Allah Peduli Kepada Umat-Nya

Allah Peduli Kepada Umat-Nya

Roma 8 : 26 - 30

1 Komentar 67 Views

Kurun waktu lebih 20 tahun menjadi Penginjil belum cukup membuat Charles Templeton memahami karakter Allah yang peduli dan kasih kepada manusia. Templeton kehilangan seluruh iman Kristianinya dan menjadi seorang agnostik. Kisahnya, berawal dari potret seorang wanita berkulit hitam di Afrika Utara, yang sedang menggendong jasad anak bayinya sambil menatap langit dengan tatapan kosong dan putus asa, seperti memohon hujan kepada Allah. Karena pada waktu itu mereka sedang mengalami kekeringan yang cukup hebat. Templeton memandang gambar dalam majalah life tersebut sambil berpikir, “mungkinkah kita percaya ada pencipta yang penuh kasih dan kepedulian, padahal yang dibutuhkan wanita itu hanya hujan?”.

Potret yang mengusik iman seharusnya membuat kita sadar bagaimana menjadi perpanjangan tangan Allah, bukan sebaliknya bertanya tentang keadilan Allah dan kepedulian Allah bagi manusia. Berbeda dengan Templeton, Rasul Paulus justru memberi peng harapan bagi orang percaya yang menderita bahwa Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia (ayat 28).

Penderitaan orang percaya bukan berarti ketidakpedulian Allah pada umat-Nya, tetapi sebuah megaphone Allah, agar kita mereflesikan diri untuk mencari kehendak Allah yang terbaik dalam penderitaan. Doa harus menjadi perjumpaan pribadi manusia dengan Allah. karena Roh berdoa untuk kita dan mengajarkan kita bagaimana seharusnya berdoa meskipun dalam kesulitan.
LS

1 Comment

  1. bibit sudibyo

    Perjumpaan Sang Khalik dgn manusia melalui DOA, apakah harus selalu kita yakini bhw BELIAU mendengar dan peduli? attau kitta hrs bertanya dahulu apakah kita sdh benar berperilaku benar dihadapanNYA? terima kasih untuk pedulinya ini ……

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan