allah orang

ALLAH ORANG HIDUP

Lukas. 20:27-38

Belum ada komentar 95 Views

Orang-orang Saduki yang tidak percaya pada kehidupan setelah kematian, datang kepada Yesus dengan menyodorkan sebuah kasus imajiner yang ekstrim tentang seorang perempuan yang menikah tujuh kali, tetapi ia tetap tidak memiliki anak. Lalu siapakah suami sah dari perempuan itu saat kebangkitan orang mati ? (ay.27-33)

Bagi orang-orang Saduki, Allah orang yang hidup dipahami hanya terjadi dalam kehidupan di dunia ini saja. Setelah manusia mati, ia tidak akan menemukan kehidupan sorgawi. Sedang bagi Yesus, Allah orang yang hidup dinyatakan dalam kehidupan di masa kini maupun dalam kehidupan setelah kematian. Itulah sebabnya Allah orang yang hidup memperkenalkan nama-Nya kepada Musa sebagai: Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. Walaupun para bapa leluhur Israel tersebut telah wafat, mereka diperkenankan hidup abadi dalam persekutuan dengan Allah, sebab selama kehidupan mereka di dunia, mereka telah menghadirkan tanda-tanda keselamatan dan menjadi saluran berkat Allah bagi banyak orang.

Kristus telah melewati kematian yang ditakuti oleh banyak orang, pengalaman ini mau menunjukkan kepada umat yang percaya kepada-Nya bahwa Allah adalah Allah orang yang hidup, baik pada saat kehidupan ini maupun pada saat kematiannya. Karena itu hidup saat ini adalah masa untuk hidup bersama dengan Allah yang hidup dengan melakukan segala yang sudah diajarkan oleh Tuhan Yesus selama di dunia ini. Karena Allah adalah Allah yang hidup baik pada saat kita di dunia ini maupun setelah meninggalkan dunia ini, maka kita dipanggil untuk menghayati setiap saat dalam hidup kita sebagai benih keabadian, dengan demikian segala sesuatu yang kita hidupi di dunia ini tidak akan sia-sia.

(TT)

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • allah menyesal
    Allah Menyesal
    Yun. 3:10-4:11; Mzm. 145:1-8; Flp. 1:21-30; Mat. 20:1-16
    Apabila ada salah seorang dari saudara kita yang berdosa kemudian bertobat dan Tuhan mengampuninya, bagaimana kah sikap kita, senang...
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
Kegiatan