Allah adalah kasih

Allah adalah kasih

Belum ada komentar 17 Views

Hari ini, jemaat GKI Pondok Indah merayakan salah satu pesta imannya, yaitu Baptisan beberapa sahabat dan saudara kita. Peristiwa gerejawi ini berlangsung pada Hari Trinitas, yaitu Minggu setelah Pentakosta. Di Hari Trinitas ini kita menegaskan bahwa dasar iman kita adalah Allah Trinitas: Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Dengan dasar ini pulalah baptisan dilangsungkan, di dalam nama Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Baptisan merupakan sebuah peristiwa dihisabkannya seseorang ke dalam persekutuan ilahi tersebut. Allah yang kita percayai adalah Allah persekutuan. Bukankah itu yang ingin dikatakan lewat pernyataan, “Allah adalah kasih.” Kasih tidak hanya menjadi tindakan Allah (God loves), namun identitas Allah (God is love). Dan kasih barulah disebut kasih jika ada pribadi lain yang mengasihi, dikasihi, dan kasih itu sendiri. Itu sebabnya, pengakuan bahwa “Allah adalah kasih” sesungguhnya mengguratkan persekutuan tiga Pribadi Ilahi … Allah adalah kasih menunjuk pada Bapa dan Anak yang saling mengasihi dengan Roh Kudus sebagai ikatan kasih tersebut. Kasih antarpribadi ilahi ini berlangsung di dalam kekekalan, bahkan sebelum seluruh ciptaan dijadikan.

Jika kasih adalah identitas Allah, maka Allah tidak akan mengasihi kita hanya karena apa yang kita lakukan. “Allah mengasihi” karena “Allah adalah kasih.” Maka kasih Allah pada ciptaan sama dengan kasih di dalam persekutuan ketiga Pribadi Ilahi. Sebab yang tengah dihaturkan di dalam tindakan mengasihi itu adalah Diri Allah sendiri, sebab Allah adalah kasih.

Baptisan sebagai tanda penghisaban seseorang ke dalam persekutuan ilahi itu menandaskan pentingnya hidup dalam persekutuan yang dicirikan oleh kasih. Itu sebabnya, baptisan juga menjadi menjadi tanda penghisaban seseorang ke dalam persekutuan manusiawi yang bernama “gereja.” Sebab, bukankah gereja pada hakikatnya merupakan persekutuan kasih yang “meniru” persekutuan Allah Trinitas dan “mengambil bagian” ke dalam persekutuan ilahi tersebut?

JA

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda (**) wajib diisi.

Arsip kategori Khotbah Minggu
  • Mengampuni itu Indah
    Kejadian 50: 15-21, Mazmur 103: 1-13; Roma 14: 1-12; Matius 18: 21-35
    Seorang ibu dari Afrika Selatan, Joyce Ledwaba mengampuni pembunuh anaknya – Samuel yang berusia 17 tahun – Samuel menghilang...
  • besar hati
    Allah yang Besar Hati
    Yehezkiel 33:7-11; Mazmur 119:33-40; Roma 13:8-14; Matius 18:15-20
    Alih-alih menghendaki hal buruk (kematian) terjadi kepada orang berdosa, Allah lebih berkenan agar pertobatan terjadi dalam hidup mereka (Yehezkiel...
  • Kasih itu tidak Berpura-pura
    Yeremia 15:15-21; Mazmur 26:1-8; Roma. 12:9-21; Matius 16:21-28
    Kalimat ‘Hendaklah kasih itu jangan pura-pura’ (Roma 12:9). Dalam International Standard Version ditulis demikian: “Your love must be without...
  • Peduli : Mengutamakan Kepentingan Orang Lain
    Lukas 10:25-37
    Si ahli Taurat bertanya: ‘Siapa sesamaku’? Yesus bertanya: ‘Siapa sesamanya’? Kelihatannya sama, tetapi jauh berbeda. Yang satu tertutup (sesamaku)...
  • inisiatif
    Partisipatif : Berinisiatif
    Markus 2:1-12
    Wow..kembali sebuah kisah tentang keterbukaan Yesus. Ia menerima cara orang menghampiriNya, meski tidak lazim. Melalui atap! Bukankah tiap orang...
Kegiatan