pdt. Rudianto Djajakartika:

Saudara S yang baik,
Untuk menjawab pertanyaan anda, saya akan menguraikan terlebih dahulu mengenai cara Roh Kudus bekerja:

  1. Roh Kudus bekerja di tengah dunia ini untuk menginsafkan dunia akan berbagai kebenaran Allah (Yoh. 16:8-11)
  2. Roh Kudus bekerja di dalam diri orang percaya (Kristen) untuk memimpin orang tersebut ke dalam seluruh kebenaran Allah (Yoh. 16:13-15).

Nah, ketika rasul Paulus berbicara tentang buah Roh dalam Gal. 5:16-26, tentu yang dimaksud di sini adalah pekerjaan Roh Kudus dalam diri orang percaya, yaitu mereka yang sudah menjadi milik Kristus (bdk. Gal. 5:24). Tetapi berita utama dari diskusi mengenai buah Roh ini adalah kehadiran Roh Kudus untuk membantu setiap anak Tuhan memerangi kedagingannya dan menggantikannya dengan buah Roh. Tidak pernah disinggung dalam diskusi buah Roh ini, bahwa buah Roh adalah karunia eksklusif yang hanya dimiliki oleh orang percaya (Kristen). Bahkan kehadiran buah Roh bisa saja tidak nampak dalam diri orang percaya (Kristen), manakala orang percaya tersebut tidak menempatkan dirinya di bawah pimpinan Roh. Inilah keadaan yang disebut sebagai ‘tidak melakukan apa yang kamu kehendaki’ (Gal. 5:17b).

Sementara itu, yang namanya ‘buah’ selalu berhubungan dengan ‘pohonnya’. Buah Roh tentu tidak bisa dipisahkan dari Roh Kudus itu sendiri. Nah, jika Roh Kudus bekerja di dalam dunia untuk menginsafkan dunia, maka sangat mungkin kehadiran buah Roh tersebut juga nampak di dalam dunia yang menjadi ladang pekerjaan Roh Kudus, termasuk dalam diri orang-orang non Kristen. Hanya, cara kerja Roh Kudus tersebut berbeda. Jika dalam diri orang Kristen Roh Kudus bekerja dari dalam, maka dalam diri orang-orang non Kristen, Ia bekerja dari luar serta memanfaatkan berbagai sarana yang dikenal oleh orang-orang tersebut. Misalnya, melalui berbagai ajaran kebajikan yang dikenal oleh orang tersebut.

Lalu mengapa ada orang-orang non Kristen yang lebih menampakkan buah Roh ketimbang orang Kristen itu sendiri? Sebagaimana saya sudah jelaskan tadi, buah Roh bisa saja tidak nampak dalam diri orang Kristen manakala dia kalah terhadap kedagingannya. Sementara itu, karya Roh Kudus di tengah dunia bisa saja menghasilkan buah Roh di tengah dunia, termasuk dalam diri orang-orang non Kristen. Nah, jika orang Kristen yang kalah terhadap kedagingannya tadi diperhadapkan dengan orang non Kristen yang baik, bisa saja, buah Roh akan lebih nampak dalam perilaku orang non Kristen ketimbang dalam diri orang Kristen yang kalah tadi. Tentu ini merupakan sebuah ironi! Justru karena itulah rasul Paulus kemudian mendiskusikan mengenai buah Roh, dengan penekanan bahwa sebagai orang Kristen yang memiliki Roh Kudus, seharusnya mereka itu menang terhadap kedagingannya, sebab kedagingan tersebut sudah disalibkan bersama Kristus (Gal. 5:24).

Demikian jawaban saya, semoga membantu pergumulan anda.


Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Pastoralia
  • Kerajaan Maut
    Anugerah Keselamatan
    Pak Pendeta yang budiman, Saya sudah termasuk lansia dan dibaptis sekian puluh tahun yang lalu. Buku pedoman katekisasi yang...
  • upacara gereja
  • Kerajaan Maut
    Samakah Arti Neraka dan Kerajaan Maut?
    Pak Pendeta yang budiman, Mohon pencerahan mengenai beberapa hal: Samakah arti Neraka dan Kerajaan Maut; dan siapakah yang menciptakannya,...
  • ALLAH Sang Sutradara?
    Bapak Pendeta Yth. Saya sedang membaca kitab Yehezkiel dan di sana terdapat banyak segala nubuatan, baik bagi bangsa Israel,...
  • Manusia Purba
    Pak Pdt. yang baik, Bolehkah saya meminta penjelasan tentang pertanyaan-pertanyaan di bawah ini, yang mengusik hati saya: Siapakah manusia...
Kegiatan